logoblog

Cari

Semakin Banyak Desa Wisata, Masyarakat NTB Semakin Bahagia

Semakin Banyak Desa Wisata, Masyarakat NTB Semakin Bahagia

Penat dengan rutinitas, ingin berlibur tetapi terkendala waktu dan biaya, Desa Wisata bisa jadi jawabannya. Apalagi, Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan

Wisata Alam

Novita Hidayani
Oleh Novita Hidayani
08 Oktober, 2019 10:26:41
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 510 Kali

Penat dengan rutinitas, ingin berlibur tetapi terkendala waktu dan biaya, Desa Wisata bisa jadi jawabannya. Apalagi, Pemerintah Provinsi NTB telah menetapkan 99 desa pariwisata yang tersebar di 10 Kabupaten/Kota yang ada di NTB. Yang berarti setiap Kabupaten dan Kota di NTB bisa memiliki 8 sampai 18 Desa Wisata. Ini belum lagi ditambah dengan destinasi wisata meanstream yang sudah ada di daerah tersebut sebelumnya. Dengan begini akan semakin mudah menemukan desa wisata di tempatmu kan? Kita tidak lagi seperti dulu, yang hanya bisa bertamasya sesekali saja ketika hari raya. 

Contohnya, Penulis sendiri yang berdomisili di Kediri, dulu sebelum adanya Desa Wisata kalau mau berwisata harus ke tempat wisata meanstream, seperti Pantai Senggigi, Taman Narmada, Surenadi, dan tempat wisata meanstream lainnya yang letaknya cupuk jauh dari rumah. Namun sekarang, setelah adanya Desa Wisata Bilebante, hanya butuh waktu kurang dari 10 menit penulis dan keluarga bisa bertamsya di Pasar Pancingan atau Lembah Gardena.

Pengalaman penulis ini juga dirasakan oleh salah seorang teman. Namanya Nadia, ibu muda yang baru dikaruniani seorang putri cantik nan lucu ini berdomisili di Kota Raja. Wah kebayangkan dulu sebelum ada Desa Wisata Tete Batu dan Kembang Kuning, Nadia dan keluarganya harus jauh-jauh ke ke Lombok Barat atau paling dekat ke Air Terjun Benang Stokel untuk bisa bertamasya.

Keberadaan Desa Wisata memang tak hanya menambah daya Tarik bagi wisatawan mancanegara maupun wisatawan nusantara, namun juga dapat membuat destinasi wisata bagi penduduk lokal semakin beragam. Dengan semakin beragamnya destinasi wisata yang ada untuk masyarakat NTB, tentu saja akan memberikan subangsih terhadap peningkatan rasa Bahagia bagi masyarakatnya. Sehingga, di era digital yang cepat ini, masyarakat tidak akan mudah terserang penyakit mental, seperti stress, depresi, anxiety, dan penyakit mental lainnya.

Memang, belum ada data akurat dari Lembaga terpercaya mengenai peningkatan rasa Bahagia ini. Namun setidaknya, ketika stress melanda masyarakat NTB bisa cepat meredakannya dengan datang ke Desa Wisata yang palin dekat dengan rumah mereka. Tanpa biaya yang mahal, mereka bisa berenang di kolam, sungai, atau air terjun di Desa Wisata. Atau sekedar menikmati hamparan sawah yang tenang tanpa adanya polusi udara.

Coba bandingkan dengan daerah yang jumlah Desa Wisatanya sedikit, Jakarta misalnya. Ketika penat melanda dari kesibukan kota yang padat, kemana penghuninya akan melonggarkan syaraf? Tentu butuh usaha yang extra bagi mereka untuk dapat berlibur.                                                                                                                                                                                                                                                 

Nah, bagi pembaca yang tertarik untuk berwisata di Desa Wisata, 99 Desa Wisata yang tengah digarap Pemprov NTB dikutip dari insidelombok(dot)id antara lain di Kota Mataram ada empat desa, yaitu Tanjung Karang, Jempong Baru, Karang Pule dan Sayang Sayang. Sedangkan di Lombok Barat ditetapkan 13 desa wisata, yaitu Buwun Mas, Mekar Sari, Pusuk Lestari, Pelangan, Senggigi, Banyumulek, Lingsar, Senteluk, Karang Bayan, Gili Gede Indah, Sekotong Barat, Batu Putih dan Labuan Tereng.

 

Baca Juga :


Di Lombok Tengah ditetapkan 16 desa wisata, yaitu Sukarara, Marong, Mertak, Lantan, Kuta, Labulia, Bonjeruk, Sepakek, Selong Belanak, Mekar Sari, Karang Sidemen, Rembitan, Aik Berik, Tanak Beak, Penujak dan Sengkol. Sedangkan di Lombok Timur ditetapkan 18 desa wisata, yaitu Tetebatu, Sembalun Bumbung, Kembang Kuning, Pringgasela, Tanjung Luar, Jeruk Manis, Sekaroh, Sembalun Lawang, Lenek Ramban Biak. Jerowaru, Labuhan Pandan, Sugian, Lenek Pesiraman, Bebidas, Senanggalih, Seriwe, Sapit dan Sembalun.

Di Lombok Utara sendiri ditetapkan delapan desa wisata, yaitu Senaru, Pemenang Barat, Genggelang, Sokong, Karang Bajo, Santong, Medana dan Gili Indah. Sedangkan di Sumbawa ada 9 desa wisata, yaitu Pulau Bungin, Marente, Batudulang, Lantung, Labuan Aji, Labuan Jambu, Lenangguar, Teluk Santong dan Lepade.

Di Kabupaten Bima ada 10 desa wisata, yaitu Kawinda Toi, Piong, Labuhan Kenanga, Oi Panihi, Sambori, Maria, Soro, Risa, Panda dan Tolotangga. Sedangkan Di Kabupaten Dompu ada sembilan desa wisata, yaitu Saneo, Malaju, Pancasila, Huu, Doropeti, Riwo, Madaprama, Nangamiru dan Lanci Jaya.
Di Kota Bima ditetapkan empat desa wisata, yaitu Kolo, Dara, Kumbe dan Ule. dan di Sumbawa Barat ditetapkan 8 desa wisata, yaitu Mantar, Tatar, Pototano, Labuhan Kertasari, Labuhan Lalar, Beru, Pasir Putih dan Sekongkang Atas.

Selamat berbahagia warga NTB!
Sumber gambar: folderdesa(dot)com



 
Novita Hidayani

Novita Hidayani

email: hidayaninovita@gmail.com facebook: Novita Hidayani twitter: @yfoundme

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan