Melihat Lombok dari Pesanggrahan


Berada disuatu ketinggian adalah suatu hal yang sangat menakutkan bagi sebagian, sebagian lagi merasa tertantang Adrenalinnya, untuk melakukan hal tersebut bagi orang dikota-kota besar bukan suatu hal yang sulit karena banyaknya gedung-gedung pencakar langit, begitu juga di Kota mataram telah di bangun Islamic Center (IC) yang memiliki menara sepanjang 114 m dengan nama Minaret 99 Asmaul Husna yang telah di Resmikan oleh Gubernur NTB Desember 2013 silam.
Namun untuk orang seperti kami yang ada di kampung sangat repot kiranya kalau harus melakukan perjalanan belasan Kilo meter hanya untuk merasakan berada diketinggian dan melihat pemandangan ekstrim dari Minaret 99 Asmaul Husna, kenapa penulis menyebutkan Minarat 99 Asmaul Husna karena satu-satunya menara yang tertingi di Kota Mataram bahkan Nusa Tenggara Barat hanyalah Menara Islamic Cebter ( IC).
Namun banyangkan dengan apa yang kami bisa rasakan dan saksikan dari ketinggian 700 m dipermukaan laut sungguh luar biasa, jangan kan melihat Islamic Center (IC) dan BIL Pulau Lombok dan Sumbawa terlihat walaupun hanya hamparan hijau yang tak berujung.
Bangunan yang teertata di Kota mataram dan kabupaten lain di Nusa Tenggara barat seolah olah seperti Miniatur dan itu dapt disaksikan dari tempat yang sudah ada sejak ratusan tahu silam.  Pesanggrahan sebuah Tempat yang berada dibibir jurang di Dusun Merpeji memiliki View atau pamandangan sangat megesankan dan sungguh menantang dan membangkitkan Adrenalin, Dusun Murpeji Desa Dasan Geria kecamatan Lingsar tempat yang bagus dan sejuk yang berada jauh di atas bukit Murpeji yang dalam bahasa Warga disana Murpeji adalah tempat yang banyak di tumbuhi oleh Poho Aren Peji Itu Artinya buah dari Pohon Aren yang biasanya kita tahu setelah menjadi Kolang Klaing.
Menurut warga Dan Tokoh Masyarakat  di Dusun Murpeji Puluhan tahun silam bisa dibilang belum ada orang yang tinggal dan menetap mungkin hanya ada satu dua orang yang tinggal sementara hanya untuk mengambil Langas (sasak) atau Arang untuk dijual ke pande Besi di Getap kota Mataram, dan tempat itu sudah ada namun belum ada yang menemukan, baru setelah era 90 an Pak Saderip oarng yang pertama mentap di Dusun Murpeji yang dulunya disebut Gawah Murpeji.
Tempatnya lumayan jauh kira-kira 20 Km dari Kota Mataram, kalau menggunakan sepeda motor dapat ditempuh sekitar 45 menit sedangkan menggunakan Kendaraan Roda Empat bisa sampai Satu Jam lebih, jalan menanjak  sekita satu Kilo Meter dari desa Dasan Geria, ditempat itu (Murpeji) juga terdapat Sungai Meninting yang sangat Jernih dan tentu belum tercemar oleh Limbah apapun, kesejukan terpancar dari air yang sangat jernih dan dingin, sungguh suasana membawa kita berada di suatu tempat terpencil yang jauh dari bising dan polusi!. (ihromil) - 05
 

Advertisement

Artikel Terkait

Advertisement

Artikel Populer

Artikel Terbaru