Kalate Mbira Yang Memukau

Pagi hari, perlahan-lahan sang surya keluar dari bilik gunung menyinari kampung Diha. Kampung yang didiami oleh lebih kurang 50 kepala keluarga itu, menyimpan destinasi wisata yang indah nan alami. Di kampung itu, terdapat dua destinasi wisata yang indah nan asri. Tempat itu, warga kampung Diha menyebutnya dengan kalate mbira dan diwu tera. Kenapa disebut kalate mbira? karena (kalate mbira) batu cadas nya membentang merata, layaknya parmadani yang sengaja dibentangkan di lantai-lantai rumah.


Batu cadas yang membentang itu, terbentuk secara alami. Itulah keunikan kalate mbira yang ada di kampung Diha itu. Jika Anda ingin berwisata di kalate mbira ini, maka membutuhkan jarak  tempuh lebih kurang 30 menit dari kampung Diha.

Keindahan gunung yang mempesona di sekitar kalate mbira dan diwutera ini masih hijau alami nan asri. Sejuknya udara yang disuguhkan secara alami menambah kesegaran bagi para pengujung. Air terjun yang mengalir jernih sejuk tiada tara sebagai obat lelah bagi para penjelajah alam. Air itu, sebagiannya sebagai sumber penghidupan warga kampung Diha.


Susunan bebatuan yang tersusun rapi nan alami manambah keindahan bagi para pengunjung. Di samping air yang jernih nan segar, terdapat pula lingkaran kolam renang yang terbentuk secara alami. Di sana, Anda dapat menikmati kesejukkan air dengan berenang di kolam itu.

Untuk menuju ke sana, Anda cukup berjalan kaki, karena belum ada akses jalan yang memadai bagi kendaraan. Namun, warga kampung Diha sedang berusaha keras untuk memperbaiki infrastruktur jalan sehingga bisa akses kendaraan. Sehingga bisa mempermudah para pengunjung yang ingin berkunjung ke kalate mbira dan diwutera itu.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru