logoblog

Cari

Gunung Balibe, Jejak Pertambangan Yang Eksotis

Gunung Balibe, Jejak Pertambangan Yang Eksotis

Alam memberikan sejuta keindahan untuk menenangkan pikiran, jiwa, hati dan perasaan. Namun, keindahan itu dapat dilahirkan oleh manusia itu sendiri, baik

Wisata Alam

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
07 September, 2019 19:15:56
Wisata Alam
Komentar: 1
Dibaca: 5083 Kali

Alam memberikan sejuta keindahan untuk menenangkan pikiran, jiwa, hati dan perasaan. Namun, keindahan itu dapat dilahirkan oleh manusia itu sendiri, baik secara sengaja maupun tidak disengaja sehingga melahirkan suatu pesona keindahan yang dapat dinikmati. Aneka ragam wujud keindahan yang dipersembahkan oleh alam kepada ummat manusia, entah itu berupa pantai, gunung, hutan, laut, dan lain sebagainya. Sebaliknya, manusia pun dapat merubah suatu pemberian alam, yang pada akhirnya menghasilkan suatu wujud keindahan yang dapat dinikmati oleh kaum ummat. Gunung Balibe merupakan sebuah gunung batu yang sebagian permukaannya tertutup oleh tanah, dan diberikan oleh alam kepada masyarakat Bonder Lombok Tengah untuk diterjemahkan.  Silih berganti hasil pemikiran atau ide manusia dalam menterjemahkan keberadaan gunung batu yang berdiri tegak di pinggir perkampungan itu. Mulai difungsikannya sebagai pori-pori udara dengan sistem reiboisasi,  pemanfaatan tanah untuk timbunan bangunan, menjadi pertambangan batu koral untuk bangunan, dan jejak pertambangan tersebut meninggalkan pemandangan unik yang eksotis sehingga ramai dikunjungi oleh kelompok pecinta keindahan alam.

Gunung Balibe terletak di Dusun Balibe, Desa Bonder, Kecamatan Praya Barat, Kabupaten Lombok Tengah, Propensi Nusa Tenggara Barat. Luas lahan gunung batu ini yaitu sekitar 1 (satu) Ha setelah mengalami pengurasan oleh kelompok penambang. Wirandi (29 th) selaku Kepala Dusun Bonder mengatakan bahwa “ Sebelumnya, luas gunung yang kini menjadi destinasi wisata yaitu kurang lebih 3 (tiga) Ha.Ketinggiannya pun kini hanya berkisar 75 (tujuh puluh lima) meter dari permukaan tanah yang ada di sekitaranya, beda sebelum masuknya para kelompok petambang batu koral dan tanah huruk (timbunan), yang mana gunung yang pernah direboisasi pada zaman Soeharto ini memiliki ketinggian sekitar 100 (seratus) meter lebih.

H. Lalu Ade Karta (39 th), salah seorang toko masyarakat Dusun Masjuring Desa Bonder mengatakan,  “ Sekitar tahun 1989, dimana Gunung Balibe menjadi pori-pori udara pada wilayah Bonder. Dulu, gunung ini merupakan sebuah hutan buatan. Jambu mente dan pohon keling menjadi tanaman andalan pada gunung ini ketika masa kekuasaan Presiden Suharto. Dampaknya pun sangat tinggi yaitu memberi kesejukan pada masyarakat yang ada di sekitarnya,” ujarnya.

Seiring dengan perjalanan waktu, sikap warga penduduk yang ada di Bonder mengalami perubahan. “Sekitar tahun 1997, dimana Gunung Balibe yang kaya dengan bebatuan perlahan-lahan menjadi kawasan pertambangan pertambangan batu koral. Tanahnya pun banyak diambil untuk dijadikan sebagai timbunan bangunan (tanah huuk),” ujar H. Lalu Ade Karta saat ditemui di puncak Gunung Balibe.

Berdasarkan pengamatan, sumber daya alam di kawasan Gunung Balibe memiliki potensi untuk dimanfaatkan oleh warga sekitar, baik sebagai bahan bangunan maupun sebagai bahan pembuatan keramik. Oleh warga sekitar, yang mana lokasi Gunung Balibe menjadi sumber mata pencaharian pokok untuk bertahan hidup. Sebagian tanah yang ada pada kawasan Gunung Balibe sudah banyak yang tersebar ke berbagai wilayah untuk dijadikan bahan timbunan bangunan. Demikian pula dengan gugusan batu besar yang berselimut pada Gunung Balibe diterjemahkan oleh  waga Bonder sebagai lokasi pertambangan. Sebagian areal tanah yang ada di kawasan gunung ini menjadi sasaran ekonomi bagi pengrajin gerabah yang ada di Panujak Lombok Tengah dan daerah lainnya. Sejumlah areal tanah yang ada di kawasan Gunung Balibe mengandung zat perekat sehingga sangat layak untuk dijadikan sebagai bahan pembuatan keramik.

Sebagian warga masyarakat menyadari tentang pentingnya ekositem lingkungan. Menurut H. Lalu Ade Karta, “Pegiat penambang yang ada di lokasi Gunung Balibe mengalami jumlah penurunan, namun masih tetap ada yang bertahan, karena sumber kehidupan mereka hanya di sini. Ini bisa dibuktikan ketika masih ditemukan mobil truk atau Dam yang sering mengambil batu koral di kawasan ini,”ujarnya.

“Kepala Desa Bonder sangat memahami kondisi perekonomian warga masyarakat Bonder, yang mana sebagian warga masyarakat Bonder menggantungkan hidup di pertambangan batu koral yang ada di lokasi Gunug Balibe, sehingga ia pun masih tetap memperbolehkan. Satu sisi, jejak peninggalan pertambangan batu koral oleh para penambang justru mempersebahkan suatu keunikan pada gugusan tebing Gunung Balibe, yang pada akhirnya ramai dikunjungi oleh pengunjung atau wisatawa. Namun, Lalu Hamzan yang selaku Kepala Desa Bonder juga memberikan kesempatan pada wisatawan untuk menikmati jejak penambangan batu koral yang eksotis,” ujar H. Lalu Ade Karta yang juga berprofesi sebagai pemandu wisata.

Suatu dilema ketika petambangan Gunung Balibe masih akan berlanjut, sementara bekas atau jejak tangan-tangan kelompok penambang yang eksotis ramai dikunjungi oleh wisatawan. “Harapan saya terhadap pertambangan batu koral Gunung Balibe agar ditutup karena sangat terkait dengan kerusakan ekosistem lingkungan. Selain itu, keunikan dari jejak pertambangan tersebut luar biasa peminatnya. Jadi lokasi ini bisa dikembangkan menjadi kawasan wisata, namun perlu diperhatikan warga masyarakat yang sudah terlanjur menggantungkan hidup pada lokasi pertambagan ini, yaitu dialihfungsikan  untuk bekerja di sektor wisata ini nantinya. Olehnya itu, kalaupun kawasan Gunung Balibe akan dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata yang populer, perlu adanya pendampingan wisata dan ekonomi dari pihak terkait, khususnya dalam menangani warga masyarakat yang sudah terlanjur menggantungkan hidup pada kawasan pertambangan ini” ujar H. Lalu Ade Karta. 

Lanjut bicara, jejak tangan-tangan para penambang batu koral pada Gunung Balibe sangat indah nan mempesona. Serasa kita berada di sebuah negeri fantasi yang tidak pernah ada dalam alam nyata. Gugusan batu besar yang berlapis-lapis tampak vertikal dan horizontal. Warna alam yang terwujud pada lapisan-lapisan batu yang dibentuk oleh para penambang batu koral tampak unik dan eksotisme.Warna kuning keemasan dan kebiru-biruan adalah warna dasar pada lapisan-lapisan batu itu. Sebagian permukaan susunan batu itu berbentuk kotak-kotak, dan sebagian berbentuk limas atau pun bergerigi. Inilah keunikan permukaan tebing Gunung Balibe yang ditinggalkan oleh para kelompok penambang batu koral, yang tentu tidak pernah ada niat untuk memberikan keunikan yang eksotisme kepada orang sekitar, namun fakta yang berbicara bahwa sesuatu yang tidak pernah direncanakan namun menghasilkan nilai keindahan yang dapat dikmati oleh kaum ummat.    

 

Suatu keunikan lain bila kita berkunjung Gunung Balibe, yaitu indahnya matahari pagi dapat disaksikan bila kita berada dipuncak gunung ini. Demikan pula dengan proses matahari terbenang tampak jelas di atas bukit ini.

Munculnya Gunung Balibe sebagai kawasan wisata Baru di Bonder Lombok Tengah yaitu bermula ketika kelompok anak muda yang sering mencari lokasi untuk berselvi-ria, yang lalu diposting di berbagai media sosial. Gunung Balibe yang memiliki keunikan panorama yang eksotis, pada akhirnya Gunung Balibe menjadi intagramable pada kalangan anak muda. Namun menurut H. Lalu Ade Karta, “Gunung Balibe mulai ramai dikunjungi oleh pengunjung pada Januari Tahun baru 2019,” ujarnya.

 

Baca Juga :


Berkat keunikan dari jejak-jejak para pegiat tambang batu koral Gunung Balibe, dan diviralkan oleh kelompok media sosial, lokasi ini pun akhirnya semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik wisatawan lokal maupun wisatawan mancanegara. Viralnya Gunung Balibe sebagai kawasan wisata yang unik, media pertelevisian pun menyempatkan diri untuk meliput pesona keindahan yang dimiliki oleh Gunung Balibe. “Dua lembaga pertelevisian yang telah datang di kawasan wisata ini, yaitu SCTV dan Balibe TV,” ujar Lalu Alimuddin, yang juga seorang warga Desa Bonder.

Pesona alam Gunung Balibe memang sungguh luar biasa keunikannya. Sudut-sudut bebatuan yang eksotis menjadikan pula para potografer kondang dari Pulau Lombok untuk mengabadikannya. Tak heran pula jika kita berkunjung di tempat yang indah ini, kita akan dipertemukan dengan beberapa poto model kondang dari pulau ini yang beraksi di depan kamera.  

Menjelajah di sudut-sudut kawasan Gunung Balibe tidaklah ekstrem. Sebab di setiap sudut-sudut keindahan yang dimiliki oleh lapisan-lapisan batu yang berbentuk unik, dapat dipandang dari arah bawah atau dari jauh. Namun bila anda ingin bercenkerama dengan fisik gugusan batu yang beraneka ragam bentuk dan uniknya itu, anda pun cukup mendekat pada wilayah pinggir bawah dari tebing tersebut. Bahkan pada pelataran bawah pinggir tebing, aneka ragam bentuk batu besar yang unik dapat dijangkau.

Untuk menemukan puncak Gunung Balibe tidaklah sulit. Fisik jalan menuju ke puncak Gunung Balibe sangatlah miring. Sejumlah bekas penggalian tanah yang bertingkat-tingkat ada pada wilayah belakang, dan menuntun kita untuk cepat menemukan puncak gunung itu. Namun kebanyakan pengunjung atau wisatawan memilih jalan pintas yang berupa lempengan batu besar yang miring ke atas.

Sejumlah bekas penggalian tanah dan batu berbentuk kolam. Pada musim hujan, kolam-kolam tersebut akan dipenuhi oleh air hujan sehingga tampak hidup yang layaknya kolam-kolam hias yang sengaja dipersembahkan bagi pengunjung.

Untuk menemukan lokasi wisata Gunung Balibe, yang mana bila beranjak dari Bandara International Lombok (BIL) ke arah Kota Mataram, kita pun akan bergeser sejauh kurang lebih 3 (tiga) Kilo Meter. Masjid Batujai akan kelihatan pada bagian kiri ketika kita menempuh perjalan dari Bandara Intenational Lombok (BIL). Setibanya di Masjid Batujai, pada bagian kanan jalan masjid tersebut terdapat sebuah jalan desa beraspal menuju ke arah Pantai selong Belanak. Namun hanya sekitar 1(satu) Kilo Meter, kita akan dipertemukan dengan Pasar Panujak. Sekitar 200 (dua ratus) meter dari Pasar Panujak, sebuah jembatan yang memanjang di atas sungai menuntun kita untuk bergeser sekitar 50 (lima puluh) meter sehingga menemukan sebuah belokan ke arah kanan. Dari belokan kanan tersebut, yaitu sekitar 4 (empat) Kilo Meter kita akan dipertemukan sebuah toko bangunan milik Dandak. Persis di depan toko bangunan tersebut, terdapat sebuah lorong jalan yang jaraknya hanya sekitar 500 (lima ratus meter) hingga kita menemukan lokasi wisata Gunung Balibe.

Kawasan wisata Gunung Balibe termasuk aman. Pihak pemerintah desa dan Badan Keamanan Desa (BKD) siap siaga mengabdikan diri untuk menjaga ketertiban dan keamanan di lokasi wisata ini. Untuk keamanan kendaraan, pada kawasan wisata ini telah tersedia tempat parkir yang ongkos pembayarannya dapat terjangkau.

Waktu kunjungan di lokasi wisata Gunung Balibe, yaitu sejak munculnya matahari di ufuk timur hingga pukul 5 (lima) sore. Di sisi lain, fasiltas untuk kebutuhan pengunjung atau wisatawan yaitu hanya ada sebuah pedagang makanan ringan dan minuman dingin dan panas yang terletak di dekat tempat parkiran.   

 

 

   



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM JONG CELEBES

    KM JONG CELEBES

    09 September, 2019

    Tetaplah menulis apapun temanya.....


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan