Wisatawan Rugi Kalau Tak ke Masmas

Purna, adalah nama seorang pelaku wisata  di Selong Belanak yang sudah beberapa kali membawa tamunya ke Desa Wisata Masmas, seperti yang dilakukan hari ini, ia membawa pasangan muda yang berasal dari Swedia.

Dari sejak registrasi kedua pasangan tersebut kelihatan sangat senang, terlebih saat keduanya diajarkan cara memasang sarung yang menjadi keharusan bagi setiap tamu yang datang. Begitu juga ketika keduanya diajak kesekolah maupun ketika diajak menyusuri persawahan, keduanya sangat aktif, berbagai hal di tanyakan yang tentu saja dijawab oleh guide local dengan sangat memuaskan bagi setiap tamu yang dipandu.


Keduanya benar-benar merasa diberikan pengalaman baru yang sulit untuk mereka lupakan, apa saja kegiatan petani yang ditemukan ketika menyusuri persawahan kepingin mereka coba, mereka seolah tidak peduli dengan pakaian mereka yang akan kotor pun juga mereka tidak peduli dengan tubuhnya yang akan gatal-gatal ketika memanggul tumpukan padi. Semuanya mereka coba sambil tertawa kegirangan.

Demikian senang dan gembiranya mereka, sehingga waktu yang biasanya ditempat 2 sampai 4 jam menjadi lebih, padahal mereka hari itu akan terus melanjutkan perjalanan tour mereka ke benang stokel, narmada dan ke Mall epicentrum di mataram.

Ketika mereka mengakhiri tour dan diminta menulis kesan pesan pada buku tamu yang disediakan, mereka mengingkapkan kegembiraan mereka dan kesan yang tidak akan pernah mereka lupakan karena baru kali ini mereka dapat merasakan bagaimana petani mencari sumber penghidupan yang sesungguhnya tidaklah ringan. Mereka juga berjanji akan terus menceritakan keberadaan desa Masmas pada setiap keluarga, sahabat atau siapa saja yang mau touring ke Lombok bahkan mereka sanggup untuk merekomendasikan mereka.


Mereka sangat resfect terhadap kegiatan masmas bukan hanya karena mereka mendapatkan pengalaman baru tapi juga karena mereka mendapatkan penjelasan kalau kegiatan ini dikelaola pure social, mereka dapat melihat langsung kemana setiap keuntungan yang didapat diperuntukkan. Mereka sangat meyakini itu karena mereka sendiri melihat guide local yang memandu mereka membayarkan mereka pada setiap destinasi yang dituju dari uang registrasi yang mereka sudah serahkan ketika  baru nyampai sebelum mereka dipasangkan sarung.

Dibagian akhir tulisannya ia menulis yang artinya, “sangat rugi bagi para wisatawan yang datang ke lombok ini kalau mereka tidak datang ke masmas untuk mengetahui real life masyarakat yang sangat ramah yang tidak mungkin akan ditemukan ditempat lain”. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru