Teletubis, Bukit Indah Bersejarah


KM. Sukamulia – Bukit Teletubis, demikianlah muda-mudi sekitar Kecamatan Pringgabaya menyebut deretan empat bukit kecil yang berada di wilayah administratif Desa Anggaraksa Kecamatan Pringgabaya. Dibalik indahnya pemandangan di sekitaran bukit, ternyata tersimpan cerita sejarah mengenai keberadaan Kedatuan Munjung dan hubungannya dengan Ksultanan Sumbawa Taliwang. Keindahan dan cerita sejarah yang disimpannya membuat bukit ini sangat potensial untuk dikembangkan menjadi objek wisata alam dan wisata sejarah. Jika anda penasaran dengan bukit ini, baca selengkapnya dan segeralah berkunjung guna menikmati keindahannya.

Nama Bukit Teletubis ditenarkan oleh muda-mudi Desa Anggaraksa dan sekitaranya sejak awal tahun 2016 dan pada awal tahun 2017, nama Bukit Teletubis betul-betul buming dan tidak pernah sepi dari kunjungan triper dari berbagai wilayah pulau Lombok dan bahkan pengunjung dari luar pulau Lombok.

Bukit ini ditenarkan dengan nama Bukit Teletubis karena bukit tersebut tidak terlalu tinggi dan terdiri dari gugusan empat bukit yang dipisahkan oleh lembah yang tidak begitu dalam. Yaaaa tentunya anda ingat mengenai Film Teletubis yang tenar pada sekitaran tahun 2000, dalam film itu terdapat 4 orang tokoh utama (Tingki Wingki, Dipsi, Lalaa dan Po). Ke empat tokoh itu biasanya bermain dan melihat matahari terbit dan tenggelam di atas bukit. Nah… di atas bukit ini juga pengunjung dapat menyaksikan matahari terbit (Sun Rise) dan matahari tenggelam (Sun Set).

Bukit Teletubis berbaris dengan arah utara selatan dan puncaknya berada di sebelah barat. Barisan bukit ini terlihat hijau indah menawan dengan puncaknya yang datar dan luas. Seluruh bukit memiliki luas sekitar 40 hektar dan dipenuhi oleh rerumput hijau yang terhampar seperti permadani hijau dengan hamparan kebun kelapa yang mengelilingi kakinya. Sebagian wilayah bukit sudah dijadikan sebagai lahan pertanian oleh warga Desa Anggaraksa.


Dari atas bukit kita pengunjung dapat menyaksikan indahnya panorama alam sekitar. Di sebelah timur, pengunjung dapat melihat hamparan pohon kelapa nan hijau dan gugusan Gunung Tambora yang terlihat bergandeng mesra. Di sebelah timur juga terlihat Gili Lawang yang berada di tengah laut Selat Alas.


Di sebelah barat, pengunjung dapat melihat hamparan padang rumput nan hijau dan lahan perkebunan kelapa warga sekitar yang berada di wilayah kaki bukit. Di senjahari hari, pengunjung dapat menyaksikan indahnya suasana matahari yang terbenam di upub barat (sun set).


Di sebelah utara dan barat daya, pengunjung dapat melihat birunya gugusan Pegunungan Rinjani dan Gunung Sangkareang yang menjulang tinggi. Pengunjung juga dapat melihat indahnya gugusan perkampungan warga Kecamatan Pringgabaya yang kelihatanyya berada di tengah-tengah perkebunan kelapa. Pemandangan di wilayah selatan bukit juga tidak kalah indah dan menarik untuk disaksiakan.


Satu hal yang membuat pengunjung tertarik untuk menapakkan kaki di atas Bukit Teletabis, hai itu adalah adanya danau kecil bekas penambangan pasir yang berada di sebelah timur kaki bukit. Jika kita berdiri di atas dua bukit yang berada di tengah-tengah, kita seakan-akan berdiri di atas Bukit Pelawangan Sembalun sebab dari atas bukit ini kita dapat melihat danau kecil yang menyerupai sagara anak dengan airnya yang hijau. Itulah sebabnya para pengunjung tidak akan melewatkan kesempatan itu untuk mengabadikan gambar kunjungannya.