Pesona Desa Sajang Sembalun

Awal tahun, adalah saat terbaik awal untuk memulai aktifitas. Dibutuhkan pikiran yang jernih, otak yang sehat serta semangat yang membara agar bisa fokus terhadap tujuan-tujuan yg ingin dicapai. Salah satu cara untuk mendapatkan hal-hal tersebut adalah dengan memanjakan otak dan pikiran untuk menghirup udara yang bersih, melihat pemandangan yang indah dan menikmati liburan. Tahun ini saya memilih Sembalun sebagai tempat mengistirahatkan fisik dan pikiran dari kejenuhan rutinitas. Tepatnya di desa Sajang Sembalun

Sajang adalah desa dengan potensi perkebunan yang berlimpah. Desa yang berada di ketinggian tersebut memiliki tanah yang sangat subur. Pak Indrawan yang rumahnya kami singgahi mengatakan bahwa tanah di Sajang bisa ditanami kopi, cengkeh vanili, kakao, jahe, durian, manggis, kelengkeng, leci, strobery, dan apel. Apel jenis ana dan  manaligi adalah dua jenis apel yang bisa tumbuh dengan subur di tempatnya. Pak Indrawan menunjukkan kepada saya photo beberapa pohon apel yang sedang di panen dengan buah berlimpah. Menurutnya aktifitas memanen apel di poto tersebut terjadi tahun lalu di kebun garapannya. Saat ini ia menanam 600an lebih pohon apel di belakang rumahnya. Pagi hari kami diajak untuk melihat-lihat pohon apel yang berusia sekitar satu tahun tersebut. “Tahun ini pohon apel yang masih kecil ini sebetulnya sudah bisa berbuah” kata pak Indrawan, sambil menunjukkan beberapa pohon yang sudah ada buahnya tapi masih kecil. Meski bisa berbuah pak Indrawan tidak mau memaksa pohon yang masih kecil itu untuk berproduksi. “Kasihan pohonnya masih kecil-kecil” katanya.  Jika di amati, pohon-pohon apel tersebut memang masih berukuran kecil. Agaknya batang-batang pohonnya tidak akan kuat menyangga buah apel jika berbuah, apalahi berbuah banyak.

Yang paling mengesankan dari Sajang adalah udara yang bersih dan dingin. Udara seperti itu tidak bisa kita dapatkan di Mataram yang cenderung panas dan udara yang kotor dipenuhi polusi kendaraan dan pabrik. Selain itu Sajang juga menjadi pintu masuk kawasan taman nasional Gunung Rinjani. Jalan setapak menuju Rinjani juga memiliki Gerbang yang bagus di Desa itu. Hingga menjelang siang, saya dan keluarga masih asyik menikmati udara pagi sambil memandangi kemegahan puncak Rinjani dihadapan kami. Sajang adalah pilihan tempat menghabiskan waktu liburan yang sunyi dan menawan. () -02

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru