logoblog

Cari

Menuju Pasir Panjang

Menuju Pasir Panjang

Deru ombak menerjang di laut. Kemudi perahu berlaga melewati atraksi ombak. Keahlian dan pengalaman Sang kemudi  menanamkan rasa percaya diri sehingga

Wisata Alam

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
11 September, 2019 19:38:45
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 935 Kali

Deru ombak menerjang di laut. Kemudi perahu berlaga melewati atraksi ombak. Keahlian dan pengalaman Sang kemudi  menanamkan rasa percaya diri sehingga aku pun mampu menenangkan hati, pikiran dan persaan. Petualanganku kali ini adalah tak lain karena ingin melihat perkembangan pulau kecil itu setelah masuknya para kelompok mahasiswa peneliti dan pengabdian masyarakat dari Universitas Nahdlatul laman Nusa Tenggara Barat. Pulau kecil itu adalah sebuah pulau tepencil di Kabupaten Lombok Timur yang dihuni oleh beberapa suku. Pulau ini bernama Pulau Maringkik.

Sekitar setengah jam lebih aku duduk terdiam di dalam perahu. Hanya Sang kemudi yang sibuk memainkan perahu itu di sela terjangan ombak.  Perjalananku kali ini benar-benar menyita waktu sedikit lama. Beda ketika ombak lagi bersahabat, kami pun hanya menggunakan waktu sekitar dua puluh menit, yaitu ketika bermula dari Pantai Ketapang Raya.

Sepanjang perjalanan di atas laut, akupun memutuskan suatu alternatif  untuk lebih menguatkan ketenanganku. Kuterjemahkan deru ombak itu sebagai aksi tarian alam yang mengiringi perjalananku menuju ke sebuah pulau kecil. Akupun pada akhirnya semakin tenang. Terlebih ketika perahu yang kutumpangi berpapasan dengan beberapa keramba udang yang tampil klasik dan mempesona. Pada wilayah lain, terlihat satu per satu gili yang seolah-olah bermunculan di atas permukaan laut. Lebih seruhnya  lagi tatkala perahu itu melewati sebuah pulau kecil yang sangat unik, yaitu Pulau Pasir. Pulau Pasir tersebut adalah sebuah gundukan pasir putih yang tidak terlalu luas, dan hanya akan muncul ketika air laut lagi surut.  

Selang beberapa menit kemudian, kami tiba di sebuah dermaga panjang. Mesin perahu itu dimatikan oleh Sang Kemudi. Tugasku hanya membuang jangkar yang tak jauh dari dermaga itu. Aku pun segera menginjakkan kaki secara perlahan ke dalam air laut yang kedalamannya sampai di lutut. Aku tak peduli kalau bagian bawah celana jeansku telah basah. Aku melangkahkan kaki menuju ke atas jembatan dermaga. Tapi aku bersikap hati-hati, sebab di sekitar dermaga itu banyak patahan-patahan batu karang yang tajam.

Selepas dari ujung dermaga, tujuh ekor domba putih mendekatiku. Mereka seolah-olah menyambut kedatanganku dengan ramah. Cantik dan lucu bulu-bulu domba itu. Spontanitas kedua jemariku mengelus-elus pada bulu-bulu itu.

Aku berjalan mengitari perkampungan nelayan itu. Model perumahan yang ada di wilayah ini mirip dengan rumah khas suku Bugis-Makassar Sulawesi Selatan, yaitu rumah panggung. Sebagian besar penduduk yang bermukim di wilayah ini mengakui jika moyang mereka berasal dari Sulawesi.  

 

Baca Juga :


Luas wilayah dengan jumlah penduduk di desa pulau ini mulai kurang berimbang. Sekita 6 hektar luas wilayah ini, sementara jumlah penduduknya pun berkisar 2200 jiwa. Struktur tanahnya pun tidak merata, sehingga sangat wajar jika kita berkunjung di pulau ini menemukan bentuk perumahan yang tidak beraturan, bahkan saling berdesakan. Namun sikap warga mayarakat terhadap kebersihan lingkungan sudah mulai tampak. Beda sebelum masuknya para kelompok mahasiswa peneliti dan pengabdian masyarakat dari Universitas Nahdlatul laman Nusa Tenggara Barat masih banyak ditemukan tumpukan sampah yang bertembaran.

Berbagai media sosial menginfomasikan kalau Pulau Maringkik memiliki suatu keunikan tersendiri. Gundukan pasir panjang yang melintas ke sebuah gili seberang akan muncul ketika air laut lagi surut. Eksotisme tanjung kecil yang menghadap ke arah selat Australia sering dikunjungi oleh wisatawan. Bentuk kearifan lokal yang masih sangat tradisional juga menjadi kunjungan dari wisatawan budaya. Tentu wujud pesona wisata inilah yang juga memicu warga sekitar untuk akan sadar selalu terhadap kebersihan lingkungan.

Sembari menyaksikan perkembangan sikap masyarakat Pulau Maringkik terhadap kebersihan lingkungan, aku pun menjelajah ke beberapa sudut-sudut keindahan alam yang telah dianugerahkan oleh Allah ke pulau kecil ini. Termasuk sebuah terowongan mini yang tampak unik di ujung tanjung, dan juga terowongan lain yang ada pada batu karang besar. Tidaklah puas rasanya jika belum menjelajah ke sebuah tempat yang lebih unik lagi yaitu pasir putih yang panjang. Aku pun terpaksa melangkahkan kaki dan menyusuri pasir putih itu yang hanya muncul ketika air laut lagi surut. Di sepanjang pasir putih itu, beberapa bintang laut tampil mempesona Suatu pemikiran bahwa masyarakat Pulau Maringkik tak kalah saing dengan pemuda pelopor wisata yang ada di daerah lain. Kelompok pemuda penggerak wisata yang ada di pulau ini cukup kreatif dengan penampilan dua buah ayunan dan sebuah papan tulisan yang tampak unik pada areal pasir putih itu yang memanjang di atas permukaan laut.

Angin kencang dari laut masih sangat terasa. Matahari di kawasan langit barat perlahan turun ke bawah. Aku pun bergegas menuju ke dermaga. Suara mesin perahu kembali hidup. Aku pun kembali menarik jangkar itu ke atas perahu, sejurus Sang kemudi mengendalikan kemudi hingga kami tiba dengan selamat di tepi Pantai Ketapang Raya.

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan