Berburu Sunset di Trawangan

Langit mulai menyuram. Tebaran mega mengambang di atas pohon-pohon kelapa nan rimbun. Angin senja membisiki waktu. Para pekerja mulai berganti shif. Burung—burung yang sedari pagi beterbangan, mulai pualng ke sarangnya. Mereka mungkin tak saling mengenali dalam cuaca yang menggelap. Buru-buru kaki saya mengayuh sepeda, menuju bibir pantai di sebelah barat Gili Trawangan. Saya ingin menyaksikan matahari tenggelam sore ini.

Matahari tenggelam merupakan momen penting yang banyak diburu para wisatawan.  Mengapa moment ini penting.? Bagi saya, senja di Trawangan adalah pengalaman menarik yang tidak boleh dilewatkan. Duduk  di atas pasir putih sambil menatap matahari yang pulang ke Peraduan adalah hal yang istimewa. Jika beruntung kita bisa melihat wajah Bali dalam Siluet gunung Agung yang menjulang gagah. Menikmati Sunset bersama teman teman, atau bersama keluarga akan membuat suasana perasaan menjadi lebih tenang dan nyaman. Udara yang bersih, debur ombak yang tenang, saujana senja nan memikat jiwa, adalah barang  yang mahal. Ketenangan semacam itu, sulitlah didapat oleh mereka yang tinggal di antara kebisingan dan hiruk pikuk kota yang membuat suasana perasaan menjadi stress setiap hari.

Di sepanjang pantai barat Gili Trawangan terdapat beberapa ayunan tempat para wisatawan menikmati senja. Mereka berpose dengan berbagai gaya layaknya para model. Sementara temannya mengabadikan ekspresi  para wisatawan tersebut dengan menggunakan telepon pintar. Ada juga para wisatawan yang meminta bantuan kepada orang lain seperti pemandu wisata, sopir, ada siapa saja yang kebetulan berada di dekat mereka. Selain ayunan, terdapat kafe dan bar yang menyajikan music music reggae  dan Samba secara life di pinggir pantai. Sebagian besar para tamu yang hadir, menghadap ke pantai. Mereka yang datang dari berbagai negara seakan saling kenal mengenal  antara satu dengan lainnya.

 

Saya sendiri memilih duduk  di atas pasir putih, sambil menatap matahari yang tenggelam bersama dua orang teman sambil menikmati minuman ringan. Di sekeliling saya terdapat banyak orang dengan berbagai aktivitas. Ada yang terlihat berkali-kali menekan tombol kamera, ada yang berkuda dipinggir pantai, ada yang bermain bola, ada pula yang sekedar duduk dan menikmati makanan ringan seperti saya. Senja di Trawangan bisa juga menjadi ladang Ilham bagi mereka yang memiliki kepekaan dan rasa seni dalam jiwanya. Suasana yang nyaman dan damai akan memacu otak untuk menggali ide berkarya. () -03

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru