logoblog

Cari

Menelusuri Destinasi Telaga Biru

Menelusuri Destinasi Telaga Biru

KM. Sukamulia – Pencinta Wisata Lombok dan warga serta pencinta Kampung Media yang kami banggakan, kali ini saya akan mengajak anda

Wisata Alam

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
04 Maret, 2019 01:54:30
Wisata Alam
Komentar: 1
Dibaca: 4233 Kali

KM. Sukamulia – Pencinta Wisata Lombok dan warga serta pencinta Kampung Media yang kami banggakan, kali ini saya akan mengajak anda untuk menelusuri destinasi kawasan wisata Telaga Biru. Kawasan Wisata Telaga Biru, demikianlah nama salah satu objek wisata yang baru-baru ini dibuka dan dikelola oleh Pokdarwis Tereng Wilis dan Pemuda Dusun Gung Paok Desa Perian Kecamatan Montong Gading.

To the poin saja yach, saya ingin bercerita mengenai pengalaman wisata yang saya dapatkan saat menelusuri destinasi wisata Telaga Biru. Nama Telaga Biru saya dengar sejak beberapa bulan lalu dan baru pada hari Minggu (02 Maret 2019) saya sampai di tempat itu. Awalnya saya hanya niatan silaturrahmi ke rumah Ketua Pokdarwis Tereng Wilis dan saudara Edy (pengelola Eko Village Treng Wilis). Sesampai di Treng Wilis, saya disambut oleh Ketua Pokdarwis Tereng Wilis yang biasa kami sapa pak Zidan. Beliau membawa saya nongkrong di bungalow yang dikelola oleh saudara Edy.

Di resto bungalow saudara Edy kami bertukar cerita sambil menikmati kopi hangat di bawah rintik gerimis yang datang di tengah hari. Cukup lama bercerita mengenai berbagai destinasi wisata yang ada di seputaran Desa Perian, saudara Edy kedatangan tiga orang tamu berkebangsaan Cina. Kedatngan mereka membuat saudara Edy agak repot sebab tiga orang warga cinta tersebut tidak bisa berbahasa inggris. Katanya sich tamu yang terdiri dari satu orang laki-laki dan dua orang perempuan itu sudah berwisata di sembalun dan melanjutkan program trip-nya di Tereng Wilis.

Meski agak kebingungan dalam berkomunikasi, saudara Edy melayuani tamunya dengan sebaik mungkin. Maklumlah, Edy adalah seorang guide yang cukup handal di kalangan kami (Asosiasi Pokdarwis Lotim). Setelah menikmati hidangan makan siang yang disiapkan oleh ibu-nya saudara Edy, tiga orang warga Cina itu mengajak Edy menelusuri kawasan wisata di sekitaran Tereng Wilis dan inilah kesempatan yang saya tunggu-tunggu, ikut menesuri destinasi wisata Eko Village Tereng Wilis.

Edy dan tiga orang tamunya berjalan menelusuri persawahan, katanya sich mereka mau ke Telaga Biru. Mendengar hal itu, saya dan pak Zidan ikutan meninggalkan resto saudara Edy. Agak curang sich, pak Zidan tidak mau capek-capek berjalan menelusiri sawah dan beliaun mengajak saya ke Telaga Biru menggunakan speda motor. Yaaa saya ngikut aja sic. Pak Zidan menghidupakan kuda merahnya dan saya ikutan menghidupkan mesin kuda hitam yang saya kendarai dari rumah.

Asykkk, pak Zidan membawa saya menelusuri jalan setapak. Kata beliau, kurang seru kalo kita berjalan melalui jalan utama. Heheee, ada-ada saja beliu ini. Saya ikut berkendaraan di belakangnya, memang luar biasa, beliau membawa saya melalui jalan setapak di tengah sawah. Asyk sich, di sepanjang perjalan saya dapat melihat indahnya hamparan padi yang sebagian masih hijau dan sebagiannya sudah siap dipanen.

Sekitar 5 menit berjalan menesuri jalan setapak di tengah perswahan, kami-pun sampai di kawasan Wisata Telaga Biru. Saya tercengang melihat hamparan hutan dengan pepohananya yang rindang. Saya lebih tercengang lagi saat melihat indahnya destinasi yang menyambut kami saat mulai memasuki kawasan wisata Telaga Biru. Hutan yang berdampingan dengan hamparan sawah. Di depan gerbang masuk kawasan wisata Telaga Biru kami disambut oleh Pemuda Montong Paok dengan senyuman mereka yang manis dan bahasa yang ramah.

Rasanya saya tidak sabar untuk segera tiba di Telaga Biru yang konon airnya terlihat sangat mempesona. Setelah motor kami parkir, Pak Zidan segera membawa saya memasuki gerbang Kawasan Wisata yang dikelolanya itu. Kami berjalan menelusuri kawasan hutan Taman Nasional Gunung Rinjani yang warga setempat menyebutnya dengan Kawah Montong Paok. Kawasan wisata yang satu ini memang menyediakan destinasi yang beda dengan kawasan wisata lainnya yang ada di seputaran Lombok Timur. Sebelum memasuki gerbang kawasan wisata, kita disambut dengan spot poto di tengah telaga dengan back ground sawah di sebelah timur dan hutan di sebelah baratnya.

Beberapa meter setelah gerbang utama, terdapat beberapa rumah pohon yang unik. Kami tersu saja berjalan menelusuri jalan setapak sambil bertukar cerita. Pak Zidan menceritakan mengenai seluk beluk dan destinasi yang ada di sekitaran kawasan wisata Telaga Biru. Jalan setapak di tengah hutan. Sepanjang perjalanan menelusuri jalan setapak, saya merasakan destinasi berwisata di tengah belantara. Kayu-kayu besar dan menjulang berdiri kokoh dan rapi, itulah bagian dari destinasi kawasan wisata Telaga Biru.

Sekitar 4 menit menelusuri jalan setapak tadi, pengelola objek wisata ini menyiapkan berugak tempat beristirahat dan rumah pohon sebagai destinasi tambahannya. Kamera handpone tidak pernah saya tutup sebab saya merasa tidak sedikitpun destinasi wisata ini yang tidak indah untuk diabadikan di dalam gambar. Hutan yang rindag, udara pegunungan yang sejuk, kera-kera yang berloncatan dari pohon yang satu ke pohon yang lainnya dan suara kicauan burung menambah indahnya suasana berwisata di tempat ini dan itu merupakan salah satu bagian dari destinasi wisata yang tersaji di Kawasan Wisata Telaga Biru.

 

Baca Juga :