Warga Austria Mulai Datang ke Masmas

Malam itu saya ditelpon oleh nomor yang tidak Saya kenal, Dia langsung mengatakan dalam Bahasa Inggris, “Hallo....., Habib, ini Saya Moni dari Austria, yang beberapa waktu lalu pernah menikmati keindahan Masmas, dua hari lagi ada dua orang teman Saya dari Austria, Dia akan Saya ajak ke Masmas, bisakah Pak Habib menjemputnya nanti di Bandara?”, katanya bersemangat sekali. “Oh tentu, tapi bagaimana Saya tau kedua temanmu itu?”, “Saya sekarang ada di Bali dan pada hari itu, saya akan datang ke tempat Bapak, lalu kita pergi bersama-sama ke Bandara”, “OK!, kalau begitu saya tunggu kedatangan Moni di tempat Saya”, “Ok By” katanya menutup pembicaraannya.

Dihari yang ditentukan, paginya Moni sudah nelpon lagi, “Pak Habib berapa lama dari tempat pak Habib menuju Bandara?”, “lebih kurang 45 menit”, jawab Saya. “ teman Saya itu akan nyampai di Bandara sekitar jam 21. 15, dan Saya akan nyampai di tempat Pak Habib sekitar jam 19.00”. Mendekati waktu yang dijanjikan, Moni belum belum juga nyampai, sampai Hp Saya berdering lagi dari nomor yang sama, “Pak Habib, Saya mungkin tidak bisa nyampai tepat waktu karena kapalnya lambat nyandar, jadi Pak Habib pergi saja sendiri, nanti Saya kirimkan photo teman Saya itu supaya Pak Habib bisa mengenalnya”.

Karena waktu sudah hampir mepet, maka Saya langsung saja meluncur karena dari sebelumnya memang sudah standby. Sampai di Bandara waktu sedikit lagi akan menunjukkan pukul 21. 15, setelah parkir kendaraan, Saya buru-buru menuju pintu kedatangan para penumpang. Dan baru saja saya nyampai di patung peresean yang sudah rusak yang menjadi icon Lombok International Airport yang disingkat LIA yang sebelumnya bernama Bandara International Lombok yang disingkat BIL. Beberapa orang sudah keluar dari pintu kedatangan penumpang.  Dan dari gerombolan penumpang tersebut nampak dua orang cewek berambut pirang sedang dikerumuni para sopir travel dan taxi. Sayapun ikut menghampiri, setelah nyampai di depannya saya membandingkan dengan photo yang ada di Hp saya. Saya cukup lama membandingkan kedua cewek yang ada dihadapan saya itu dengan photo yang dalam Hp tapi belum juga berani mengambil kesimpulan sampai salah seorang sopir menegur saya, “ini tamu Bapak?”,  “ saya belum berani pastikan karena tidak sama dengan photo ini”, kata saya sembari memperlihatkan photo tersebut kepada sang sopir, “Coba saja bapak tanyakan sama dia langsung, kemungkinan ia” kata sopir itu memberikan jalan pada saya utuk maju menghampiri sang tamu. Sayapun maju menghampir lalu bertanya, “Mohon maaf, siapa nama anda?”, Saya sandra dan ini teman saya melani, anda habib?, katanya penuh ceria. “ia saya habib, sory saya agak pangling karena wajah anda beda dari photo yang Moni kirimkan”, Oh ya, senang bertemu Anda Habib”. Sayapun membawa keduanya menuju mobil dan langsung meluncur dengan tanpa banyak bicara kecuali hanya menawarkan kepada mereka dengan mengatakan, “kalau anda butuh sesuatu, anda bisa menyetop saya” lalu dia bilang, “ Oh tidak terimakasih”. Lebih kurang 45 menit kamipun nyampai.

Sebelum tidur keduanya disuguhkan makan malam. Dan baru saja mereka akan mulai menyantap makan malam, pintu gerbang di gedor orang sambil mengatakan Assalamualaikum, ternyata yang datang adalah moni yang diantar oleh dua orang pengojek sekaligus gaednya dari gerung lombok barat. Merekapun akhirnya makan malam termasuk dengan ojeknya sekalian.

Demikian senangnya mereka dengan segala keramah tamahan warga juga dengan paket yang ditawarkan di Masmas, membuat mereka pingin berlama-lama nginap di Masmas, tapi karena waktu mereka akhirnya nginap selama dua malam. lalu ketiganya diantar ke Bangsal karena mereka akan menuju salah satu gili disana. Begitu nyampai salah seorang diantara ketiganya bertanya, “berapa saya kasi ongkos, Pak Habib”, “berapa saja terserah, asal cukup untuk beli bensin” kata saya tidak mau menentukan. “500 cukup?”, “Ia, Ia itu sudah cukup” kata saya sambil tersenyum, merekapun mengulurkan uang sejumlah 1.200.000, “ini terlalu banyak, ini sudah lebih dari ongkos”, tidak apa ini sebagai tanda terimakasih saya karena saya sangat senang dengan paket wisata yang ada di tempat bapak”, sayapun menimpali, “itu kan sudah anda bayar, untuk tournya untuk nginapnya, jadi tinggal ongkos saja”, begini saja saya ambil uang ini 800 sisanya saya kembalikan sebagai tanda trimakasih saya juga, karena anda selama dua hari sudah mau mengajarkan para pemuda ditempat saya bahasa Jerman. Sekalipun mereka keliatan keberatan akhirnya mereka terima juga dan kamipun berpisah tentu setelah keduanya berjanji bahwa akan merekomendasikan siapa saja yang ereka temukan yang mau berlibur ke lombok untuk datang ke desa wsiata masmas. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru