logoblog

Cari

Potensi Wisata Pulau Maringkik

Potensi Wisata Pulau Maringkik

Pulau Maringkik merupakan sebuah desa pulau yang terletak di Kecamatan Kruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pulau ini di huni

Wisata Alam

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
05 September, 2019 15:33:51
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 850 Kali

Pulau Maringkik merupakan sebuah desa pulau yang terletak di Kecamatan Kruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat. Pulau ini di huni oleh penduduk yang sumber mata pencahariannya berasal dari Rahim laut. Penduduk yang ada di pulau nelayan ini berasal dari beberapa suku, seperti suku bugis, makassar, mandar, ende-Flores, dan Sasak. Mereka masing-masing membawa budaya dari daerah sendiri, namun bahasa yang dipergunakan adalah bahasa bajo.

Luas wilayah Pulau Maringkik yaitu hanya sekita 6 hektar, sementara jumlah penduduk yang ada di desa pulau ini yaitu 2200 jiwa. Struktur tanah pada pulau kecil ini tidak merata, sehingga sangat wajar jika kita berkunjung di pulau ini menemukan bentuk perumahan yang tidak beraturan, bahkan saling berdesakan. Model perumahan yang ada di wilayah ini adalah mengikuti bentuk rumah panggung khas Sulawesi Selatan.

Wilayah bagian utara di Pulau Maringkik terdapat bukit yang eksotis. Suatu keunikan pada bukit ini yaitu memiliki ujung darat yang menjorok ke laut atau disebut sebagai tanjung. Lebih uniknya lagi bahwa pada bagian bawah dari tanjung ini terdapat terowongan kecil sehingga air laut leluasa untuk melewatinya.

Gugusan tebing yang berdiri di pesisir pantai tampak terjal, namun indah dipandang mata. Hamparan batu karang yang besar turut menambah eksotisme pulau yang terpencil ini. Lebih uniknya lagi yaitu tatkala kita menyusuri pantai yang ada di bagian utara, sebuah batu karang besar yang berbentuk trowongan. Hal inilah semua yang menjadi daya tarik pada pengunjung atau wisatawan.

Daya tarik utama terhadap wisatawan yang dimiliki oleh pulau nelayan ini adalah munculnya sebuah gundukan pasir di atas permukaan laut pada waktu air laut lagi surut. Gundukan pasir tersebut tampak memanjang dan melintas di tengah laut, sehingga pengunjung atau wisatawan yang ada di Pulau Maringkik dapat berjalan kaki hingga ke Gili Bembe.

Hal lain yang sering menjadikan Pulau Maringkik sering dikunjungi oleh para wisatawan atau pun kelompok mahasiswa peneliti adalah bentuk kearifan lokal yang dibawah oleh masing-masing suku yang menetap di wilayah ini. Namun berdasarkan pemantauan bahwa bentuk kearifan lokal yang menonjol di pulau ini adalah mengikut pada khas Sulawesi Selatan. Diantara kearifan lokal yang masih dipertahankan oleh penduduk yang ada di pulau kecil yaitu “Maciro”, adalah kebiasaan nelayan untuk memberi sebagian rezeki (ikan) kepada warga setempat yaitu warga masyarakat cukup dengan hanya duduk atau menunggu di tepi pantai atau tempat berlabuhnya perahu-perahu nelayan. Selain itu, bentuk kearifan lokal yang lain yaitu dilihat pada jenis peralatan dan sistem penangkapan ikan di laut yang sering dipergunakan oleh nelayan-nelayan Bugis-Makassar. Demikian pula dengan model tempat inggal yaitu berupa rumah adat khas Sulawesi Selatan

 

Baca Juga :


Kebiasaan-kebiasaan kaum perempuan di Pulau Maringkik masih mempertahankan bedak tradisional yang terbuat dari beras tumbuk. Mereka mengenakan bedak tradisonal itu sebagai masker agar kulit wajah mereka akan tampak cantik. Merekapun juga masih mampu memperlihatkan kehebatannya dengan menenun kain-sarung yang bercorak sulawesi dan ende-flores. Dapur memasak, merekapun masih berkiprah pada corak sulawesi, dan terlebih cara mengolah ikan laut. Penduduk di pulau ini sangat gemar dengan masakan “pallu marak” ala makassar, yaitu ikan rebus yang diberikan bumbu kunyit dengan asam jawa.

Penduduk yang ada di Pulau Maringkik sangat akrab dengan hewan piaraan berupa kambing. Kambing-kambing yang ada di pulau ini memiliki suatu keunikan yaitu mengkomsumsi kertas, megingat bahwa di pulau nelayan ini jarang ditemukan tumbuhan atau rumput.

Gambaran pesona alam dan budaya tersebut di atas merupakan suatu daya tarik pengunjung yang layak untuk dikembangkan. Sebab pulau terpencil ini memiliki potensi alam yang unik, seperti pasir panjang yang hanya muncul pada saat tertentu, gugusan tebing yang unik, ujung bukit yang berbentuk tanjung. Selain itu, potensi wisata budaya di pulau ini tampak pada  perpaduan budaya campuran yang dari beberapa suku nelayan, yang mana masih mencerminkan suatu bentuk kehidupan yang sifatnya tradisional, dan tentu pula terasa asing bagi pengunjung atau wisatawan.



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan