logoblog

Cari

Tutup Iklan

Berburu Bintang di Malam Ramadhan

Berburu Bintang di Malam Ramadhan

Berpuasa romadhon bukan berarti tidak beraktifitas seperti di bulan-bulan lainnya. Banyak hal yang lebih bermakna dan bermanfaat yang bisa dilakukan di

Wisata Alam

Berburu Bintang di Malam Ramadhan

Berburu Bintang di Malam Ramadhan

Berburu Bintang di Malam Ramadhan

Tamrin
Oleh Tamrin
31 Mei, 2017 14:21:58
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 7014 Kali

Berpuasa romadhon bukan berarti tidak beraktifitas seperti di bulan-bulan lainnya. Banyak hal yang lebih bermakna dan bermanfaat yang bisa dilakukan di bulan yang penuh dengan berkah ini. Dan berpuasa juga bukan berarti harus istirahat jalan-jalan menikmati dan berfikir tentang keindahan alam ciptaan-Nya yang terhampar luas di bawah kolong langit ini, baik siang maupun malam.

Suatu hari di permulaan bulan romadhon tepatnya setelah sholat asar, saya dan teman saya Karta diajak hunting milky way ke wilayah selatan Lombok oleh seorang Photographer ternama yaitu Om Qwadru P.Wicaksono yang biasanya dipangggil om Q. Milky Way adalah sebutan galaksi bima sakti /gugusan bintang yang terlihat indak ketika langit tidak terhalang oleh awan dan pemotretan dilakukan di tempat yang tidak ada polusi cahaya / di tempat yang gelap.

Walaupun sore itu belum pasti spot yang akan dituju tetapi perlengkapan untuk pengambilan poto malam sudah siap, baik kamera,shutter release, tripod dan senter dan siap berangkat. Setelah kurang lebih 30 menit berselang kami bertigapun sampai di Pantai Kute. Untuk persiapan berbuka puasa di tempat yang kami tuju, kami menyiapkan beberapa botol air mineral dan beberapa cemilan sekedar untuk mengisi kekosongan lambung dan mengusir dahaga. Setelah itu kamipun memutuskan untuk pergi ke pantai Gerupuk sebelah timur Batu Payung. Sekitar 20 menit perjalanan akhirnya kami sampai di tempat yang kami tuju, waktu itu kurang lebih jam sudah menunjukkan pukul 17.00. Namun karena spot kurang menarik akhirnya kami kembali dan memutuskan untuk kembali ke Batu Payung sebelah timur pantai Aan.

Di Batu Payung kami bertemu dengan salah seorang warga yang biasanya ditempati untuk parkir kendaraan atau bahkan menginap yaiutu Amaq Har. Kemudian kami bertiga ditemani Amaq Har langsung menuju spot Batu Payung menelusuri pinggir pantai yang penuh dengan bebatuan. Tak lama kemudian terlihat di balik bukit sebuah batu yang menjulang tinggi dan kokoh yang menyerupai kepala manusia yang oleh banyak orang menyebutnya dengan nama Batu Payung. Tempat ini menjadi spot sejuta ummat, baik yang hoby photo lanscape, prewedding sampai poto model.

Baca Juga :


Setelah istirahat sejenak akhirnya kumandang azan magribpun terdengan yang menandakan waktu berbuka puasa telah tiba. Dahaga dan rasa lapar serasa hilang setelah meneguk air putih dan mencicipi makanan ringan yang sudah kami siapkan tadi dengan penuh kehangatan dan canda tawa di antara kami ber-empat.

Setelah sholat magrib kamipun menyiapkan kamera dan tripod dan mulai melakukan pengambilan poto Batu Payung dari beberapa sudut. Namun lagi-lagi, karena terangnya cahaya rembulan Milky Way tidak terlihat begitu dengan jelas. Mungkin belum rezeki.. hehehe... Tapi walaupun begitu kamipun merasa puas setelah melakukan pemotretan sekitar setengah jam dan kami memutuskan untuk pulang. Tamrin [] - 01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan