logoblog

Cari

Sabana Ilalang Buwun Mas Hill, Menjadi Viral di Sosmed

Sabana Ilalang Buwun Mas Hill, Menjadi Viral di Sosmed

Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tak hanya dikenal dengan wisata pantainya. Namun, Kabupaten Lombok Barat bagian selatan memiliki

Wisata Alam

Suparman
Oleh Suparman
14 Januari, 2019 02:07:49
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 2193 Kali

Kabupaten Lombok Barat Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tak hanya dikenal dengan wisata pantainya. Namun, Kabupaten Lombok Barat bagian selatan memiliki banyak destinasi Wisata gunung, seperti bukit dengan pemandangan yang menjanjikan bagi pencinta traveling. Baru-baru ini, Kecamatan Sekotong Kabupaten Lombok Barat sangat viral di Sosmed dengan wisata Bukitnya.

Salah satunya, Buwun Mas Hill yang terletak di Dusun Lemer Desa Buwun Mas, Kecamatan Sekotong. Sekitar satu bulan yang lalu sampai sekarang, bukit ini menjadi ramai dikunjungi oleh masyarakat luas. Sabana bukit yang dipenuhi tumbuhan ilalang serta pemandangan pantai nan indah dari atas bukit menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Untuk mencapai bukit ini, pengunjung harus melewati jalan berbatuan serta tanjakan yang menantang. Lebar jalan pun hanya satu setengah meter  dan pengunjung juga harus menempuh jarak menggunakan motor sekitar 1 Km dari jalan raya utama lintas desa. Sedangkan pengunjung yang menggunakan kendaraan roda empat "siap-siap harus berjalan kaki." Meski demikian, tak menyurutkan semangat pengunjung untuk mencapai bukit ini, karena hamparan ilalang atau tumbuhan alang-alang menjadi pilihan tepat bagi traveling untuk berfoto-foto. 

Salah seorang pengunjung, Lilis Karlina (24) mahasiswi di salah satu universitas Kota Mataram mengatakan bahwa bukit ini cukup viral di berbagai sosial media (Sosmed) karena pemandangan pantai yang sangat indah dari atas bukit serta tumbuhan alang-alang menjadi pilihan tepat untuk dikunjungi.

"Karena penasaran, saya pun berkesempatan untuk mengunjungi bukit ini, meskipun harus melewati jalan yang cukup menantang tapi terbayarkan oleh keindahannya," ungkapnya di atas bukit sembari berfoto-foto, Minggu (13/01).

Sedangkan menurut, Awina (50) warga desa setempat, sekaligus ketua kelompok pengelolaan jalan menuju bukit itu mengatakan, viral-nya bukit ini karena sabana tumbuhan ilalang serta pemandangan pantai yang indah sehingga bukit ini banyak dikunjungi oleh masyarakat luas.

"Pada hari-hari libur, angka kunjungan bisa mencapai sekitar 1000 orang setiap harinya," katanya saat ditemui di pos penjagaan bukit," 

Dijelaskannya, pembuatan jalan menggunakan alat seadanya serta fasilitas lahan parkiran pendukung wisata bukit ini semua berawal dari inisiatif masyarakat itu sendiri tanpa ada sentuhan dari pemerintah desa maupun kabupaten. Sementara tarif yang diraup oleh pengelola bagi setiap pengunjung hanya sekedar biaya parkir sebesar Rp 5000 per motor. 

 

Baca Juga :


"Dari biaya tersebut, kami gunakan untuk perbaikan jalan serta fasilitas pendukung lainnya," jelasnya.

Selama tiga bulan ke depan. Lanjutnya, masyarakat akan terus membenahi infrastruktur penunjang wisata bukit ini terutama akses jalan yang belum di aspal dan fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. Rencananya di atas bukit ini juga akan dibangun tempat-tempat penginapan bagi wisatawan, kalau semua keamanan dan fasilitas sudah terjamin. 

"Kami akan terus memperbaikinya, sembari menunggu bantuan dari pemerintah desa maupun pemerintah Kabupaten Lombok Barat," tutur Awina

Selain tempat yang banyak dikunjungi, menurutnya, lokasi ini awalnya menjadi lahan pertanian masyarakat setempat untuk menanam padi dan jagung, karena pertumbuhan ilalang tak mampu dibasmi dan semakin banyak, akhirnya masyarakat memutuskan untuk mencari lahan yang lain. Meski demikian, tanaman ini bukan berati tak memberi dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Alang-alang menjadi mata pencaharian warga ketika disulap menjadi kerajinan tangan seperti atap rumah serta kebutuhan masyarakat tradisional lainnya.

"Kita panen alang-alang dua kali dalam sehari, Biasanya kita juga menjadi jasa ojek untuk mengangkut ilalang ke bawah kalau ada permintaan dari warga lain," tambahnya. (Man)

 



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan