logoblog

Cari

Oi Fanda, Surga Kecil Pecinta Camping

Oi Fanda, Surga Kecil Pecinta Camping

Perjalanan dimulai pada pukul 07.00 pagi, Sabtu (20/8/2016). Kami (KM Rasanae Barat) melakukan perjalanan menuju Pantai Oi Fanda yang berada di deretan pantai

Wisata Alam

KM rasanaebarat
Oleh KM rasanaebarat
22 Agustus, 2016 10:34:43
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 90676 Kali

Perjalanan dimulai pada pukul 07.00 pagi, Sabtu (20/8/2016). Kami (KM Rasanae Barat) melakukan perjalanan menuju Pantai Oi Fanda yang berada di deretan pantai pasir putih di Ambalawi, Kabupaten Bima. Rencananya kami akan camping dan mendirikan tenda di pinggir Pantai Oi Fanda. Segala perbekalan mulai pakaian, makan, obat-obatan sampai alat untuk bersenang-senangpun sudah lengkap semua.

Pantai Oi Fanda letaknya berada di utara Pantai So Numbe dan Pantai So Ati, lokasinya tidak sulit untuk dicari, jika anda melewati dari jalur Kolo dan jika mengambil jalur Tarlawi pada saat Anda sudah memasuki kawasan Ambalawi, Anda ikuti jalan menuju Ujung Klate. Dari Ujung Klate belok kiri dan ikuti jalan aspal, sampai ada pertigaan belok kiri menuju So Spui. Lama perjalanan dari Kota Bima hanya 2 jam saja.

Pantai Oi Fanda termasuk pantai yang sepi pengunjung pada hari Sabtu, namun disitu kita mendapatkan kenyamanan dan ketenangan. Pantainya bersih, airnya biru, pasirnya putih, pemandangan yang luar biasa. Di Pantai Oi Fanda juga sudah ada beberapa kebun kelapa yang bisa anda beli pada pemiliknya.

Pada pukul 10.00 siang kami sampai di Pantai Oi Fanda, ada beberapa tenda yang sudah didirikan oleh teman-teman dari para pemuda pecinta alam di Kota Bima. Bukan sebuah kebetulan, karena kami memang sedang mengadakan acara camping bersama di Pantai tersebut. Puji Syukur, sampai pantai Oi Fanda kami temui sepanjang perjalanan sudah tidak ada lagi jalan yang berbatu dan berlubang karena sudah ditimbun oleh warga, dan view yang indah selama perjalanan menemani kami.

Malam tiba yang indah dan sayang untuk dilewatkan untuk kami semua. Ada yang tidur-tiduran di pinggir pantai sambil menikmati bintang, mendengarkan deburan ombak dan segelas kopi, ada yang bernyanyi sambil memainkan gitar, dan ada yang masih mantengin game pada gadgetnya. Semua senang, semua tertawa, semua membaur jadi satu tidak peduli tua muda, seperti keluarga besar yang rukun dan bahagia.

 

Baca Juga :


Pada pukul 11.00 malam saat laut sedang surut kami turun ke pantai dengan membawa parang dan senter. Terlihat hamparan karang yang sangat luas, kami berjalan diantara karang-karang tersebut dengan tujuan untuk mencari ikan dan kepiting. Pesona laut pada saat malam hari sungguh luar biasa, ikan warna-warni dan segala macam makhluk hidupnya membawa ketakjuban yang luar biasa bagi kami. Mengeksplorasi keindahan pantai tersebut, lalu tidur sejenak supaya bisa bangun pagi hari untuk menikmati matahari terbit..

Tidur kami sangat pulas, sampe lupa untuk menyongsong matahari terbit di pagi hari. Dan beruntungnya, pagi itu mendung dan matahari tidak menampakkan sinarnya yang utuh. Melihat ke pantai, air laut sudah menutupi karang-karang yang kami lalui malam tadi dan ombak sudah mulai datang silih berganti. Tanpa pikir panjang, kami pun semua menceburkn diri dalam laut karena tidak tahan godaan oleh birunya air laut.

Setelah memuaskan diri berenang, kami membuat sarapan pagi dan setelah sarapan beberapa teman merapikan tenda dan bersiap untuk pulang kembali di rumah masing-masing. Banyak hal yang kami dapat dari tempat seindah ini membuat pikiran segar. Bila anda ingin merasakan sensasi camping yang sangat menakjubkan, kami sarankan untuk ke pantai Oi Fanda.



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan