Senja di Pantai Gading, Alternatif Murah Melepas Bising

Membayang kota mataram sebagai sebuah kota sentra pemerintahan, sedikit banyak terlukis adanya kebisingan kota. Jenuh melanda menyaksikan gesitnya langkah pekerja. Sedikit waktu tersisa di tengah kesibukan, untuk sejenak berhenti dari riuh kegaduhan mengais rejeki. Usai sibuk dengan pekerjaan menumpuk, dan sedikit waktu mengikis letih, terbayang segar jika dapat bergumul dengan alam. Menyaksikan keindahan, pastinya untuk mengumpulkan energi baru demi melangkah kembali di antara ikhtiar kehidupan. Menikmati liburan sejenak, berkunjung ke suatu tempat menjauh dari kegaduhan menepis kegundahan. Tentu menjadi masalah, jika kantong tak lagi penuh pada saat-saat akhir penantian datangnya tanggal gajian. Sebuah ruang murah yang dapat menjadi alternatif untuk tetap mendapat yang diinginkan tanpa harus merogoh kocek terlalu dalam. 

Suguhan panorama alam, sebuah wacana senja seringkali menjadi idola. Ruanh kota, cenderung jauh dari cakap kata tentang ruang wisata. Itu stigma nyata yang bercokol di banyak pikir kepala kita. Nampaknya, pandangan demikian tak ubahnya bak mitos belaka. Manakala kita hadir di antara tatanan kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Di antara sudut kota Mataram (NTB), ketika melaju di sepanjang jalan lingkar kita akan menyaksikan sebuah papan tulisan panjang. "PANTAI GADING" namanya, sebuah destinasi wisata yang cukup dekat dengan kawasan perkotaan. Hanya sepuluh menit dari pusat pemerintahan dan keramaian. Melangkah menuju kawasan ruang itu, seolah kesibukan kota sekilas terlupakan. Menjadi pilihan layak untuk sekedar melepas penat, ketika hadir dalam bisingnya wacana kota. Sapuan angin yang begitu lembut, gelegar hadir menyapa daratan, pun panorama senja terpampang cukup menjadi ruang menuang kekaguman pada alam. 

Pantai Gading, menjadi pilihan yang sedikit berbeda dari tempat lainnya. Jika kebanyakan orang berfikir bahwa pantai sarat dengan sorotan terik matahari yang menyengat, itu tidak berlaku di sini. Pohon lebat masih tegak berdiri di sepanjang pantai, yang menjadikan suasana di tempat ini terasa teduh. Menikmati alur ombak dengan suasana teduh, menjadi solusi bagi orang-orang yang hendak menikmati suasana pantai dan enggan untuk berpanas-panasan. Selain pepohonan nan rindang, beberapa berugak terpajang dapat menjadi lokasi bercengkerama yang asik.

Menikmati ruang Pantai Gading, tidak membutuhkan biaya mahal. Duduk di antara tikar tergelar bebas pajak, dengan segelas kopi atau teh cukup untuk tGerjaga menatap senja. Jika kemudian perut terasa lapar, banyak penjaja makanan yang hadir di sana. Tentu saja dengan harga yang sangat terjangkau. Menikmati plecing kangkung khas Lombok atau ikan bakar segar tidak akan menghabiskan uang lebih dari dua puluh lima ribu rupiah. Itupun cukup untuk berdua atau bertiga dengan takaran rata-rata. Kanggung yang segar berpadu aroma sambal terasi dan tomat bersanding dengan ikan bakar segar membuat kita betah terjaga di sana. Menyaksikan perjalanan matahari terkubur di cakrawala barat.

Pelan matahari berjalan, membias rupa warna langit senja. Biru, putih, jingga, segala bertebar menyapu keletihan dalam keseharian. Usai beraktifitas, Pantai Gading merupakan tujuan menarik untuk melepas penat. Tidak perlu mengeluarkan banyak uang, di sana kita dapat rasakan keramahan alam dan masyarakat di sekitarnya. Semua berlangsung dengan sempurna, hingga senja tiba pun siang menjadi malam. Hadir di antaranya seakan kembali memompa energi hidup yang telah terkuras untuk kembali menatap masa. Hadir di sana sejatinya kita tidak akan kecewa, dan segalanya sepadan dengan yang kita harapkan.  () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru