logoblog

Cari

Tutup Iklan

Gerung dalam mitos Rensing

Gerung dalam mitos Rensing

Kembalikan Surgaku 2 Keyakinan Mahesa terhadap Mitos dan Legenda tentang Gerung, (Nama Sebuah Pemandian) di tibujae Desa Rensing Tentang adanya lampit (Sejenis

Wisata Alam

Chairil Anwar
Oleh Chairil Anwar
14 Desember, 2016 12:31:19
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 13915 Kali

Kembalikan Surgaku 2

Keyakinan Mahesa terhadap Mitos dan Legenda tentang Gerung, (Nama Sebuah Pemandian) di tibujae Desa Rensing Tentang adanya lampit (Sejenis Makhluk Berbentuk Kain Panjang Yang berpintal) yang bisa melilit manusia yang mengganggu istirahatnya, dikala kecilnya sangat ia percayai terlebih dikala itu apapun yang disampaikan oleh orang-orang tua adalah kebenaran bagi mahesa dikala itu.

Gerung adalah sungai yang terbentuk secara alami dari aliran air yang tidak pernah putus, memanjang dari utara keselatan. di bagian utara terdapat bukit batu memanjang dari barat ketimut dan terbelah atau terpotong karena aliran air, dari potongan itu tercipta palung akibat derasnya air yang mengalir dari hulu sehingga mengikis tanah dan bebatuan sehingga membentuk kolam yang berukuran sepanjang limabelas meter kesamping, sedang bebukitan disekitar yang tidak terkikis tinggal sebagai persawahan dan perkebunan bagi warga sekitar.

Lampit yang diyakini warga ketika mahesa kecil sering diceritakan akan datang apabila anak-anak tidak mau berhenti mandi atau naik dari kolam apabila semua anak-anak sudah pulang, begitu kenang mahesa. dibagian sebelah barat bukit batu terdapat sebuah lobang dengan diameter selebar delapan puluh centimeter yang terus kebawah dan tembus di otak-otak (ujung kolam bagian utara pangkal aliran air) Lubang itu sudah tertimbun lumpur semenjak duapuluh tahun silam dan kini hanya tinggal bentuknya saja kenang mahesa yang hampir tidak dapat menahan bening air matanya.

 

Baca Juga :


Bukit batu bila diamati mirip seekor binatang tunggangan raksasa yang sedang tertidur terlalu lama hingga membatu karena tidak mengetahui tuannya yang meninggal dalam pertapaanya, hal ini bisa di lihat dibagian sebelah timur terdapat batu lebar tempat dahulu warga yang turun dari persawahan menyucikan diri dan melakukan sholat di mushalla pinggir sungai bersama lingkok yang ada disebelah sisinya.

Waktu mahesa kecil dia sering mandi sebelum berangkat kesekolah kemudian datang warga desa sekitar memandikan kuda mereka di otak-otak dengan cara di tuntun, kuda tersebut berjalan menuju palung kolam yang dalam hingga kuda yang berukuran tinggi melebihi badan mahesa hanya nampak tinggal kepalanya saja yang tidak tenggelam. kenang mahesa sambil berlalu. [] - 01



 
Chairil Anwar

Chairil Anwar

Menjadi tua adalah sebuah kebiasaan, sedangkan menjadi dewasa adalah sebuah pilihan, dari KMKrens untuk NTB yang berdaya saing. HP 087763256047

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan