Menanti Sunset di Bukit Teletubis


KM. Sukamulia – Sudah lama saya mendengar nama tempat ini namun baru hari ini saya sempat mengunjunginya (Kamis, 02 November 2017). Cerita yang saya dapatkan mengenai pesona bukit mungin ini memang benar adanya. Di puncak bukit mungil yang disebut dengan nama Bukit Teletubis suasan sore hari terasa indah sekali. Di tempat inilah muda mudi Desa Madayin Kecamatan Sambelia dan sekitarnya biasa menunggu momen tenggelamnya matahari (sunset). Saya akui bahwa dari puncak bukit mungil ini matahari yang pulang terlihat indah sekali.


Bukit Teletubis, demikianlah muda mudi Desa Madayin dan sekitarnya menyebut sebuah bukit mungil yang berada di sekitaran Dusun Beburung Desa Madayin Kecamatan Sambelia Kabupaten Lombok Timur itu. Bukit ini berketinggian sekitar 8 meter dari tanah lapang dan luasnya mencapai 10 hektar. Bukit ini berada di sebelah Barat daya Kompleks Tambak Udang Dusun Beburung. Pada musim penghujan datang, bukit ini terlihat hijau sebab arealnya merupakan padang savana yang ditumbuhi oleh rumput hijau dan semak-semak, itulah yang menyebabkan muda-mudi sekitar senang menghabiskan waktu mereka di puncak bukit yang lapang ini.

Bukit berketinggian sekitar 8 meter di atas tanah lapang ini, merupakan salah satu tempat wisata yang difavoritkan oleh muda-mudi sekitar dan bahkan tidak jarang wisatawan dari daerah lain mengunjunginya. Di Bukit Teletubis pengunjung dapat menikmati destinasi wisata berupa view tanah lapang di bagian Utara bukit, gugusan Gunung Rinjani yang berbaris seperti lukisan yang berada di bagian Barat, tambak udang di bagian selatan bukit dan view pantai pada bagian timur bukit.


Meski pada musim kemarau, bukit ini tetap ramai dikunjungi oleh muda-mudi sekitar sebab bukit kecil dengan puncaknya yang lapang ini memang asyk sebagai tempat menunggu matahari tenggelam. Dari atas bukit pengunjung dapat menikmati indahnya suasana matahari tenggelam yang di mana mataharinya pelan-pelan tenggelam di antara gugusan bebukitan yang ada di sebelah Barat Daya Gunung Rinjani yang kelihatanya senantiasa berdamping mesra dengan Gunung Sangkareang.


Bukit ini berada sekitar 100 meter dari pinggir Jalan Raya Madayin – Sembalun sehingga pengunjung tidak perlu berjalan kaki dan atau terlalu menghabiskan tenaga untuk sampai di puncaknya. Di bawah bukit ini terdapat tanah lapang dengan konstruksi agak bergelombang sehingga lokasinya cukup potensial untuk dijadikan sebagai tempat bermain motor cros. Pengunjung juga bisa langsung membawa kendaraan bermotornya hingga puncak bukit.

Setiap sore, bukit ini selalu diramaikan oleh muda-mudi yang senang bercengkerama dengan alam dan rindu akan indahnya suasa matahari tenggelam. Di atas puncak bukit yang lapang, pengunjung dapat menyaksikan perjalanan matahari menuju pulang. Pada musim kemarau, dari puncak bukit ini pengunjung akan selalu melihat indahnya sunset yang sempurna, di mana mataharinya kelihatan bundar dengan warna kuning kemerah-merahan. Tempat ini juga cocok dijadikan sebagai tempat perkemahan sebab puncak bukit tersebut lapang dan bersih.

_By. Asri The Gila_

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru