logoblog

Cari

Matahari Tenggelam Di Pantai Mutiara

Matahari Tenggelam Di Pantai Mutiara

Pantai berpasir putih menjadi salah satu andalan bagi wisatawan. Telebih jika garis pantai itu memanjang jauh dan bersinergis dengan hempasan ombak

Wisata Alam

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
31 Juli, 2019 13:14:53
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 6256 Kali

Pantai berpasir putih menjadi salah satu andalan bagi wisatawan. Telebih jika garis pantai itu memanjang jauh dan bersinergis dengan hempasan ombak kecil yang saling berkejaran. Namun keindahan pantai itu lebih terpukau jika menghadap ke kiblat. Matahari tenggelam akan mempersembahakan warna merah jinggak di wilayah langit barat. Salah satu pantai berpasir putih yang kini menjadi tongkronan anak muda sembari menunggu datangnya matahari tenggelam adalah Pantai Mutiara.

Pantai Mutiara terletak di Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer, Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat. Pantai ini pun berdekatan dengan Desa Wisata Pulau Bungin yang terletak di Kecamatan Alas, Kabupaten Sumbawa. Jarak tempuh dari Pulau Bungin menuju Pantai Mutiara hanya sekitar lima belas menit dengan menggunakan perahu bermesin. Wajar saja jika kita berkunjung ke Pantai Mutiara, terkadang kita menyaksikan sekelompok wisatawan di atas perahu menuju ke pantai ini.

Area perkebunan kelapa mendampingi Pantai Mutiara. Teduh dan sejuk bila berada di sekitar perkebunan itu. Lambaian nyiur seolah-olah bersikap ramah menyambut kedatangan pengunjung. Akan tetapi, bila ditelusuri sejarah tentang nama pantai yang kini mulai ramai dikunjungi oleh wisatawan ini, yang mana berkat pesona lambaian nyiur yang setia memanjakan mata bagi pengunjung dan penduduk sekitar sehingga dulunya bernama Pantai Nyiur Melambai. Namun perubahan nama pun telah terjadi. Handy (30 th), seorang warga sekitar menuturkan bahwa karena kesadaran penduduk sekitar untuk menghentikan pengeboman terhadap berbagai jenis ikan di sekitar pantai, kondisi rahim laut di sekitar kawasan pesisir pantai mulai membaik. Warga penduduk sekitar pun kini bangkit untuk menjaga kelestarian lingkungan laut. Mereka pun melakukan pengembangan rahim laut tanpa merugikan biota lainnya. Budi daya mutiara adalah suatu alternatif yang dapat menambah jenis biota laut yang juga bedampak terhadap perekonomian masyarakat. Bahkan, justru munculnya budi daya mutiara di kawasan pesisir pantai ini sehingga nama Pantai Nyiur Melambai berubah menjadi Pantai Mutiara.

Suatu keunikan utama yang menjadi daya tarik pengunjung di Pantai Mutiara adalah pesona matahari tenggelam yang dapat dinikmati di waktu sore hingga menjelang petang. Handy mengatakan bahwa “Sasaran utama yang menjadi nilai jual pada pantai ini adalah matahari tenggelam atau sunset. Hampir setiap sore pantai ini banyak diramaikan oleh pengunjung bahkan hingga malam,” ujarnya.

Dari pemantauan, Pantai Mutiara memiliki tekstur pasir yang halus dan berwarna putih. Pantainya pun memanjang dan mengikuti lekukan daratan Pulau Kaung dibagian barat. Selain itu, deretan pohon waru yang tertata rapi di sepanjang pantai turut menambah keindahan pantai. Berdiri di kawasan pantai ini, para pengunjung dapat menikmati keindahan permukaan laut yang mengelilingi Pulau Bungin dan pulau Panjang. Para nelayan pun yang sibuk dengan perahunya dapat disaksikan langsung, demikian pula dengan permainan ombak kecil saling berkejaran untuk menghempaskan diri di tepi pantai. Inilah sebagian nilai keindahan yang dapat diraih bila kita berkunjung di Pantai Mutiara.

Dalam memberikan kepuasan kepada pengunjung, para penggerak wisata Pulau Kaung berupaya untuk menjaga kebersihan pantai agar para pengunjung merasa leluasa untuk menjelajah di sudut-sudut pantai. Renold (29 th) mengatakan, “ Agar  Pantai Mutiara mampu bersaing dengan wisata pantai lainnya, kami penggerak wisata di pulau ini akan berupaya untuk memenuhi berbagai kebutuhan pengunjung nantinya. Hanya saja karena wisata pantai ini baru diresmikan pada 27 Juni 2018 sehingga kami masih tahap perencanaan untuk memikirkan pengembangan ke depannya,” ujarnya.

 

Baca Juga :


Hanya ada satu gazebo yang terletak di bawah pohon kelapa, yang selalu siap menunggu kedatangan wisatawan untuk beristirahat sembari memandang ke arah laut. Namun di berbagai sudut-sudut pantai dapat ditemukan beberapa tempat duduk  yang terbuat dari potongan kayu dan bekas ban mobil. Agar terkesan indah, sebagain tempat duduk tersebut dikolaborasikan dengan meja yang terbuat dari akar pohon, dan sebuah payung besar yang melindunginya. Namun bila pengunjung merasa haus atau lapar, di kawasan pantai ini ditemukan seorang pedagang minuman hangat dan dingin, serta makanan ringan dan makanan seduh.

Sejumlah jenis akar pohon yang terdampar dari laut teratur sedimikian rupa di sudut-sudut kawasan pantai sehingga terkesan indah nan klasik. Inilah salah satu cara kelompok penggerak wisata Pulau Kaung dalam memamnfaatkan limbah laut sehingga memiliki nilai seni.    

Hal lain, lahan parkir di kawasan Pantai Mutiara cukup memadai. Keamanan kendaraan pun sangat terkendali oleh petugas parkir. Biaya parkir pun sangat terjangkau.

Agar lebih muda menemukan Pantai Mutiara, sebaiknya anda menggunakan kendaraan pribadi saja sebab entah beberapa tahun lamanya, telah dibangun jalan aspal yang menghubungkungkan jalan raya yang ada di daratan Alas dengan Pulau Kaung. Namun bila anda senang untuk berwisata perahu, anda pun dapat mencari dan menyewa perahu nelayan yang ada di Pulau Bungin.

 

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan