Pondok Kerakat Punya Cerita


KM. Sukamulia – Apa kabar kawan getryp ? semoga kita semua tetap sehat agar kita bisa menikmati indahnya kekuasaan Yang Maha Kuasa. Kawan getryp, kali ini kami akan menceritakan salah satu objek wisata alam yang baru-baru ini dikemas oleh anak-anak ASA Community Dusun Sukamulia. Objek yang kami maksud adalah Pantai Pondok Kerakat Sukamulia Desa Pohgading Timur Kecamatan Pringgabaya Kabupaten Lombok Timur.

Pantai dengan hamparan pasir hitamnya yang memiliki kandungan serbuk besi ini menyimpan banyak cerita. Di pantai ini dilaksanakan suatu tradisi yang disebut dengan nama Tradisi Tetulak Pesisi yang merupakan acara tahunan masyarakat sekitar yang ditujukan untuk memohon keselamatan kepada Yang Maha Kuasa. Ke depannya, tradisi ini akan dijadikan sebagai even wisata budaya yang merupakan wisata tahunan di Pantai Pondok Kerakat.

Pantai ini sangat luas dengan hamparan pasir hitam yang separuh wilayahnya dipenuhi oleh rumput Jerangjang dan Pohon Rembiga. Potensi ini tidak mau disia-siakan oleh para pemuda Dusun Sukamulia dan sekitarnya sehingga mulai pada akhir tahun 2017, mereka mencoba mengemas areal pantai tersebut dengan membuat berugak dan beberapa spot poto guna memancing minat orang untuk mengunjunginya.

Di balik kegiatan pengemasan dan tujuan pengembangan objek wisata alam Pantai Pondok Kerakat tersebut tersimpan cerita yang cukup panjang dan pelik. Awal dari rencana pembangunan dan pengembangan Pantai Pondok Kerakat menjadi objek wisata adalah Rencana Penambangan Pasir Besi yang menimbulkan konflik besar di wilayah pesisir Kecamatan Pringgabaya, termasuk Pantai Pondok Kerakat Sukamuli dan Pantai Dedalpak yang rncananya akan dijadikan sebaga tapak utama proyek Penambangan Pasir Besi oleh PT Anugerah Mitra Graha. Rencana penambangan itu membuat masyarakat setempat resah sejak tahun 2003 dan ahirnya mereka sepakat untuk melakukan demo besar-besaran pada tahun 2013 dan itu adalah puncak dari pada konflik Rencana Penambangan Pasir Besi tersebut. Konflik itu menyisakan ketakutan yang dalam bagi warga sekitar dan bahkan ketakutan itu masih berkecamuk hingga saat ini.

Untuk mengatasi ketakutan itu, pemuda Dusun Sukamulia yang tergabung dalam ASA Community mengajak warga sekitar untuk melakukan perlawanan secara halus, yakni dengan mengembangkan Patai Pondok Kerakat sebagai salah satu objek wisata alam. Mereka berharap dengan dikembangkannya pantai tersebut sebagai salah satu objek wisata alam maka Pemerintah Daerah tidak lagi melirik pantai tersebut sebagai salah satu lokasi Penambangan Pasir Besi dan mereka (Pemda) bisa membantu mereka dalam mengembangkkannya sebagai salah satu objek wisata alam yang memperkaya destinasi wisata di sekitaran wilayah Kabupaten Lombok Timur.

Rencana itu-pun direalisasikan dengan kerja nyata ASA Community yang menghidupkan tradisi lama (Tradisi Tetulak Peisisi) sebagai wisata budaya dan wisata tahunan di Pantai Pondok Kerakat pada tanggal 31 Desember 2017. ASA Community juga membangun berugak dan beberapa spot poto di sekitaran wilayah pantai. Sejak tanggal 24 Desember 2017 hingga tulisan ini diliris, ASA Community sudah mendirikan 2 berugak dan 3 spot poto dengan cerita masing-masing. Insyallah minggu mendatang 2 berugak dapat terselesaikan sebab saat ini ASA Community sudah mulai merakit dua berugak itu dan dana pembangunan kedua berugak serta spot-spot poto tersebut sepenuhnya dibiayai dari kas warga ASA Community.

Dua berugak yang sudah ada di sekitaran pantai dan tiga spot poto yang ada ternyat dapat memancing minat warga lokal untuk berkunjung dan berwisata di sekitaran pantai tersebut sehingga sejak tanggal 26 Desember 2017, Pantai Pondok Kerakat Sukamulia tidak pernah sepi dari kunjungan warga sekitar dan pengunjung dari berbagai daerah Lombok Timur. Hal tersebut mebuat anak-anak ASA Community semakin termotivasi untuk terus membangun dan mengembangkan Pantai Pondok Kerakat Sukamulia sebagai objek wisata.


Saat ini, Pantai Pondok Kerakat mempunyai satu spot poto andalan. Kami menyebutnya sebagai spot poto andalan sebab spot poto tersebutlah yang paling banyak ditempati berpose oleh para pengunjung dan kemudian mereka mempublikasikan potonya di medsos. Spot poto yang kami maksud adalah Spot Poto Pre Weeding. Spot poto ini dibuat dari bahan kayu dan back ground-nya dibuat dari rangkaian kain sehingga spot poto ini benar-benar menyerupai pelaminan. Tidak di sangka, ternyata spot poto yang dibuat berdasarkan ide dari saudara Soandi ASA dan Asri itu dapat menyita perhatian sebagian besar pengunjung.


Selain Spot Poto Pre Wedding, di Pondok Kerakat juga dibuat Spot Poto Pengintaian Ikan. Spot yang satu ini memang belum terselesaikan sepenuhnya, namun para pengunjung juga senang berpose di sana. Spot poto ini memiliki cerita tersendiri. Pembuatan spot poto ini juga merupakan inspirasi dari Asri dan Soandi ASA. Spot ini disebut dengan nama Spot Poto Pengintaian Ikan sebab nelayan sekitar sering mengintai ikan dari tempat yang agak tinggi supaya mereka bisa melihat ikan dengan jelas dan kemudian menangkapnya dengan kerakat yang mereka miliki. Spot ini berupa sebuah lelanjon (Menara Pendek) yang dari atasnya para pengunjung dapat melihat hamparan pantai lebih luas dan jauh, mereka juga dapat melihat lautan dengan bebas dari atas spot tersebut. Selain digunakan sebagai tempat poto-potoan, spot ini juga digunakan oleh para pengerakat sesuai dengan fungsi awalnya, yakni sebagai tempat pengintaian ikan.


Spot Poto Point Sunrise juga merupakan bagian dari destinasi yang ada di Pantai Pondok Kerakat Sukamulia. Spot poto ini dibuat dari bahan kayu yang sudah cukup lama terendam di dalam air laut. Spot ini dibuat hanya sebagai tempat berpose dengan background matahari terbit dan nongki pada sore hari. Spot ini terlihat ramai atau dipadati oleh pengunjung pada pagi hari minggu.