Mantar, Tempat Paralayang Terbaik Dunia

Sumbawa Barat - Kominfo. Beberapa atlet paralayang KSB melakukan latihan rutin menerbangkan paralayang di Bukit Mantar Desa Mantar, Kecamatan Poto Tano Kabupaten Sumbawa Barat, Sabtu (5/5). Latihan rutin yang dilakukan pada Sabtu dan Minggu tersebut untuk menghadapi even-even paralayang nasional yang biasanya di gelar disetiap tahunnya.

Latihan rutin yang dilakukan oleh beberapa atlet paralayang tersebut selain untuk menghibur wisatawan, juga untuk tetap menjaga eksistensi dan skill dalam menghadapi event-event resmi kedepannya. Latihan tersebut biasanya dimulai dari pukul 09:30 hingga selesai, namun waktu latihan juga tergantung pada cuaca, kekencangan dan arah angin.

Mantar merupakan salah satu area untuk olahraga paralayang terbaik di dunia. Keindahan alamnya juga sangat luar biasa sehingga menarik minat para atlet paralayang untuk datang mencoba.
Pemandangan yang eksotis dengan latar belakang pelabuhan Poto Tano dan gunung Rinjani ini membuat setiap orang yang berkunjung terasa terhipnotis.
Titik lokasi paralayang di Desa Mantar sangat strategis, yaitu dengan luas 7.000 meter persegi dan ketinggian 558 meter di atas permukaan laut (mdpl). Kondisi alam yang indah jika dilihat dari ketinggian, membuat kegiatan terbang menjadi begitu luarbiasa. Disini akan memungkinkan para atlet untuk terbang dan meluncur hingga 3.000 kaki.

Seorang wisatawan lokal yang berasal dari Malang, Dwi Puspita (29) mengaku, dirinya sangat terpukau dengan pemandangan yang disajikan oleh bukit Mantar. Ia juga mengaku baru kali pertama datang ke Mantar dengan modal nekat karena merasa penasaran. 
"Ini pertama kali saya berkunjung kesini, saya menyaksikan langsung keindahan pemandangan yang berlatar belakang gunung Rinjani yang terkenal itu", tuturnya.

Bukit yang memiliki ketinggian keseluruhan 630 Meter diatas permukaan laut (MDPL) ini, memiliki potensi pariwisata yang luar biasa. Pemerintah Kabupaten Sumbawa Barat telah menetapkan Desa Mantar menjadi “desa budaya” yang menjadi magnet wisata di Kabupaten Sumbawa Barat.  Untuk sampai ke mantar, wisatawan  harus menggunakan mobil four wheel drive mengingat jalanan tanjakan yang sebagian terjal.

Para wisatawan bisa menikmati indahnya pemandangan Mantar yang berlatar belakang gunung Rinjani, sambil menyaksikan latihan rutin para atlet paralayang pada setiap Sabtu dan Minggu.(MC Kominfo Sumbawa Barat/Feryal/Rangga)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru