Kesan Luar Biasa Para Wisman

“Amazing Project”, “ Great Experience here,. thank you”. Demikian kesan yang diberikan oleh Nelly dan pasangannya Johannes, tamu asal jerman yang mengunjungi desa wisata Masmas kemarin, yang mana kesan tersebut  tidak Cuma diungkap dengan kata-kata tapi juga ditulis dengan jelas dalam buku tamu yang disediakan oleh pengelola untuk setiap tamu yang datang.

Nelly dan Johannes adalah pasangan asal Munich Jerman yang kemarin menikmati keindahan desa wisata Masmas, keduanya membooking satu hari sebelumnya lewat hp pengelola. Dimana pada saat itu juga pengelola berpesan supaya mereka memakai pakaian yang sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap kultur masyarakat setempat.


Dari sejak mereka datang, mereka sudah merasakan kebahagiaan yang luar biasa karena ia dipandu sampai ke secretariat VBT oleh anak kecil yang masih sekolah di MI. karena keduanya menyangka kalau madrasah Ibtidaiyah yang berada sekitar 50 m sebelum nyampai di kantot VBT, keduanya langsung masuk ke halaman madrasah, memarkir motornya lalu buka helm dan mau masuk ke madrasah. M. Zaenushofa salah seorang murid MI kelas VI yang melihat itu segera keluar dan langsung menanyakan dengan bahasa inggris yang sopan, “hallo, anda mau kemana?, Anda mau mencari Pak Habib?, Ayo saya antar”. Demikian dialog Sopa dengan keduanya, tapi yang saya kutip Cuma sepihak saja, karena anak saya yang kebetulan mendengar dan melihat dialog itu Cuma cerita tentang kata-kata sopa saja, karena ia juga faham bahasa Inggris hanya masih malu saja yang bikin dia sedikit kesulitan.

Sesampai di sekretariat keduanya  disambut dengan sangat ramah oleh kedua gaed local yang pagi itu mendapat giliran memandu, keduanya adalah Rinayanti dan Halimah. Keduanya adalah dua dari lebih kurang 32 gaed local yang disediakan, mereka terdiri dari anak-anak Tsanawiyah dan Aliyah termasuk juga alumni dari kedua madrasah tersebut yang tidak bisa melanjutkan kuliah, semuanya dipakai menjadi gaed local dengan maksud untuk menambah penghasilan mereka sekaligus untuk mempersiapkan mereka menjadi pengelola kegiatan dimasa mendatang.

Nelly dan Johannes, tidak henti-hentinya mengungkapkan kegembiraan mereka atas segala kegiatan yang ditawarkan termasuk kekaguman mereka terhadap warga yang mereka temukan sangat ramah dan setiap anak-anak yang ajak dialog faham dengan bahasa inggris, “ini adalah pengalaman yang tidak akan pernah saya lupakan”, demikian kata mereka yang sudah diterjemahkan.

Mereka sangat kagum tidak Cuma atas kesan mereka yang melihat anak-anak sudah faham bahasa inggris tapi juga atas view alam yang diperlihatkan juga atas makanan yang dihidangkan. Yang pasti keduanya sangat puas. Dan keduanya berjanji untuk terus bercerita dan mengajak setiap orang untuk datang dan ikut menikmati keindahan paket wisata desa masmas ini.

Mereka juga bertukar alamat medsos masing-masing dengan pengelola dan para gaed local dengan maksud untuk terus membangun komunikasi lewat medsos untuk memantau perkembangan di tempat masing-masing, sebagaimana juga yang dilakukan oleh setiap tamu yang sudah datang ke desa Masmas pada masa-masa sebelumnya. Dan dari pola ini terbukti sangat efektif hal ini terlihat dari kunjungan wisman yang terus meningkat dari tahun ketahun.

Setiap tamu yang sudah datang memboking paket wisata di masmas, semuanya sangat resfect dan sangat responship. Sebagai bentuk responshibilitas mereka, ada yang siap membuat website khusus tentang masmas sebagai media promosi mereka di Negara masing-masing, ada yang membawakan alat-alat permainan untuk anak-anak langsung dari negaranya termasuk alat tulis dan lain sebagainya, ada yang mengambil salah seorang gaed local menjadi anak angkatnya untuk dibiayai kuliah, bahkan ada yang sudah janji mau kirimkan uang setiap bulan sebagai biaya oprasional kegiatan, karena mereka tau semuaya berjalan dengan swadaya sendiri tanpa interpensi pemerintah.

Melihat respon warga asing yang begitu peduli terhadap kegiatan yang diharapkan bisa berdampak pada peningkatan ekonomi warga, maka sebagai warga Indonesa pada umunya dan warga Lombok Tengah pada Khususnya, sepertinya sulit membendung pertanyaan yang bergejolak dalam benak yang mengatakan, “Kemana Pemerintah Lombok Tengah?, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat?, Pemerintah Indonesia yang konon propoor, berpihak pada kepentingan orang banyak, berihak pada keadilan, berpihak kepada kaum termarjinal?, ternyata bulsyiet kah itu semua?....

Wahai pemerintah dalam hal ini adalah dinas Budpar, mana buktinya kalau anda mendukung semua kegiatan warga yang selalu berusaha mengoftimalisasikan potensi localnya?, janganlah anda sibuk memikirkan konsep baru yang harus dikembangkan, fikirkan saja bagaimana membantu kegiatan yang  sudah ada dan sudah berjalan! Hal ini akan jauh lebih gampang dan sudah pasti berdampak pada peningkatan ekonomi orang banyak. () -01

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru