logoblog

Cari

Efektivitas Promosi Wisata Halal Pasca Gempa Dengan Media TV Kabel Dan Media Sosial

Efektivitas Promosi Wisata Halal Pasca Gempa Dengan Media TV Kabel Dan Media Sosial

Lombok merupakan sebuah pulau yang dikenal dengan pulau seribu masjid. Tatanan pantai yang tidak pernah terjamah merupakan daya tarik tersendiri bagi

Wisata Alam

sulis andriawati
Oleh sulis andriawati
18 November, 2018 16:25:50
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 2567 Kali

Lombok merupakan sebuah pulau yang dikenal dengan pulau seribu masjid. Tatanan pantai yang tidak pernah terjamah merupakan daya tarik tersendiri bagi wisatawan asing untuk datang berwisata kepulau lombok. belum lama ini wisata lombok sedang berada di puncak-puncak popularitasnya di mata dunia karena saat itu salah satu program dari gubernur yang lebih populer dengan sebutan TGB(tuan guru bajang) yang salah satu programnya membuat wisata halal. Wisata halal adalah pelayanan parawisata yang merujuk pada aturan –aturan islam. Selain makan halal, disemua hotel dan restoran yang berlabel halal disediakan tempat ibadah beserta perlengkapan ibadah seoerti mukena, sejadah, al qur’an dan sebagainya. pada tanggal 20 oktober 2015, lombok terpilih sebagai world’s best halal honeymoon destination dalam ajang world halal travel awards 2015 di dubai hal ini memberikan efek yang sangat signifikan terhadap pendapatan daerah, menteri parawisata arief yahya dalam perbincangannya dengan CNBC indonesia di hotel pullman mengatakan pada tahun 2017 lombok mengalami kenaikan 50% dari tahun sebelumnya ini menandakan bahwa daya pikat wisata halal seperti magnet yang sangat kuat bagi NTB khususnya lombok, namun belakangan ini lombok terkena musibah bencana alam berupa gempa bumi yang terjadi secara periodik dalam rentan waktu hampir selama satu bulan dengan puncak magnetudo gempa 7 SR.

Pasca gempa wisata lombok mengalami sekarat, jumlah pengunjung wisatawan asing dan wisatawan lokal mengalami penurunan drastis ini merupakan sebuah PR besar bagi kita bersama terutama dinas parawisata yang ada di lombok. melihat masalah tersebut mungkin sudah saatnya kita saling bahu membahu untuk gencar melakukan promosi. Kami melihat hampir 90% warga NTB menggunakan tv kabel hal ini disebabkan karna tidak meratanya jaringan uhf di wilayah lombok, melihat hal tersebut kenapa tidak dijadikan kesemptan untuk jalur transfer informasi yang sangat efektif khususya bagi dinas parawisata untuk memperomosikan wisata yang saat ini sedang kita bangun kembali. salah satu caranya bisa saja nantinya dinas parawisata membuat suatu video iklan wisata yang nantinya iklan tersebut akan di berikan kepada masing-masing ketua asosiasi tv kabel yang ada di setiap kabupaten dan setiap ketua asosiasi akan meneruskannya ke semua pengusaha tv kabel yang ada di daerahnya masing-masing. Hal ini saya rasa dapat memberikan solusi untuk menarik wisatawan lokal yang ada di NTB.

Bencana gempa bermagnetudo 7.0 SR yang terjadi dilombok memang menyebabkan kerugian yang sangat besar, dari KOMPAS.COM mengatakan lombok mengalami kerugian sebesar Rp 1,4 triliun hal ini disebabkan karena banyaknya para wisata asing yang menunda kedatangannya ke lombok. untuk saat ini memang perlu waktu untuk mendapatkan kembali kepercayaan dari para wisatawan asing untuk datang ke lombok. seperti yang kita ketahui wisatawan asing datang ke lombok salah satu yang mreka cari adalah keindahan pantai yang masih alami. Kita tau wilayah pantai wilayah selatan lombok timur rata-rata pantai yang masih jarang di jamah oleh para wisatawan lokal dan wisatawan asing salah satu contoh pantai yang terkenal disana adalah pantai pink dan tanjung karang yang konon katanya pantai tersebut dikenal oleh orang lombok karna seringnya para tourist datang ke pantai tersebut tidak hanya itu masih banyak pantai yang belum pernah di jamah dan belum mempunyai nama yang keindahannya tidak kalah seperti pantai kute yang ada di lombok tengah. Melihat hal tersebut bisa kita jadikan sebagi sebuah peluang dan kesempatan untuk menarik wisatawan asing untuk datang kelombok. Bentuk promosinya bisa saja kiata menggunakan media sosial berupa facebook, IG, blog atau website yang ada hanya saja hal ini harus di sosialisasikan oleh dinas parawisata baik lewat seminar-seminar yang di adakan atau lewat lainnya.

 

Baca Juga :




 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan