Apresiasi Desa Masmas dari Prancis


Seperti biasa bahwa setiap pagi, sang Mentari menyembulkan diri di Upuk Timur dengan kehangatan khasnya yang membuat semua orang jadi lebih bergairah menghadapi kehidupan di hari itu, begitu juga dengan awan yang biasa menyelimuti Semesta Raya, seperti di perintah menepi sehingga membuat suasana menjadi semakin terang benderang. Suasana itu masih dilengkapi dengan tiupan angin semilir dan sesekali terdengar kicauan berbagai jenis burung yang seolah bagai irama music yang sangat mengasyikkan.

Suasana itu jika dipadu padankan dengan pemandangan bentangan sawah yang sudah berisi tanaman padi yang masih menghijau bagaikan bentangan karpet yang sangat menawan hati siapa saja yang memandangnya.


Semua suasana itu membuat segerombolan wisatawan asing asal Prancis yang pagi itu mengunjungi Desa Wisata Masmas semakin terpana sehingga tak terasa waktu yang biasa disedikan untuk tamu Cuma empat jam dalam satu paket justru menjadi delapan Jam.

Tidak berlebihan kalau penulis gambarkan bahwa apa yang dikatakan dalam ungkapan yang mengatakan, “semua suara adalah music, semua gerak adalah tari dan semua yang dilihat adalah lukisan”, karena hal itu berlaku pada tamu yang datang hari ini sejumlah 8 orang dari Prancis bahkan juga berlaku pada setiap tamu yang datang berkunjung ke Desa Wisata Masmas. Dimana setiap aktifitas warga yang ditunjukkan, semuanya menyenangkan dan menggembirakan, sehingga tidak henti-hentinya mereka menunjukkan kepuasannya. Baik dengan kata-kata maupun dengan expresi wajahnya yang selalu dihiasi dengan tawa riang sepanjang perjalanan.


Hampir tidak ada peristiwa atau objek yang luput dari rekaman kamera ke delapan tamu asing tersebut begitu juga dengan setiap menu yang disuguhkan pada setiap destinasi yang dituju hampir tidak ada yang tersisa, semuanya sungguh merupakan pengalaman baru dan mengesankan bagi mereka, seperti yang diungkap oleh Daniel, salah seorang dari anggota rombongan mereka yang diterjemahkan oleh guide,  mengatakan, “Sungguh ini merupakan pengalaman saya yang paling berharga selama dalam hidup saya, karena baru ini saya dapat menikmati masakan warga desa sambil berinteraksi langsung dengan mereka dan pengalaman ini harus saya ceritakan kepada semua keluarga sahabat dan siapapun yang saya temukan di Negara saya yang berencana untuk berlibur ke Indonesia untuk mendatangi Lombok dan salah satu tempat yang tidak boleh mereka tidak kunjungi adalah Desa Masmas”


Beda lagi kesan yang disampaikan oleh Sylviane, “Saya Puas dengan paket ini karena ini tidak piur bisnis tapi ini murni social sehingga tidak ada pencaloan, semua proses pembayaran saya saksikan langsung kepada warga, sehingga benar-benar uang itu sampai kepada warga, terlebih setelah diceritakan bahwa keuntungan yang di dapat pengelola di pergunakan untuk warga miskin, pendidikan, sanitasi dan lain-lain. Yang pasti saya sangat senang.saya sangat apresiasi dengan pengelola.

Setelah selesai makan siang di rumah warga, mereka sepertinya masih kelihatan enggan meninggalkan Masmas, hal ini terbukti dari beberapa kali panggilan guide mereka yang dari travel, yang mengingatkan mereka kalau waktu sudah habis dan harus segera ketempat lain yaitu ke air terjun benang stokel, satu tempat wisata yang juga sangat menarik di Batukliang Utara, Kurang dihiraukan. Bahkan sampai sopir sudah menghidupkan mesin kendaraan dan membunyikan klaksonnya, mereka masih saja punya alasan untuk menunda, ada yang mengatakan, “sebentar dulu mau photo anak kecil ini”, ada yang beralasan, “sebentar mau hilangkan penat dulu”, dan lain-lain alasan untuk menunda perjalanan berikutnya.


Yang pasti bahwa mereka sangat puas, ini artinya peluang desa Masmas untuk menjadi desa wisata yang sangat diminati dan akan sangat maju kedepan sangat besar dan memungkinkan. Dari itu pengelola dan warga masyarakat amat sangat mengharafkan kepedulian pemerintah untuk memperbaiki sarana prasarana yang ada terutama sekali infrastruktur jalan, toilet-toilet warga dan fasilitas-fasilitas umum lainnya.

Dan untuk benar-benar mempersiapkan masmas menjadi desa wisata yang maju dan menarik perhatian semua orang terutama sekali wisatawan baik Wisnu maupun Wisman, harus dilakukan secara terpadu. Mestinya semua Instansi, mulai dari Budpar sendiri terutama sekali yang selaku leading sector, Dinas pertanian Perkebunan, perikanan peternakan, dishub, dikes dan lintas sector lainnya harus mengeroyok desa Masmas dengan cara semunya membikin program di desa wisata Masmas termasuk PU, BPMD dan lain-lain.

Kalau saja hal ini bisa dilakukan, maka penulis amat sangat yakin bahwa kemajuan satu tempat dan kesejahteraan warga akan sangat cepat kelihatan, berbeda dengan apa yang sudah dilakukan selama ini. Kalau mau jujur tempat mana sih yang sudah berhasil dimajukan oleh pemerintah secara signifikan? Nyaris tidak ada, kalaupun ada maka itu tidak sebanding apa yang pemerintah gembar gemborkan.

Penulis bukannya menafikan jasa Pemerintah dalam hal ini, tapi minimal pemerintah harus merenung sejenak, “ini lho yang dibutuhkan warga dan akan mampu berdampak signifikan dalam hal meningkatkan kesejahteraan warga dalam waktu yang relative singkat”. Tidak yakiin?, Buktikan!.[] - 05

 
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru