logoblog

Cari

Paket Wisata Desa Mas-mas

Paket Wisata Desa Mas-mas

Desa mas-mas adalah salah satu Desa dari delapan desa yang ada di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten lombok tengah.Desa Mas-mas ini adalah

Wisata Alam

KM GUBUK SAYUR
Oleh KM GUBUK SAYUR
02 Oktober, 2019 09:16:56
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 2380 Kali

Desa mas-mas adalah salah satu Desa dari delapan desa yang ada di Kecamatan Batukliang Utara Kabupaten lombok tengah.Desa Mas-mas ini adalah pecahan dari Desa Peresak Kecamatan Batukliang.Kenapa kemudian di beri nama Desa Mas-mas,Desa mas-mas ini diambil dari nama sebuah embung atau waduk yang namanya embung Mas-mas,dimana embung Mas-mas ini kenapa dinamakan embung Mas-mas,karna dulu konon ceritanya  waktu digali,yang menggalinya menemukan emas kemudian orang yang menemukan emas itu berteriak lantang dengan menyebut  emas....emas...emas yang mengundang perhatian orang untuk datang melihat emas yang ditemukan diembung tersebut,sehingga embung itu dinamakan embung mas-mas.Pada waktu Pemberian nama, Desa ini menjadi sebuah Desa ketika dimekar dari Desa Peresak Kecamatan Batukliang. maka,untuk menghilangkan kecemburuan sosial antar Dusun,Desa Mas Mas ini dinamakan Desa Mas-mas,tidak ada Dusun yanng namanya dusun Mas-mas seperti Desa-Desa lain yang pengambilan nama Desanya diambil dari salah satu nama Dusun.

Untuk meningkatkan sumber penghasilan baru bagi masyarakat yang ada di  Desa Mas-mas.Salah seorang pemuda yang sering disapa dengan nama Habiburrahman berinisiatif membuat Desa Mas-mas ini menjadi Desa Wisata tepatnya pada tahun 2009.

Adapun paket yang ditawarkan di Desa Wisata Mas-mas ini adalah lebih pada paket gaya hidup masyarakat setempat,sehingga kalau kita runut paketnya adalah.

Pertama,tamu yang datang diminta untuk melakukan Registrasi disebuah tempat yang diberi nama sekretariat bersama,dimana tamu disitu melakukan registrasi kemudian dipasangkan sarung.Setelah itu kemudian dijelaskan tentang kegiatan-kegiatan,Destinasi yang akan dikunjungi.

Setelah upaya registrasi selesai,tamu kemudian diajak menuju ke sekolah terdekat yakni,sasaran pertama Pondok Pesantren Al-Ilham Nw Selusuh yang di kelola oleh Tuan Guru Haji Wahyuddin Jariyah dengan tujuan tamu diberikan keleluasaan untuk berintraksi dengan anak sekolah yang terkandung maksud supaya bisa mempraktikkan bahasa inggris yang mereka pelajari,sementara tamu sendiri dapat pengalaman dan melihat lansung bagaimana kondisi pendidikan di pedesaan.

Setelah selesai dari Sekolah,tamu kemudian diajak ke lorong gubuk sayur yang ada di Dusun Selusuh Desa Mas-mas setempat.Gubuk sayur ini memang di instal menjadi gubuk sayur karena diharuskan semua warga yang ada digubuk sayur ini memiliki tanaman sayur dipekarangan rumahnya sebagai upaya untuk meningkatkan ekonomi.

Jadi,uang untuk membeli sayur bisa digunakan untuk kebutuhan lain  atau di tabung sebagai biaya untuk anak sekolah tatkala nantinya dibutuhkan sewaktu-waktu.

Begitu  juga di sepanjang jalan gubuk sayur ini,dibuatkan Pelangkak (nama sasak) dari bambu untuk ditanami semua jenis sayur yang menjalar seperti labu,pria,gambas,kacang panjang,mentimun,dan lain-lain,yang hasilnya bisa untuk dibagi-bagi untuk warga setempat,setelah selesai dilorong sayur kemudian tamu dibawa ke kantor Desa Mas-mas,disitu dijelaskan tentang mekanisme pemerintahan di Desa,karena  hakehat Desa adalah Negara kecilnya indonesia,seperti apa Indonesia akan tercermin didesa.

Setelah dikantor Desa selesai,kemudian tamu diajak menuju persawahan warga untuk melihat atau mengikuti aktifitas petani yang ditemukan,setiap ada kegiatan petani yang ditemukan tamu ini ditawarkan untuk mencoba,ketika tamu mau mencoba dengan sukarela para petani memberikan kesempatan kepada tamu ini untuk mencoba kegiatan-kegiatan para petani yang ditemukan.

Setelah selesai dipersawahan tamu ini dibawa ke salah satu Dusun yang ada di Mas-mas yaitu Dusun Antak-antak,dimana dusun ini sebagian besar masyarakatnya  adalah sebagai pengrajin ketak,dengan demikian tamu berintraksi dengan pengrajin ketak untuk belajar bagaimana menganyam ketak,sekalian disuguhkan makanan/snack alam yang tergantung musim pada saat itu.

 

Baca Juga :


Ketika musim kacang maka,yang disuguhkan kacang rebus.begitu juga ketika musim jagung,ubi dan lain sebagainya.setelah selesai di pengrajin ketak kemudian dilanjutkan ke salah satu tempat,dimana tempat itu adalah tempat pembuatan krupuk bongkol pisang.tamu disitu mendapat penjelasan bagaimana proses pembuatan krupuk bongkol pisang tersebut secara rinci sekalian merasakan kegurihan dan kerenyahan dari krupuk pisang tersebut yang disuguhkan oleh tuan rumah.yang terakhir tamu diajak ke salah satu rumah masyarakat untuk menerima makan siang dengan menu khas Desa.

Perlu diketahui bersama bahwa bayaran untuk semua paket yang disebutkan tadi,termasuk sanck alam dua kali dan makan siang sekali adalah RP.150.000 (Seratus Lima Puluh ribu Rupiah)/orang.

Dan penting menjadi catatan,kegiatan ini adalah lebih banyak kegiatan sosial.Keuntungan yang didapat dari paket tadi semuanya lebih banyak untuk kegiatan-kegiatan sosial,dimana uang yang Rp.150.000 tadi,dibayarkan untuk kelompok ketak Rp.32.000,untuk gaet lokal Rp.40.000,untuk krupuk bongkol pisang RP.15.000,untuk makan siang Rp.35.000,untuk Operasional Gaet dan biaya untuk mencuci sarung Rp.20.000.

Dari uraian unag yang Rp.150.000 tadi,ada sisa setelah dipotong di tiap-tiap pos yang di sebutkan tadi,sehingga bersisa Rp.8000.

Dari uang sisa yang Rp.8.000 itu dikumpulkan yang dimana tiap akhir tahun dibagi lagi untuk biaya pendidikan 10 %,untuk warga miskin 10 %,untuk sanitasi 5 %,untuk desa 5 %,untuk Dusun 13%,untuk sekolah yang dikunjungi 2 %,untuk kelompok ketak 5 %,dan untuk penyedia makan 5 % sehingga masih ada sisa 45 %.

Sisa yang 45 % ini dikelola oleh Pokdarwis Dewimas,adapun sisa yang 45 % ini digunakan untuk membiayai tim kebersihan dan kegiatan Kursus Bahasa Inggris yang diberi nama Pondok Santri.Dari sekian banyak  tamu yang datang berkunjung ke Mas-mas baik itu tamu wisatawan Lokal maupun mancanegara, tidak ada yang merasa tidak puas dengan paket sederhana yang disuguhkan.Semua tamu rata-rata mengacungkan jempolnya sebagai tanda terkesannya selama berkunjung di Mas--mas,terutama tamu mancanegara yang selalu mengucapkan I Like Mas-mas.

Bersambung

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan