Hutan Monyet Pusuk, Wisata Persinggahan

Hutan Monyet Pusuk adalah kawasan wisata flora dan fauna yang membentang di kaki Gunung Rinjani pada bagian barat. Kawasan wisata flora dan fauna yang sungguh menabjukkan ini, yang mana masyarakat sekitar menyebutnya sebagai “Pusuk Pass”.

Pusuk dalam bahasa sasak adalah puncak. Dalam hal ini sebuah obyek wisata flora dan fauna yang terletak di atas pegunungan, yang mana masih merupakan kawasan kaki Gunung Rinjani. Pada kawasan wisata ini, sebuah badan jalan panjang yang terbentang , nenanjak dan berliku dengan mengikuti kondisi geografis dari pegunungan hutan itu sendiri.

Wisata flora dan fauna yang ramai dikunjungi oleh wisatawan ini merupakan wisata persinggahan dengan menampilkan sensasi yang bebeda dengan obyek wisata lain yang ada di Pulau Lombok. Bagi pengendara yang sedang melintas di jalan pusuk, ataupun wisatawan  yang melintas di kawasan ini jarang yang tidak mampir untuk menikmati suasana alam yang menghijau dan sejuk.

Pada kawasan hutan lindung yang rimbun ini, berbagai jenis tumbuhan tropis yang tumbuh dengan lebatnya, seperti pohon mahoni, pohon garu, pohon sonokeling, pohon piling, pohon terap, pohon kumbi, dan lain-lain. Selain itu, beraneka ragam jenis pohon yang berbuah yang mana paling disenangi oleh monyet.Keberadaan tumbuh-tumbuhan yang alami ini membuat udara sejuk, dan tak ada polusi. Tentu sangat cocok buat kesehatan tubuh, teruma untuk menstabilkan kondisi paru-paru.

Hutan lindung yang masih alami dan terjaga ini merupkan juga sebuah tempat yang asyik untuk bercengkerama dengan monyet-monyet jinak yang berekor panjang. Ratusan kawanan monyet  liar  penghuni hutan yang selalu berjejer di pinggir jalan untuk  menunggu oleh-oleh berupa makanan dari pengendara atau wisatawan yang akan mampir bercengkerama dengannya.

Kawanan monyet di Hutan Pusuk tidak jahat. Mereka pun sudah terbiasa didatangi oleh wisatawan, sehingga mereka selalu tampil jinak dan bersahabat. Olehnya itu, bila melintas di kawasan jalan pusuk tidak perlu berbuat kasar pada kawanan monyet tersebut. Mereka sengaja keluar dari hutan dan menjejerkan diri di tepi jalan demi untuk menyambut kedatangan wisatawan dan mengharapkan balas kasihan. Begitupun juga jika melintas di tempat ini, sebaiknya berhati-hati karena selain fisik jalan yang berkelok-kelok, juga banyak sekali kawanan monyet yang berkeliaran.

Keberadaan hutan monyet pusuk sebagai obyek wisata tentu pula berdampak terhadap perekonomian masyarakat sekitar. Di tempat ini banyak ditemui pedagang makan dan minuman. Olehnya itu, jika anda ingin menikmati suasana alam hjau yang sejuk  dan bercekerama dengan kawanan monyet jinak di tempat ini, anda pun dapat menikmati makanan atau jajanan yang tersedia di pinggir jalan.  Mulai dari makanan ringan, nasi kaput, dan juga berbagai macam minuman, seperti tuak manis yang masih segar, karena langsung diambil dari atas pohon yang ada di tengah hutan pusuk ini. Selain itu, berbagai jenis minuman, baik yang dingin maupun yang hangat dapat dinikmati di tempat ini.

Mengenai rute perjalan menuju ke tempat ini, yang mana jika kita beranjak dari Kota Mataram, kita dapat melewati jalur Senggigih atau pun lewat Gunung Sari dengan hanya membutuhkan waktu sekitar tiga puluh menit perjalanan. () -05

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru