logoblog

Cari

Tutup Iklan

Tiga Taman Nasional Indonesia Resmi Masuk Daftar Biosfer Dunia

Tiga Taman Nasional Indonesia Resmi Masuk Daftar Biosfer Dunia

Taman Nasional Berbak-Sembilang di Jambi-Sumatra Selatan, Betung Kerihun Danau Sentarum-Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, dan Rinjani-Lombok di Nusa Tenggara Barat resmi

Wisata Alam

Tapak Rinjani
Oleh Tapak Rinjani
26 Juli, 2018 17:49:38
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 3740 Kali

Taman Nasional Berbak-Sembilang di Jambi-Sumatra Selatan, Betung Kerihun Danau Sentarum-Kapuas Hulu di Kalimantan Barat, dan Rinjani-Lombok di Nusa Tenggara Barat resmi masuk dalam daftar biosfer dunia, atau Biopshere Reserves UNESCO. Keputusan ini tercapai dalam sidang ke-30 International Coordinating Council of the Man and Biosphere Programme (ICC-MAB) di Palembang, Sumatra Selatan, Rabu (25/7/2018). 

Dalam sidang dimaksud, delegasi Indonesia dipimpin Dubes Hotmangaradja Pandjaitan (Duta Besar RI untuk Prancis merangkap Delegasi Tetap RI untuk UNESCO, didampingi oleh para pejabat dari Kementerian LHK, LIPI, Kemlu, dan KBRI Paris/UNESCO. Mar?kas besar UNESCO sendiri berada di Paris, Prancis.

Sidang yang berlangsung sejak 23 Juli hingga 28 Juli 2018 itu dihadiri 401 delegasi dari 50 negara, termasuk 34 negara anggota Komite MAB UNESCO. Beberapa pejabat tinggi yang hadir di antaranya Menteri Konservasi Hutan Honduras dan Wakil Menteri Kehutanan Mozambik.

Dalam pembukaan persidangan, Dubes RI Paris menyampaikan posisi dan komitmen Indonesia terkait konservasi biosfer, dimana Indonesia telah mengintegrasikan Rencana Aksi Man and Bioshphere (MAB) ke dalam program nasional. Indonesia juga akan terus mengembangkan cagar biosfer baru.

Sementara itu, para anggota ICC MAB secara aklamasi menyetujui Indonesia sebagai Ketua ICC-MAB untuk periode 2018-2020. Pemerintah Indonesia telah menunjuk Profesor Enny Sudarmonowati, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, sebagai representatif keketuaan Indonesia di ICC MAB untuk dua tahun ke depan.

 

Baca Juga :


Program Man and Biosphere (MAB) telah ada sejak 1971 dan merupakan forum ilmiah untuk mempromosikan konservasi lingkungan, keanekaragaman hayati, dan pembangunan berkelanjutan. MAB berupaya menggabungkan aspek lingkungan dengan sosial, ekonomi, dan pendidikan, agar penghidupan dan kesejahteraan masyarakat dapat berjalan seimbang dan aman dengan ekosistem lingkungan hidup.

Hingga kini dalam daftar cagar biosfer dunia telah ada hampir 700 cagar di 120 negara. Dengan penambahan tiga cagar di atas, maka sekarang ada 14 cagar Indonesia yang masuk dalam daftar Biosphere Reserves UNESCO. Sebelas cagar yang sudah masuk sebelumnya adalah:

  • Cibodas Gunung Gede Pangrango (Jawa Barat), terdaftar 1977
  • Kepulauan Komodo (Nusa Tenggara Timur/NTT), 1977
  • Lore Lindu (Sulawesi Tengah), 1977
  • Tanjung Puting (Kalimantan Tengah), 1977
  • Gunung Leuser (Aceh dan Sumatra Utara), 1981
  • Pulau Siberut (Sumatra Barat), 1981
  • Giam Siak Kecil – Bukit Batu (Riau), 2009
  • Wakatobi (Sulawesi Tenggara), 2012
  • Bromo Tengger Semeru – Arjuno (Jawa Timur), 2015
  • Taka Bonerate – Kepulauan Selayar (Sulawesi Selatan), 2015
  • Belambangan (Jawa Timur), 2016.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan