Surga Tersembunyi Di Selatan Bima

KM,Walet selatan.-  Sepertinya keindahan pesisir pantai diwilayah Kabupaten Bima, tidak bakal habisnya. Terbaru potensi destinasi pariwisata, ditemukan di Desa Sarae Ruma Kecamatan Langgudu Kabupaten Bima.

Rupanya potensi destinasi wisata ini masih “Perawan”. Tidak banyak orang mengetahuinya, karena letaknya cukup tersembunyi berada diantara bukit. Bahkan medan menuju ketempat ini masih tertutup.

Keindahan pantai tersebut belum disentuh oleh pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bima. Yang saat ini tengah fokus pada pengembangan dan promosi destinasi wisata.

Sekretaris Desa Sarae Ruma, Mansyur, mengakui akses menuju ke tempat tersebut masih sulit. Selain jalan belum dibuka, hamparan bukit atau jurang membuat orang berpikir kedua kali mengunjungi tempat ini.

Hanya saja, menurutnya untuk memudahkan warga yang ingin mengunjung supaya bisa menikmati keindahan pantai tersebut. Disarankan menggunakan transportasi laut tradisional, milik warga setempat.

“Pengunjung bisa menikmati harus menggunakan akses laut, memakai alat transportasi tradisional, Boat,” katanya.

Diakuinya, dari wilayah Kota Bima menuju ke Sarae Ruma dibutuhkan waktu selama 8 jam via jalan darat. Hanya saja, tiba di Desa Karumbu harus menyebrang menggunakan perahu tradisional.

“Tepat Desa Karumbu ada sebuah pelabuhan. Dipelabuhan ini warga atau wisatawan yang ke Sarae Ruma bisa naik perahu. Ongkosnya kisaran ribuan rupiah persatu orang,” katanya.

Diakuinya, kendala atau kesulitan pemerintah desa dalam mengembangkan potensi wisata tersebut, adalah persoalan sarana yang belum memadai. Jalan yang menuju pantai, hingga saat ini belum dibuka ataupun diaspal.

“Selaku Pemerintah Desa Sarae Ruma, saya pemerintah Daerah segera membuka kemudian memperbaiki dan mengaspalnya,” katanya.

Selain itu, Mansyur juga berharap, SKPD teknis terkait, dalam hal ini Dinas Pariwisata (Dispar) dapat melirik potensi wisata tersebut. Serta melakukan penataan dan perbaikan sarana pendukung.

“Saya berharap pantai ini bisa dipromosikan supaya dikenal luas dan menatanya dengan baik. Sehingga outputnya dapat menjadi sumber pendapatan desa maupun daerah,” pungkasnya

sebagai tambahan, Sarae Ruma sendiri jika diartikan dalam bahasa indonesia memiliki makna “Pasir Tuhan”. Desa ini adalah merupakan hasil pemakaran dari Desa Karampi pada tahun 2012 silam.

(Uki)

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru