Testimoni Wisman Tentang Masmas

Samuel dan Fanlan adalah pasangan asal Belgia yang pagi kemarin membooking paket wisata Masmas lewat sopir sekaligus guide asal Ampenan yang bernama Anwar, yang memang sudah lama berlangganan dengan paket wisata masmas.


Anwar, demikian nama sopir dan guide yang bertubuh tinggi besar yang sudah sangat sering membawa tamu asal  mancanegara ke masmas terutama Francis, Belgia Jerman dan Austria. Menurut Anwar, Ia sangat senang bawa tamu ke Masmas karena beberapa alasan, “pertama,  karena setiap tamu yang saya bawa kesini selalu puas karena alamnya, keramahan warganya juga karena menu khas yang dihidangkan sangat enak, kita sendiri selaku sopir atau guide bisa istirahat karena tamu kita sudah di handle oleh guide local yang sangat ramah dan sangat mengenal medan. ketiga tentu karena tamu saya puas, maka mereka juga akan memberikan tip yang selalu lebih dari biasanya saya bawa mereka ke tempat lain, ke empat karena saya tau persis pengelolaan kegiatan ini adalah pure social dan sangat transparan sehingga kalau misalnya saya ada rizki lebih, saya juga tidak khawatir untuk memberikan lebih karena saya tau persis untuk apa uang itu dipergunakan, semuanya tidak ada yang mengarah kepada bisnis individu seperti di tempat-tempat lain”, demikian Guide tembem juga berkumis tebal ini menjelaskan panjang lebar saat ngobrol-ngobrol sama pengelola di berugak tempat ia menunggu tamu keliling kampung.

Ungkapan serupa ternyata tidak Cuma diungkap oleh Anwar seorang, tapi juga oleh beberapa pemilik travel, guide dan sopir yang pernah mengantar tamu ke masmas. Seperti Mustike Misalnya, ia seorang guide khusus Prancis yang juga sering bawa tamu ke Masmas, Ia mengatakan, “ saya senang bisa bawa tamu ke sini, karena model pengelolaannya yang tidak ada orientasi bisnis pribadi, seperti yang sering di lakukan para pelaku wisata, tapi kalau disini benar-benar kegiatan pemberdayaan warga, saya sangat senang karena meliat beberapa adik-adik yang bisa dapat pekerjaan dan kesempatan mereka praktik bahasa dengan menjadi guide local, disamping mereka juga bisa dapat uang.

Hal senada juga diungkap oleh beberpa orang sopir dan guide yang sudah bawa tamu kemasmas, seperti Andi, Syawab, Nanang dan lain-lain. Semuanya sangat senang karena melihat tamu yang dibawa atau diantar sangat senang. Hal itu diketahui dari cerita para tamu ketika dibawa pergi beranjak dari Masmas menuju tempat lain.

Melihat kesan para tamu yang sudah mengikuti paket wisata di masmas yang bisa direkam lewat cerita para sopir, guide dan pemilik travel ini , tentu merupakan angin segar bagi masyarakat dan pemerintah, sehingga pemerintah berkewajiban untuk mendukung semua kegiatan di Masmas terutama sekali pengadaan infrastruktur seperti jalan, MCK umum, penataan areal dan lain sebagainya, karena bukan tidak mungkin kunjungan para wisatawan mancanegara akan semakin membludak dari tahun ketahun.

Kebanjiran pengunjung ke desa Masmas pasti akan terjadi di masa-masa mendatang mengingat bahwa setiap tamu yang sudah datang pasti berjanji akan mengajak semua keluarga handai dan tolan untuk datang satu ketika nanti. Hal ini tidak Cuma mereka ungkapkan ketika berada di masmas saja, tapi mereka juga yang sudah dating masih tetap bangun komunikasi dengan pengelola lewat dunia maya, ada yang lewat FB, email dan sosmed-sosmed lainnya.

Melihat perkembangan ini maka untuk kesekian kalinya pengelola mengajak semua pihak terutama sekali pemerintah untuk turun tangan melengkapi segala kekurangan yang ada terutama sekali soal infrastruktur jalan yang memang seringkali di keluhkan oleh setiap tamu yang datang. Begitu juga dengan tempat-tempat istirahat disepanjang jalur tracking berupa berugak-berugak di pinggir sawah warga yang dilalui oleh para wisatawan ketika diajak menyusuri persawahan untuk melihat dan mencoba aktifitas para petani ditengah sawah. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru