Matahari Pagi Di Bukit Nanggi

Mendaki memang menjadi incaran anak muda sekarang, entah dari bukit hingga pegunungan-pegunungan tinggi untuk dijadikan moment kenangan. Pulau Lombok memiliki wisata alam yang luar biasa termasuk juga gunung rinjani yang menjadi Geopark Dunia. Gunung rinjani yang merupakan ikon pulau Lombok ini memang sudah terkenal didaerah-daerah tertentu. Banyak wisata asing yang mendaki tidak merasakan kecewa, meskipun rintangan yang cukup melelahkan tapi akan terbayar jikalau sudah di puncaknya. Namun kali ini saya tidak akan membahas indahnya gunung rinjani, tapi Bukit tertinggi di Desa Sembalun yaitu Bukit Nanggi. Bukit Nanggi merupakan Bukit tertinggi di desa sembalun dengan ketingian 2300 mdpl. Siapa yang tidak kenal dengan Bukit Nanggi ini yang memiliki keindahan luar biasa, dengan Mendaki selama 4 jam pendakian. Tidak jauh berbeda dengan bukit-bukit lainnya, Bukit Nanggi menyuguhkan pemandangan yang sangat indah. Dari puncak Nanggi kita bisa melihat ikon pulau Sumbawa yaitu Gunung Rinjani dan view desa Sebalun, bukan itu saja, akan tetapi dikejauhan sana kita bisa melihat Gunung Tambora yang menjadi ikon pulau Sumbawa dan trio Gilli yang sangat anggun. Mendaki selama 4 jam memang waktu yang cukup lama, apalagi keseringan istirahat selama perjalanan sembari melihat keindahan disepanjang perjalanan yang sangat elok, seperti hamparan hutan, padang savanna, dan air terjun banjer, berbeda dengan bukit yang lain seperti bukit pergasingan yang tidak terlalu lama pendakian. Namun setelah 4 jam perjalan pendakian, baru kita bisa merasakan indahnya jika sudah sampai puncak Nanggi. Memang sangat luar biasa, dan bagaimana tidak jika seorang pendaki menginginkan Nanggi untuk dijadikan momentum SUNRISE. Waktu itu saya bersama sahabat-sahabat saya memulai perjalanan setelah selesai shalat isa. Berjalan dari posko dan tidak lupa untuk berdoa dan kamipun mulai menempuhnya, karena penasaran dengan cerita-cerita yang sering saya dengar, itulah yang membuat saya tertantang untuk mendaki meskipun itu baru pertama kali. Jam perjam kami lewati yang diterangi beberapa senter membuat kami tertantang untuk berpetualangan malam hari. Berhenti dipos-pos untuk istirahat minum sambil menikmati indahnya view sembalun yang hanya bola lampunya saja, tapi itu adalah pemandangan yang luar bisa bagi kami. Berjalan sekitar 4 jam memang sangat melelahkan, akan tetapi semua terbayar dengan indahnya di sekitar itu dan Api unggun dan beberpa tenda yang saya lihat dipundak Nanggi itu. Sampai dipuncak kami mulai memasang tenda untuk istirahat dan membuat api unggun untuk menghangatkan badan. Beberap menit pembuatan akhirnya selesai juga, dan kamipun mulai untuk beristirahat karena besok pagi harus bangun pagi untuk melihat indahnya matahari pagi (SUNRISE). Keinginan untuk istirahat beberapa jam tapi tidak bisa, karena angin ynag keras membuat badan terasa menggigil kedinginan, akhirnya saya berpikir untuk tidak tidur dan duduk didepan api yang sangat panas guna untuk menhangatkan badan. Itupun saya lakukan untuk tidak ketinggalan dari moment yang paling ditunggu para pendaki yaitu sebuah sinar matahari pagi (SUNRISE). Menunggu selama beberapa jam akhirnya moment itupun muncul, dan target untuk poto-poto ketika matahari muncul akhirnya dapat juga. Matahari pagi dipuncak sembalun memang sangat luar biasa. Tidak salah memang kami muncak disini. Keindahan Bukit Nanggi memang kami inginkan, itupun cocok untuk mengilangkan rasa setres setelah beberapa hari bekerja. Muncak bersama sahabat apalagi bersama pacar tambah luar biasa ketika sampaikan salam dari kertas bilang I Love you dan kemudian di eksplore di media social. Itu sebuah kebanggan luar biasa berdiri dipuncak nanggi. Dan buat yang belum gak nyesel deh untuk muncak ke bukit nanggi malah gak mau pulang dari Nanggi.

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru