logoblog

Cari

Eloknya Tanjung Ringgit

Eloknya Tanjung Ringgit

   Tanjung Ringgit, obyek wisata yang sangat mempesona di Lombok Timur. Tapi bukan hanya itu, garis pantainya pun Nampak elok dan terdapat

Wisata Alam

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
11 Mei, 2017 08:18:56
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 24584 Kali

Tanjung Ringgit, obyek wisata yang sangat mempesona di Lombok Timur. Tapi bukan hanya itu, garis pantainya pun Nampak elok dan terdapat sejumlah  sejarah dari penjajahan Belanda dan Jepang.

Sangat wajar jika Tanjung Ringgit menjadi fenomena sosial dalam kepariwisataan di berbagai kalangan penduduk pulau Lombok dan di luar pulau Lombok. Masalahnya, Tanjung Ringgit menyimpan keunikan tersendiri yang tiada duanya dalam hal keindahan. Pesona pemandangan alam laut yang sangat menawan nampak di depan mata bila kita berada pada bukit tanjung ini.

Dari ketinggian bukit Tanjung Ringgit, para pengunjung dapat menikmati pesona laut lepas yang menghadap ke lautan Australia. Air lautnya pun membiru yang seolah menyatu dengan langit di atas sana. Pasir putih yang nampak kemilau turut pula menghiasi keindahan gelombang air laut di Tanjung ini. Tebing-tebing yang menjadi pemisah bukit Tanjung ini dengan air laut menampakkan suatu pesona yang sungguh luar biasa. Bila kita duduk di atas tebing seberang dan memandang ke tebing seberang, terasa sebuah lukisan yang simetris yang berdiri tegak di atas air laut. Inilah pesona Tanjung Ringgit yang sangat menabjukkan pada pengunjung.

Sebuah keunikan yang tersimpan di kawasan Tanjung Ringgit ini adalah sebuah sumur yang persisnya berada di tepi pantai dari Tanjung ini. Sumur itu memiliki air yang jernih dan memiliki rasa tawar. Konon kabarnya, pada zaman dulu yang mana sumur tersebut menjadi salah satu tempat para kaum ulama untuk mengambil air wudhu di tempat ini. Namun anehnya, walaupun air gelombang naik menutupi sumur tersebut, airnya pun tetap terasa tawar dan jernih. Sampai sekarang, sumur tersebut masih tetap terpelihara dan dikeramatkan oleh warga sekitar. Hanya para nelayan yang ketika menepi di sekitar tanjung ini akan menyempatkan dirinya untuk mengambil air minum di sumur tersebut.

Dua benda bersejarah milik peninggalan Jepang tersebut merupakan alat yang digunakan untuk berpe-rang pada masa itu. Kedua benda tersebur berupa meriam, yang posisinya menghadap di atas bukit dan menghadap ke laut lepas. Menurut informasi warga sekitar bahwa aturan posisi dari kedua benda bersejarah tersebut adalah agar dapat menyerang musuh-musuh yang datang dari selatan.

Di sudut timur bukit tersebut, tepatnya di pinggir tebing, sebuah gua besar yang sering disebut gua raksasa. Menurut tuturan cerita, gua raksasa itu adalah tempat persembunyian dari seorang raksasa setelah menculik seorang puteri  raja yang berkuasa pada masa itu yaitu Dewi Anjani. 

 

Baca Juga :</