Indahnya Malam di Pantai Kuta Mandalika

Berada di pantai seperti berdiri di samping matahari. Panas dan kering. Dataran pantai memiliki unsur tanah yang luas, dan hanya melingkar di titik sentral pulau. Pasir putihlah yang membentang menguasai seluruh daratan, dan birunya air laut yang menjadi penggodanya.  Beberapa jenis ganggang dan bunga-bunga karang dengan gemulai menari, berusaha memikat hati. Disanalah para Oseonograf mulai menghabiskan waktunya memerhatikan kehidupan isi laut. 

Pantai Kute Mandalika. Pantai Lombok Tengah di bagian selatan. Jarak tempuh kurang lebih sekitar 1 jam-an dari pusat Kota Praya kabupaten Lombok Tengah. Memang pantai ini terdengar biasa, Banyak orang yang mengenalnya. Baik wisatawan asing ataupun lokal. akan tetapi kali ini penulis berusaha melanjutkan keindahan pantai ini dan bercerita bagaimana rasanya, ketika berada di pantai ini di malam hari. 

Di ujung Waktu, bila senja memerah datang, serasa hati sudah terpikat. Untuk meninggalkan pantai kuta ini serasa berat. Gelombang ombak dan angin datang menggulung dari arah arah yang berlawanan bertemu pada pucuk ujung itu. Pertemuan kedua ombak yang begitu kencang telah membuat keduanya mencuat tinggi ke angkasa, seolah bertepuk tangan dengan suara berdecak keras. Lalu memecah, lalu jatuh kembali ke lautan. Dari Ujung waktu itu seolah hati tak mau meninggalkan semua yang terjadi. 

Ketika Malam mulai akan datang, duduk di tepi pantai. terlihat dari kejauhan, muncul puluhan kapal nelayan dari balik bukit karang. Matahari pun mulai bergerak ke arah barat untuk mulai menghilangkan bentuknya. Di seberang lautan, arus awan berwarna jingga menyebar ke wajah para nelayan. Mereka berdiri di bawah layar, dengan dada membusung dan legam. Kedatangan mereka, layaknya sebuah kepulangan armada penakluk yang membawa kemenangan bagi sebuah negeri. Angin menderu kencang. Ombak memberinya irama klasik bagi petualangan. 

Berada di pantai Kuta Mandalika malam itu membuat penulis berfikir tentang sebuah perjuangan bagaimana menjadi seorang nelayan. Membayangkan berada di posisi Nelayan ketika berada di tengah laut, yang terlihat hanyalah bayang mengerikan dan ketakutan belaka. Namun penulis tetap berterima kasih kepada seorang nelayan. karena tanpa seorang nelayan, Dia takkan bisa merasakan rasa asinnya ikan laut. 

Berjalan berdampingan dengan teman-temannya. Melanjutkan perjalanan mengelilingi keindahan pantai Kuta Mandilika ini. Betemu dengan orang orang sana yang sedang bercumbu dengan keindahan laut. Di sana juga banyak komunitas atau club club motor yang sedang memamerkan modifikasi modifikasi motor kerennya. Ada juga sebagian orang yang sedang tes Drag motornya. Kebetulan di sana juga banyak jalanan yang cocok untuk orang yang suka dalam dunia Balap. Apalagi beberapa tahun ke depan akan dibuka Moto GP di dekat Pantai Kuta Mandalika ini. 

Di tengah perjalan, tentunya harus ada moment penting yang harus dijadikan sebagai kenangan. Tentunya foto atau selfie. Di tengah ramainya Pantai ini ada tempat yang Luar biasa indah yang cocok untuk tempat berfoto dan tempat itulah sebagai backgroud indahnya. Ada sebuah tulisan Kuta Mandalika yang akan menyambutmu dengan tenang dan bahagia. Intinya kalian tidak akan di kecewakan ketika sudah sampai di Pantai ini.

Untuk kalian yang suka nginap bersama teman, sahabat, atau bahkan keluarga kalian. Di Pantai Kuta Mandalika ini juga telah tersedia cukup banyak penginapan. Anda sekeluarga bisa memilih untuk menginap di beberapa homestay agar bisa sekaligus menikmati pengalaman berwisata desa secara lebih alami. Atau, bisa juga menginap di hotel berbintang yang tak jauh dari Mandalika.

Banyak hal yang bisa di lakukan di pantai Kuta ini. Tidak jauh dengan Pantai kuta di Pulau Bali. Di Pantai Kuta Mandalika Lombok, ketika malam hari anda bisa melakukan keliling bersama orang sekitar ke pantai pantai terdekat. Ada Pantai segerr, tanjung Aan, dan juga bukit merese. 

Pantai Kuta Mandalika ini juga berbalut kisah legenda Puteri Mandalika yang menerjunkan dirinya ke laut dan konon dipercaya menjelma menjadi cacing laut yang disebut Nyale. Dan cacing-cacing ini muncul setahun sekali di Pantai Mandalika pada saat tertentu dan dijadikan hidangan yang lezat. Hari-hari munculnya Nyale dari laut selalu disambut meriah oleh ribuan wisatawan baik lokal maupun mancanegara.

Tak jauh dari lokasi dibangun sebuah masjid besar, beachwalk juga telah kian rapi, area parkir yang luas, serta warung penjaja makanan dan minuman turut mendukung pariwisata di Pantai Kuta Mandalika Lombok ini. 

Bulan membundar, dan cahayanya membentuk bayangan di atas kelompok ombak yang menggulung perlahan. Ekor bintang layang layang menjulur di atas langit. Kapal kapal nelayan mengapung di sepanjang tepian. Angin bertiup ramah, membuat malam itu semakin menderu deru dan seolah olah ada bisikan untuk tidak meninggalkan Pantai ini. 

Para wisatawan lokal ataupun asing juga ikut keluar mamadati pantai ini. Menghabiskan sebagian uang mereka untuk bersenang senang sembari memanjakan mata dengan keindahan sekitar pantai. Di sana pula, selalu ada  orang sekitar dan orang pedalaman Pantai yang sedang menggadakan transaksi penjualan barang seperti songket, sarung hasil tenun, dan yang lainnya. Terlihat juga anak anak kecil yang mondar mandir membawa dagangan gelangnya.

Bagi seeorang pecinta pantai, dengan kedinginan malam ini, ialah situasi yang penulis lakukan untuk mencari hal unik, ide baru dan rasa ingin tahu. Agar tidak terjadi lagi yang namanya matinya seorang penulis. Sekaligus malam itu merupakan situsi yang memberikan sentuhan nostalgia dengan keindahan malam.

Berada di pantai malam hari membuat sebuah rasa kenyamanan dan ketenangan.  Bulan, pasir, air laut, suhu, udara, tumbuhan batu karang, mikroorganisme, dan daratannya ialah sekelompok komponen komponen keindahan. Mereka masing-masing menguasai perwujudan yang kongkret. Sebuah estetika yang tergeletak begitu saja di daratan sempit, di tengah laut.  

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru