Air terjun Agal Memang Mempesona


Rasa penasaran saya dan keingintahuan saya  pada air terjun ini semakin besar setelah salah seorang rekan sesama adventure memposting fotonya disalahsatu media sosial.

Hari Minggu 15 Maret 2015 saya bersama rekanrekan yang tergabung dalam Komunitas Adventurous Sumbawa (AS)- salasatu komunitas pemerhati pariwisata Sumbawa, memulai perjalanan dari Desa Marente Kecamatan Alas, Sumbawa. Pukul 8 pagi saya berangkat bersama 50 orang anggota AS ditemani oleh bebrapa penduduk setempat. Setelah 15 menit perjalanan kami menyeberangi sungai yang airnya cukup deras dan jernih. Kelihatan sekali kaalu air sungai Tiu Kelep mengalir dengan debit yang cukup tinggi sepanjang tahun. Dihadapan kami terbentang rimba raya hutan tropis dengan berbagai aneka ragam hayati didalamnya.

Selepas rehat sejenak, kami mulai memasuki kawasan hutan Olat Marente. Perjalanan pun mulai mendaki menyusuri jalan setapak dibelantara rimbunan pohon yang syukur Alhamdulillah masih terjaga kelestariannya. Sepanjang perjalanan kami dihibur oleh kicauan burung serta suara aneka satwa penghuni hutan lainnya. Sesekali kami beristirahat, cukup melelahkan memang karena jalur yang kami tempuh semakin lama semakin mendaki. Hawa sejuk pegununga Olat Marente mulai merasuki sekujur tubuh. Namun rasa penasaran saya mengalahkan semuanya.

Tak terasa setelah menempuh 2 jam perjalanan yang cukup melelahkan akhirnya kami tiba disebuah sungai dengan air yang sangat jernih. Saya segera memebersihkan badan, membasuh muka sembari ingin merasakan kesejukan air pegunungan nan alami. 

Tibatiba sang pemandu kami menunjukkan tangannya, seraya kemudian saya mengikutinya menatap kearah hulu.

Subhanallah…! Nun tak jauh disana, bak sutera yang terjuntai melambai ditiup angin dalam kedamaian alam raya yang jarang terjamah manusia. Airnya menerpa dengan lembutnya dibebatuan dengan anggun dan penuh pesona. Bongkahan batu besar dan kecil yang dialiri airnya seakan menjadi ornament pelengkap keindahannya. Sesaat saya terpana. Begitu indah anugerahmu yaa Ilahirabbi, gumam saya dalam hati.

                Tak sadar kemudian saya larut dalam tariantarian air diiringi suara gemericik alurnya. 3 jam seakan berjalan begitu cepat. Dan hujan member isyarat waktu. Saatnya berkemas untuk pulang. Berat memang, meninggalkannya dalam kesendirian. Kau memang harus berada disini. Butuh semangat dan perjalanan melelahkan untuk berjumpa denganmu agar orangorang mau menghargai dengan tak merusakmu.

Perjalanan yang panjang dan melelahkan terbayar dengan setimpal. Tak ada hal yang siasia. Agal memang mempesona.[] - 01

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru