logoblog

Cari

Tutup Iklan

Taman Langka Bunga "Ander Nyawa"

Taman Langka Bunga

Lagi lagi Rinjani memang tiada habisnya bila dibicarakan, entah itu keindahan alam, budaya masyarakat sekitar, ataupun alam mistik yang ada di

Wisata Alam

KM Hendra Sasdi
Oleh KM Hendra Sasdi
23 Desember, 2017 00:26:17
Wisata Alam
Komentar: 1
Dibaca: 4244 Kali

Lagi lagi Rinjani memang tiada habisnya bila dibicarakan, entah itu keindahan alam, budaya masyarakat sekitar, ataupun alam mistik yang ada di dalamnya. Salah satu yang paling banyak dibicarakan msyarakat khususnya penggila wisata adalah keindahan alamnya. Keindahan alam yang menggoda para pelancong berambut pirang, tidak lupa pula para pencinta selfi yang alay kadang gayanya.

Jika membicarakan Rinjani identik dengan keindahan puncaknya, dan kaldera yang sudah terbentuk beribu tahun lamanya. Ya, jalur ke Rinjani juga banyak sekali terutama yang paling banyak dikenal adalah jalur sembalun. Tetapi tidak banyak yang tau dengan keindahan alam Rinjani dari jalun selatan. Dengan keindahan panorama yang dihidangkan dari jalur selatan, sehingga jalur ini perlu diperhitungkan oleh para penggila selfi atau para penikmat panorama alam.

Jalur selatan memiliki banyak sekali spot-spot yang wajib disinggahi jika ke Rinjani melalui jalur selatan, baik itu keunikan pemandangannya ataupun keunikan nama dan mitosnya. Diantaranya ada yang bernama cemara rampes, pemandian mayung polak, dan yang paling mengesankan menurut saya adalah taman ander nyawa (edelweis) si bunga langka yang kadang disebut oleh para pendaki sebagai bunga abadi yang melambangkan cinta yang abadi. Jika melewati jalur selatan akan banyak sekali bunga langka ini ditemukan, jika datang pada akhir musim penghujan yaitu antara bulan april sampai bulan September. Dengan penyebaran yang sangat banyak sehingga jalur selatan memang spot yang sangat special, karena dengan kelebihannya yang menawarkan pemandangan langka.

Namun, dalam kenyataannya sebagi bunga langka yang disebit sebagai lambing dari keabadian cinta sehingga banyak pendaki atau pengunjung yang bandel memetik dengan sembarangan padahal peraturan mengenai konservasi ekosistem yang ditulis dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Hayati Ekosistem sesuai pasal 33 ayat 1. Dalam pasal tersebut tertulis "Setiap orang dilarang melakukan hal yang tak sesuai sesuai dengan fungsi pemanfaatan zona dan zona lain dari taman nasional, taman hutan raya, dan taman wisata alam". Dengan aturan yang lebih spesifik mengenai bunga edelwis yang dituangkan didalam undang-undang seperti Undang-Undang No 41 tahun 1999 pasal 50 ayat 3 huruf (m). Dalam pasal tersebut tertulis "Membawa, mengeluarkan, dan mengangkut tumbuh-tumbuhan dan satwa liar yang tidak dilindungi undang-undang yang berasal dari dalam kawasan tanpa izin pejabat."

 

Baca Juga :


Tetapi memang kadang kala Undang-Undang ini tidak ada gunanya tanpa kesadaran untuk menjaga kekayaan alam yang sudah langka yang menjadi salah satu ikon Gunung Rinjani sebagai magnet bagi wisatawan local bahkan mancanegara. []



 
KM Hendra Sasdi

KM Hendra Sasdi

MAHENDRA SASTRA DINATA SEMPUR 08 APRIL 1999 DESA AIKPERAPA MAHASISWA UNU NTB TEKNIK LINGKUNGAN fb. hendra al ahmadi 085338670113

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Hendra Sasdi

    KM Hendra Sasdi

    23 Desember, 2017

    Tolong masukannya senior-senior q


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan