logoblog

Cari

Tutup Iklan

Aneka Spot Wisata di Obelobel

Aneka Spot Wisata di Obelobel

Obel-obel adalah sebuah desa di ujung barat kecamatan Sambelia Lombok Timur dengan luas wilayah 4.506 Ha terdiri dari tanah sawah 135.67

Wisata Alam

Lalu Iqbal Izzi
Oleh Lalu Iqbal Izzi
10 Oktober, 2017 10:11:08
Wisata Alam
Komentar: 2
Dibaca: 7162 Kali

Obel-obel adalah sebuah desa di ujung barat kecamatan Sambelia Lombok Timur dengan luas wilayah 4.506 Ha terdiri dari tanah sawah 135.67 Ha, Tanah Ladang 140 Ha, Tanah Perkebunan 395 Ha. Batas-batas wilayahnya yaitu sebelah utara adalah laut jawa, batas selatan berdampingan dengan Desa Bilok Petung, Sebelah timur berbatasan dengan Desa Belanting dan Sebelah baratnya adalah Desa Madayin yang merupakan pemekaran dari desa Obel Obel itu sendiri. Hampir seluruh wilayahnya merupakan garis pantai dan pegunungan yang dibelah oleh Jalan raya utama menuju Sembalun dan Bayan. Menurut data yang terpampang di papan informasi Polindes Obel-obel Jumlah penduduknya ada 2.203 jiwa yang tergabung dalam 705 KK. Mata pencaharian masyarakat terdiri dari 308 petani, 527 buruh tani, nelayan 46 orang, pedagang 48 orang, selebihnya ada yang menjadi PNS dan lain-lain. Kebanyakan penduduknya merupakan pendatang dari Masbagik, Mamben, Dasan Lekong dan bahkan dari luar pulau seperti Sumbawa dan Jawa. Sedang penduduk aslinya lebih dekat kekeluargaannya dengan masyarakat Bayan, sehingga adat dan budayanya lebih mirip dengan kebiasaan Bayan.

Bentuk geografis Desa Obel-obel terletak di garis pantai utara pulau Lombok berdekatan dengan kecamatan Sembalun, bisa dikatakan sebagai lembahnya Sembalun. Postur tanahnya ada yang bisa dijadikan persawahan, perkebunan dan yang paling banyak adalah ladang, karena sebagian besar bentuk tanahnya adalah dataran tinggi. Potensi wisatanya cukup memadai, namun belum dikelola secara maksimal oleh pemerintah desa maupun masyarakat setempat. Garis pantainya yang panjang hanya sebagian kecil yang sudah diramaikan dengan kedai-kedai pedagang yang lahannya disewakan oleh desa dengan bangunan yang masih sederhana menggunakan anyaman bambu namun sudah lumayan mendapat kunjungan wisatawan lokal maupun manca Negara.

Kalau diperhatikan potensi desa Obel-obel yang bisa dijadikan spot wisata yang indah dan menawan sangatlah banyak, di satu titik saja bisa menyediakan beberapa model pemandangan yang berbeda. Di pantai Obel-obel misalnya di satu sisi kita bisa menikmati pemandangan pantai yang begitu luasnya dengan perahu-perahunya, bila kita membalikkan badan maka kita akan berhadapan dengan hamparan sawah hijau nan luas.  Dan jika kita pergi ke tengah persawahan melalui jalan lingkar tani yang cukup lebar, maka di satu sisinya kita bisa melihat dari dekat bukit-bukit yang ditumbuhi pohon-pohon, ada monyet yang bergelanyutan di atasnya, kalau ada yang ingin mencoba bisa mendaki ke atas bukit dan menikmati pemandangan yang luas. Di kaki-kaki bukit itu berjejer mata air yang jernih, tapi belum dibuatkan kolam kecuali hanya satu yaitu embung Obel-obel sekitar 500 meter ke tengah persawahan. Embung adalah bendungan kecil, dulunya dijadikan sebagai sumber air minum dan pengairan pertanian, namun sekarang dijadikan tempat pemandian dan tentunya tetap sebagai pengairan untuk sawah. Bentuknya sungguh eksotik dikelilingi dengan pohon-pohon besar dari hutan lindung di satu bagian sisinya, sedang sebagiannya lagi adalah pinggiran embung yang sudah ditalut, tempat orang-orang terjun mandi dan berenang ke dalam embung. Alamnya masih asri, belum dirias dengan sentuhan-sentuhan pernak-pernik yang menjadi prasyarat sebuah obyek wisata. Jadi di pantai obel-obel itu sebenarnya terdiri dari pantai, persawahan, bukit, mata air dan embung. Satu lokasi menyediakan banyak spot wisata yang menarik.

Khusus untuk Embung terkadang dijadikan tempat balapan sampan mini menggunakan dinamo pada moment perayaan Agustusan. Pada saat itu peserta dan pengunjung sangat ramai, banyak yang datang dari luar kecamatan seperti Masbagik, Aikmel, Wanasaba dan Sembalun. Namun kurang dipublikasikan ke media dan tidak ada kerja sama dengan event organizer (E.O.) sehingga acaranya tidak terangkai dengan beberapa kegiatan yang memungkinkan disediakan oleh sponsor. Namun dengan berjalannya waktu, terlihat beberapa penduduk mulai menyadari potensi desanya dalam bidang pariwista. Mereka ada yang mulai membuat kolam dan membendung aliran dari mata air yang memang banyak bermunculan di lereng-lereng bukit. Namun peruntukan kolam itu masih untuk menanam kangkung dan budidaya ikan, selebihnya belum ada.

 

Baca Juga :


Dari seluruh pinggir pantai obel-obel yang panjangnya puluhan kilo meter terdiri dari berbagai model spot, ada yang berpasir luas, ada yang berbentuk batu cadas yang indah, berbentuk tebing dengan kayu-kayu besarnya. Dataran tingginya masih kosong, hanya ada beberapa pondok penduduk yang kebetulan berladang. Sebetulnya tanah-tanah itu sudah dimiliki oleh pengusaha-pengusaha luar daerah dan beberapa pejabat kabupaten dan propinsi. Namun entah kapan pembagunan untuk pariwisatanya digalakkan supaya perekonomian penduduk setempat bisa meningkat. Sebenarnya kalau ada kemauan dari pemerintah desa dan masyarakat, cukup dengan memberdayakan pemuda desa untuk membuat spot-spot wisata dengan bahan-bahan sederhana akan bisa memancing bentuk-bentuk promosi pariwisata yang lain. Semoga melalui tulisan ini bisa menggerakkan pelaku-pelaku bisnis untuk turun tangan membuka obyek wisata yang mampu mejadi destinasi idaman para wisatawan. (izzy)



 

Artikel Terkait

2 KOMENTAR

  1. Muhammad Madun Anwar

    Muhammad Madun Anwar

    10 Oktober, 2017

    wow, masuk headline Miq. ayo semangat menulis. pasti bisa! hehe....


    1. Lalu Iqbal Izzi

      Lalu Iqbal Izzi

      14 Oktober, 2017

      yah, nggak nyangka. baru 4 hari tergabung di portal Kampung Media. ada kendala nih buat posting tulisan, sinyal internet suka lelet.


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan