logoblog

Cari

Tutup Iklan

Sensasi Air Pasang Surut Laut Maringkik

Sensasi Air Pasang Surut Laut Maringkik

Suatu keajaiban apabila seseorang mampu berjalan kaki di atas laut. Namun fakta telah berbicara kalau orang-orang dari Pulau Maringkik mampu berjalan

Wisata Alam

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
29 Desember, 2017 23:31:05
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 7449 Kali

Suatu keajaiban apabila seseorang mampu berjalan kaki di atas laut. Namun fakta telah berbicara kalau orang-orang dari Pulau Maringkik mampu berjalan kaki di tengah laut menuju ke sebuah gili, yakni Gili Bembe. Gili Bembe merupakan sebuah gili yang tak berpenghuni, namun memiliki eksotisme hingga menjadi salah satu tujuan wisata. Letak gili yang rupawan ini yaitu berada pada bagian barat dari Pulau Maringkik. Jarak tempuh Pulau Maringkik dengan Gili Bembe yakni sekitar 800 meter di atas permukaan laut.

Keberanian orang-orang Maringkik melintas di tengah laut menuju ke sebuah gili yang indah adalah tak lain karena mereka melewati sebuah gundukan pasir putih yang muncul di permukaan laut. Keunikan gundukan pasir yang membentang di atas permukaan laut adalah akibat surutnya air laut pada waktu tertentu, yaitu terkadang pada waktu pagi, dan juga di waktu sore. Namun lebih tepatnya bila dikatakan tergantung dari kondisi cuaca dan perubahan arus gelombang di dalam laut.

Gundukan pasir yang sering muncul di laut Maringkik layaknya seperti jalanan yang menghubungkan dua gili yakni Gili (Pulau)  Maringkik dengan Gili Bembe. Di saat air laut lagi pasang surut, orang-orang yang bermukim di Pulau Maringkik memanfaatkan momen ini untuk berjalan kaki di atas pasir menuju ke gili seberang atau menuju ke tepi laut untuk mengurus perahunya. Demikian juga dengan nelayan luar yang akan memasuki wilayah Maringkik, rata-rata mereka membuang jangkar perahu di tepi jalan pasir putih ini.

Keunikan lain yang dapat ditemukan di tepi jalanan pasir laut Maringkik adalah kita dapat menyaksikan hewan laut yang berbentuk bintang. Penduduk sekitar menyebutnya sebagai bintang laut. Para pengunjung tentu dapat bercengkerama dengan jenis hewan laut yang cantik ini. Selain itu, air laut yang ada di tepi gundukan pasir ini tampak jernih sehingga sangat cocok untuk dipakai mandi atau berenang.

 Informasi dari beberapa warga Maringkik bahwa beberapa tahun yang silam, hewan piaraan berupa kambing yang berkandang di Pulau Maringkik , yang mana setiap pagi menyeberang ke Gili Bembe untuk mencari makanan. Kambing-kambing tersebut melintas di tengah laut dengan melewati gundukan pasir yang muncul pada saat air pasang lagi surut. Konon informasi warga sekitar, walaupun air pasang mulai naik, kambing-kambing peliharaan tersebut tak segan-segan berjalan di atas air demi untuk mencari sesuab nasi di Gili Bembe.

 

Baca Juga :


Sedikit ulasan, dikatakan Gili Bembe karena banyaknya hewan piaraan berupa kambing yang sering mencari makanan di gili tersebut. Dalam bahasa Bajo, Bembe diartikan sebagai Kambing. Itulah sebabnya gili yang rupawan ini disebut sebagai Gili Bembe.

Keunikan gundukan pasir putih yang membentang di atas permukaan laut Maringkik, yaitu disaat air laut lagi pasang surut banyak dilirik oleh penduduk luar Pulau Maringkik. Lambat-laun, silih berganti wisatawan domestik dan mancanegara datang untuk menyaksikan sensasi jalanan pasir yang muncul di laut Marigkik.

Dalam pengembangannya, dan seiring dengan berkembangnya wisata Lombok, Pulau Maringkik yang menyimpan pesona khas, termasuk jalanan pasir yang menghubungkan Pulau Maringkik dengan Gili Bembe menjadi salah satu tujuan wisata yang diprogramkan oleh wisata perahu yang berpusat di Desa Tanjung Luar dan Desa Ketapang Raya (Lungkak), Kecamatan Kruak, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat.

Untuk menemukan Pulau Maringkik, apabila kita beranjak dari Kota Mataram,  kita pun dapat melewati Kota Praya (Lombok Tengah). Di saat kita berada di Praya, silahkan mengambil jalur kiri yang mengarah ke Mujur. Dari Mujur, silahkan melaju ke arah Kruak(Lombok Timur) hingga bertemu dengan Pasar Kruak. Jika anda menemukan Pasar Kruak, silahkan melaju lagi hingga bertemu dengan simpang tiga. Dari simpang tiga, terus lagi belok kiri, dan sekitar 800 meter kita akan dipertemukan sebuah jalanan yang membelok ke arah kanan yaitu ke Tanjung Luar. Dari jalan Tanjung Luar, silahan melaju terus dan jangan berhenti sebelum bertemu dengan Pasar Tanjung Luar atau Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang terletak di tepi pantai. Di sekitar TPI inilah terdapat penyeberangan ke Pulau Maringkik. Di lokasi penyeberangan ini tersedia perahu umum yang akan mengantar para penumpang ke Pulau Maringkik. Adapun harga tiket penyeberangan ke Pulau Maringkik yaitu hanya 5.000 rupiah. Kecuali jika anda ingin menggunakan perahu wisata, tentu harganya jauh lebih tinggi jika dibanding dengan harga perahu umum.Untuk tempat parkir, di lokasi ini, warga sekitar siap menampung kendaraan pribadi anda dengan sistem parkir.

Pesan bagi wisatawan yang akan mengunjungi Pulau Maringkik dan sekitarnya adalah bahwa untuk menemukan Lokasi Tanjung Luar, sebaiknya menggunakan kendaraan pribadi, sebab kendaraan umum yang menuju ke Tanjung Luar agak sulit karena penumpang harus mencari mobil angkutan secara estapet. ()



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085337771699, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan