Bukit Anggaraksa, Pesona Yang Terpendam.

KM.Anggaraksa. Bukit Anggaraksa nan indah, luas perbukitan ini mencapai 40 Ha. Keindahan bukit ini telah menarik perhatian banyak kalangan, terbukti dengan banyaknya pengunjung yang datang untuk mengabadikan situasi perbukitan yang memikat hati ini. Alasan dari kunjungan pencinta lingkungan indah ini adalah bentuk perbukitan yg cukup unik, selain itu pada pagi hari ketika melihat kearah timur maka yang terlihat adalah hamparan kebun kelapa, laut (selat alas), dan indahnya suasana terbitnya matahari (sunrise) pada pagi hari. Luasnya laut yang membiru terlihat seperti mengepung hamparan gundukan bukit yang mengapung diatas samudera. Pada saat perahu nelayan dan kapal pengangkut batubara melintas di selat alas semakin menambah indahnya pemandangan dibagian timur perbukitan Anggaraksa ini. Sedangkan pada saat pandangan diarahkan kebarat maka lagi lagi kita disuguhkan pemandangan yang sangat menakjubkan yaitu lahan perkebunan yang menghijau, indahnya lekukan gunung Rinjani dan mempesonanya matahari tenggelam (sunset) pada sore hari. Momen-momen seperti inilah yang banyak diminati oleh para pengunjung untuk bisa mengabadikan suasananya. Sebagian masyarakat pecinta lingkungan yang sadar dengan kondisi ini sangat menyayangkan adanya penambangan bukit oleh perusahaan-perusahaan yang tidak memiliki izin penambangan. Keindahan bukit Anggaraksa semakin nampak ketika musim hujan tiba, rumput-rumput liar seperti berpesta pora tumbuh bermunculan diatas perbukitan dan lerengnya. Musim ini juga menjadi musim yang sangat ditunggu-tunggu oleh para petani guna memanfaatkan lahan yang menghijau ini untuk ditanami ubi jalar dan kacang tanah, suasana inipun menambah keramaian diatas perbukitan. Pondok-pondok kecil pun menjadi tempat yang terasa nyaman untuk berteduh saat turun hujan maupun ketika teriknya matahari, tiupan angin sepoi tak kalah perannya untuk memperindah suasana diatas bukit Anggaraksa. Dengan ditambangnya perbukitan ini telah memupuskan harapan masyarakat dan pengunjung atas upaya menjadikan bukit Anggaraksa sebagai area wisata sebagaimana program pemerintah kabupaten Lombok Timur dan pemerintah daerah Propinsi Nusa Tenggara Barat dengan digalakkannya wisata halal. Beberapa upaya yang telah ditempuh guna mempertahankan keberadaan bukit Anggaraksa ini adalah sebagai berikut : 1. Permohonan kepada pemerintah propinsi NTB untuk tidak menerbitkan izin atas penambangan galian C atas beberapa perusahaan didesa Anggaraksa 2. Membentuk Komunitas Cagar Budaya "pemban mas ilang mudung" untuk mengelola situs makam dan gua Anggaraksa. 3. Permohonan kepada pihak polisi pamong praja kabupaten Lombok Timur untuk menertibkan penambang yang tidak mengantongi izin. Namun hal ini belum ada hasil, karena terlihat pihak perusahaan terus melakukan penambangan di bukit Anggaraksa, yang telah banyak mendapat perhatian dari berbagai kalangan termasuk dengan dikunjunginya bukit, gua dan makam Anggaraksa oleh dinas Kebudayaan dan Pariwisata kabupaten Lombok Timur pada hari Sabtu 24 Desember 2016. Dalam kunjungan tersebut pihak dinas Kebudayaan dan Pariwisata sangat mengagumi indahnya perbukitan didesa Anggaraksa ini, sehingga mereka sangat berharap bisa mengembangkan wilayah yang berpotensi ini sebagai area wisata. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru