logoblog

Cari

Tutup Iklan

Guru di Masmas Dari Jerman

Guru di Masmas Dari Jerman

Benin,  Adalah seorang gadis 28 tahun asal Jerman yang lahir dari pasangan Suami asal Jerman dengan istrinya berasal dari Filipina, minggu

Wisata Alam

KM Kaula
Oleh KM Kaula
08 September, 2017 09:22:29
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 3427 Kali

Benin,  Adalah seorang gadis 28 tahun asal Jerman. Minggu kemarin minta di jemput di sebuah homestay di Mawun tepatnya di Crispycool di jalan raya Kute Desa Tumpak, Mawun Lombok Tengah, untuk selanjutnya akan menginap di Masmas selama satu minggu lebih.

Dari sejak memulai rencananya untuk ke Lombok,  Benin yang berprofesi sebagai guru di Jerman sudah memilih Desa Wisata Masmas sebagai tujuan utamanya, lantaran Ia sangat tertarik dengan tawaran pengelola yang tidak Cuma touring yang sudah dikemas dalam sebuah paket, tapi juga dengan tawaran untuk menjadi volunteer, khususnya untuk ngajar berbagai bahasa terutama Jerman dan Prancis.

Mulai dari sejak malam kedatangan, Benin sudah sangat senang dengan menu makan yang disuguhkan oleh istri pengelola, dan selesai menikmati makan malam pengelola mengajak Benin untuk diskusi terutama dalam menyusun jadwal kegiatan yang akan diikuti selama akan tinggal di Masmas, pengelola menyodorkan jadwal yang memang sudah disiapkan sejak Benin membooking untuk tinggal di Masmas beberapa minggu sebelumnya. Setelah mereka menyepakati jadwal yang disodorkan,Benin dipersilahkan untuk tidur di kamar yang sudah disediakan sementara pengelola kembali mengetik ulang jadwal yang sudah direvisi berdasarkan kesepakatan bersama.

Paginya, Benin sudah bangun lebih awal dari kebiasaannya, lantaran pagi itu harus memulai aktifitas ngajarnya pada lebih kurang 70 santri yang memang sudah mempunyai kegiatan rutin setiap pagi selama lima hari dalam satu minggu yang dimulai dari Senin hingga Jumat pada pukul 06.00 hingga pukul 07.00 wita untuk belajar Bahasa Inggris.
Selesai ngajar, Benin disuguhkan sarapan pagi oleh istri pengelola, yang pagi itu menyediakan nasi goreng. Kembali rasa senang terungkap dari mulut manis Blesteran Jerman- Filipin, akan kelezatan nasi goreng khas Masmas yang disuguhkan. Selesai sarapan, Benin diberikan waktu lebih kurang satu jam untuk mempersiapkan diri untuk selanjutnya akan mengikuti tour.

Setelah tour diselesaikan dengan makan siang, kembali Benin dipersilahkan istirahat sejenak sebelum memulai aktifitas ngajarnya pada jam dua terhadap adik-adik para santri yang memang sudah disiapkan untuk memaksimalkan pemanfaatkan waktu selama Benin tinggal.

Setelah satu hari satu malam Benin tinggal dengan segala aktifitasnya. Kebutuhan manusiawinya mulai memanggil yaitu untuk buang hajat. Dan sejak saat itulah kenyamanannya untuk tinggal lebih lama mulai terusik karena di toilet yang disediakan tidak ada toilet duduk, yang ada Cuma toilet jongkok.

Keluar dari Toilet, Ia langsung berkata, yang tentu sudah diterjemahkan Begini, “Maaf pak Habib, saya sungguh sangat senang tinggal disini, terlebih dengan jadwal ngajar yang Pak Habib buatkan, karena memang saya seorang guru jadi senang sekali mengajar, Cuma sayang, toiletnya. Saya bukannya tidak mau Pak Habib, Cuma saya memang tidak bisa menggunakan toilet seperti itu, perut saya sakit, karena saya tidak biasa”, katanya jujur

Pengelola yang tidak mau mengecewakan tamunya langsung menimpali, “Oh ya Saya sangat faham, kalau anda tidak bisa menggunakan toilet jongkok, sama halnya dengan warga kami yang tidak bisa menggunakan toilet duduk”, dipotong Benin, “ya, saya pernah dengar itu, katanya kalau pakai toilet duduk mereka malah naik keatasnya dan duduk diatasnya, tapi karena sangat senang disini saya akan berusaha bertahan dan belajar bisa menggunakannya, sampai seberapa lama saya bisa”.

 

Baca Juga :


Dan ternyata Benin hanya bertahan sampai tiga malam lalu berkata, “Saya tidak bertahan lebih lama karena perut saya sakit kalau saya buang air di toilet duduk seperti itu, jadi saya mohon maaf saya harus pamit dan akan langsung kejakarta. Saya tidak mau ke bali lantaran disana terlalu banyak touris dan sangat kraudit, saya maunya yang seperti ini yang tenang, nyaman dan damai.

Akhirnya Benin yang sudah memastikan diri untuk tinggal setidaknya sepuluh hari di Desa Wisata Masmas sambil ngajar ke beberapa sekolah yang memang sudah disiapkan oleh pegelola, ternyata hanya mampu bertahan selama tiga hari tiga malam lantaran tidak ada toilet duduk.

Catatan penting, Apa sih susahnya pemerintah mulai dari Desa, Kabupaten dan Provinsi membangunkan sebuah toilet duduk di destinasi wisata yang sudah pasti akan dan sudah dikunjungi oleh wisatawan mancanegara hampir setiap hari?.

Sementara ditempat yang kadang masih spekulasi tinggi akan dikunjungi orang atau tidak justru pemerintah jor-joran membangun berbagai sarana dengan dana miliyaran bahkan triliunan. Atau apakah pemerintah suka membangun sesuatu yang belum pasti akan bisa dimanfaatkan?. Pertanyaan-pertanyaan ini murni karena kebodohan sang warga kampung yang secara kebetulah sudah berhasil menginstall bahkan sudah berhasil mengajak wisatawan dari berbagai negara mengunjunginya. Jika Pemerintah tak bisa memenuhinya, maka Pengelola akan menabung biaya pembuatan toilet duduk untuk memenuhi kebutuhan Wisatawan. []

 



 
KM Kaula

KM Kaula

Habiburrahman, Koordinator Kampung Media Kaula E-mail habib_kemus@yahoo.com, Alamat Desa Mas-mas Kec. Batukliang Utara Kab. Lombok Tengah. FB. habib kemus.

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan