logoblog

Cari

Tutup Iklan

Amazing Day Bersama Riko si Whale Shark

Amazing Day Bersama Riko si Whale Shark

Tujuan perjalanan saya kali ini boleh dibilang menjadi pengalaman pertama dalam hidup saya. Sebuah pengalaman yang pastinya sangat menarik dan bakalan seru

Wisata Alam

Randal Patisamba
Oleh Randal Patisamba
16 Oktober, 2018 11:52:41
Wisata Alam
Komentar: 1
Dibaca: 9282 Kali

Tujuan perjalanan saya kali ini boleh dibilang menjadi pengalaman pertama dalam hidup saya. Sebuah pengalaman yang pastinya sangat menarik dan bakalan seru yang telah menunggu saya satu setengah jam kemudian.

Gelap masih menyelimuti kampung Labuhan Jambu Kecamatan Tarano. Aktifitas masyarakat salah satu perkampungan nelayan terbesar di Nusa Tenggara Barat ini masih belum begitu nampak. Beberapa perahu nelayan terlihat mulai berangkat meninggalkan dermaga mengarungi lautan mencari rezeki. Suara mesin perahu yang saya tumpangi bersama rekan-rekan dari Adventurous Sumbawa ikut membelah kesunyian dini hari itu, menyusuri perairan menuju bagian timur Teluk Saleh, Sumbawa.

Sesekali terlihat kelap kelip lampu perahu nelayan yang kami lewati. Dari kejauhan tampak lampu bagang para nelayan berjejer membentuk konfigurasi titik cahaya yang cukup menarik dan entah berapa jaraknya dari kami. Kesanalah arah tujuan kami.

Perahu dengan kecepatan penuh melaju membelah ombak kecil, sesekali menembus kumpulan kabut. Saat berada di tengah kabut, seketika sekeliling kami menjadi buram, samar seperti berada di dunia antah berantah. Sebuah perjalan yang penuh sensasi dan pastinya luar biasa.

Satu jam kemudian, langit sedikit mulai terang. Terlihat semburat warna merah saga berpadu kuning keemasan terbentang sangat indah di bagian timur cakrawala di langit Tambora. Perpaduan warna yang begitu mempesona dan bikin kagum. Ini menjadi pertanda sang surya mulai menapaki pagi memulai hari. Keindahan horizon ditambah dengan jejeran bagang nelayan di pagi itu tak bisa saya lukiskan dengan kata-kata. Subhanallah, atas indahnya anugerah Mu yaa Rabb.

Sesampai di Takat Lanjaha, kami mendekati sebuah bagang nelayan. Salah seorang rekan kami berteriak dalam bahasa Bugis. Sang empunya bagang menyahut sambil menunjuk kearah sebuah bagang. Rupanya yang kita cari hari itu sedang berada di bagang yang ditunjuk tersebut. Serta merta sang juru kemudi langsung tancap gas menuju bagang dimaksud.

Dari penjelasan rekan kami Muhaidin yang juga sekdes Labuhan Jambu bahwa obyek yang kita cari memang kemunculannya kadang berpindah-pindah tapi dia selalu muncul di sekitar bagang nelayan terutama di musim ebi seperti sekarang ini.

Sebelum sampai di bagang, Kecepatan perahu dikurangi agar suara bising mesin tidak mengganggu sekitarnya. Tampak seorang nelayan separuhbaya melemparkan segenggam ebi ke dalam air. Dihadapannya seekor ikan berukuran cukup besar menyambut ebi-ebi tersebut kemudian menelannya.

Saking antusiasnya dan tidak sabaran, saya segera berpindah tempat dari perahu ke atas bagang. Saya terperangah, tak bisa berkata apa-apa, antara percaya dan tidak sembari menyaksikan mulut lebarnya menghisap tiap genggaman ebi yang dilemparkan ke laut.

Dialah hiu paus atau akrab disebut whale shark (Rhyncodon typus) obyek yang menjadi tujuan saya bersama rekan-rekan dari Lembaga Adventurous Sumbawa mengeksplore Teluk Saleh kali ini.

"Dia ikut terjaring tadi pagi bersama ikan lain, kami merobek jaringnya agar dia selamat. Memang sering kali masuk ke dalam jaring bagang nelayan tapi tetap sih dilepas" ucap seorang kru bagang. Ketika musim ebi, si hiu paus akan muncul mengitari dan berlomba bersama para nelayan, mereka ikut menikmati ebi-ebi yang tertangkap jaring nelayan. Keberadaan kawanan hiu paus ini sudah menjadi hal yang biasa bagi nelayan setempat.

 

Baca Juga :


Bagang telah menjadi semacam magnet bagi kemunculan hiu paus. Dan ini pengalaman pertama bagi saya berada diatas sebuah konstruksi yang harga pembuatan satu unitnya bisa mencapai 500 juta bahkan lebih lhoo! Ada sekitar 88 buah bagang yang terdata. Bisa dibayangkan berapa total nilai investasi dan produksi nelayan setempat.

Ngga puas cuma liat dari atas bagang, saya kemudian ikut nyebur ingin melihat langsung dari dalam air. Benar-benar pengalaman luar biasa dan menakjubkan. Ikan berukuran raksasa muter-muter, begitu dekat berada di samping dan di bawah saya. Betul-betul mempesona, so amazing! Selama ini cuma liat di televisi dan internet doang. Sekarang saya bisa melihatnya dengan mata kepala sendiri J

"Kami menamainya Riko, panjangnya sekitar 4'5 meter. Dia termasuk yang paling jinak" ucap Ismail, konsultan CI (Conservation Internasional) lembaga yang bergerak pada pelestarian hiu paus di Desa Labuhan Jambu, Teluk Saleh Sumbawa.

Menurut Ismail, berdasarkan pengamatan, untuk saat ini ada sekitar 56 individu hiu paus di perairan Teluk Saleh yang terdata. Jumlah ini diperkirakan bisa jadi merupakan agregasi terbesar yang ada di Indonesia. Hiu paus yang paling panjang yang pernah dilihat sekitar 10,8 meter sedangkan yang sudah terdata berukuran 9,2 meter. Yang paling sering ditemui adalah kemunculan anaknya.

Kemunculan hiu paus sebenarnya sepanjang tahun namun yang paling sering sekitar bulan Juli hingga Nopember, bertepatan dengan musim ebi. Ebi (Acetes)-cikal bakal terasi, merupakan makanan si hiu paus. Selain di bulan tersebut kemunculannya berpindah-pindah di beberapa titik di Teluk Saleh termasuk di Gili Dua hingga dekat perairan Pulau Moyo.

Masih menurut Ismail, selain whale shark ada beberapa spesies langka lainnya yang dia temui selama melakukan kegiatan konservasi di Teluk Saleh seperti Pari Manta (Mobula alfredi), Sperm whale, Penyu Belimbing dan Penyu Hijau.

Melihat pontensi yang dimiliki Teluk Saleh agaknya tak salah memang kalau teluk yang memiliki luas sekitar 212.300 hektar ini sangat pas dijuluki aquarium alam. Kebijakan strategis terhadap perlindungan dan pelestarian spesies dan biota laut Teluk Saleh sangat perlu dan segera untuk dijadikan sebagai kawasan konservasi dan penelitian bahkan bagi pengembangan sektor pariwisata.

"Saya sudah terlanjur jatuh cinta dengan teluk ini, potensinya luar biasa dan pemandangannya sungguh indah, terutama saat sunset dan sunrise” ucap Ismail saat perahu yang kita tumpangi meninggalkan bagang. Meninggalkan si Riko berputar-putar disekitar perahu seakan tak mau ditinggalkan.

Siapa sih yang tak jatuh cinta dengan teluk yang punya potensi luar biasa ini? Anugerah Sang Ilahi yang patut kita syukuri dan harus dilestarikan sebagai warisan generasi berikutnya.



 

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. lia hyda KM. CAKRANEGARA

    lia hyda KM. CAKRANEGARA

    24 Oktober, 2018

    Keren


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan