logoblog

Cari

Di Balik Hutan Pusuk "Ekowisata Kerujuk"

Di Balik Hutan Pusuk

Dibalik Hutan Pusuk “Ekowisata Kerujuk” Semuanya berawal dari Bimtek Pengolahan Produksi Gula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 18

Wisata Alam

muhammad sofyan
Oleh muhammad sofyan
04 Juni, 2016 17:28:21
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 58068 Kali

Dibalik Hutan Pusuk “Ekowisata Kerujuk”

Semuanya berawal dari Bimtek Pengolahan Produksi Gula Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Nusa Tenggara Barat pada 18 Mei – 22 Mei 2016 di Dusun Kerujuk Desa Pemenang Kabupaten Lombok Utara. Kegiatan tersebut diikuti oleh dua puluh petani gula aren sebagai peserta dan dua orang panitia. Pada hari pertama, kegiatan ini langsung mendapatkan sambutan hangat dan reaksi keraguan. Hal ini terkait dengan kebiasan dari setiap kegiatan dinas yang hanya kejar time schedule dan penyerapan anggaran. Tanpa melihat hasil dan tindak lanjut. Namun, saya dan rekan saya sebagai instruktur pada Bimtek tersebut berusaha membangkitkan optimisme mereka bahwa produk mereka dapat laku dipasaran dan harganya lebih mahal.

Optimism mulai muncul ketika saya melihat tulisan besar “Ekowisata Kerujuk” terpampang di Jembatan yang mereka bangun secara gotonng royong. Saya mulai berpikir dan melakukan langkah strategis. Saya temui tokoh muda Kerujuk yang tahu tentang tulisan besar itu. Saya dapatkan informasi dan foto-foto yang menunjang slogan “Ekowisata Kerujuk”.

Diceritakan oleh tokoh muda tersebut, “Kerujuk kita jadikan daerah Ekowisata karena kita ingin menanam, membangun, dan melestarikan daerah yang termasuk dalam kawasan hutan lindung Pusuk ini menjadi satu ekosistem yang padu anatara sumber daya alam dan sumber daya manusianya. Berbeda dengan Agrowisata yang hanya memanfaatkan sumber daya alam agar bisa dinikmati oleh para pengelola dan pengunjung”. Lanjut ia menerangkan bahwa Ekowisata Kerujuk ini diharapkan akan memberikan dampak positif bagi kelestarian alam dan peningkatan ekonomi bagi masyarakat Kerujuk. Ia mengakui juga bahwa banyak masyarakat kerujuk menggantungkan hidup mereka dengan cara merambah hutan. Hal ini sulit kita cegah sebelum kita mampu memberikan peluang kerja yang lain bagi mereka. “Nah, dengan Ekowisata Kerujuk ini kita akan mampu memberikan peluang kerja bagi mereka dan melestarikan alam disini melalui paket-paket ekowisata yang kita tawarkan bagi pengunjung” ungkap tokoh pemuda itu.

Kemudian ia lanjut menjelaskan Paket Ekowista Kerujuk yang dibandrol dengan harga Rp.150.000 berupa wisata alam, tour local community dan kuliner kampong. Pada sesi wisata alam, pengunjung diajak untuk melihat dan menikmati jernih dan sejuknya air terjun dan sungai yang berasal mata air Hutan Pusuk, Hutan yang hijau, dan alam pedesaan yang asri. Tour local community, pengujung diajak untuk melihat dan bercengkrama dengan Kegiatan Petani Gula Aren sekaligus menikmati segarnya air nira dan Kopi Aren. Pengunjung juga akan diajarkan membuat kerajinan bamboo dan rotan. Bagi pengunjung yang hobi mancing juga telah ada kolam pemancingan. Yang hobi permainan tradisional juga disediakan arena permainan tradisional. Di akhir paket, pengunjung akan menikmati kuliner kampong berupa jajanan local dengan ciri khas gula aren ditutup makan siang dengan menu ikan air tawar dari kolam pemancingan. Tak lupa pengunjung disediakan oleh-oleh untuk dibawa pulang Gula Aren Bricket dan Gula Aren Semut yang menyehatkan. 

 

Baca Juga :


Kunjungan para wisatawan bangkitkan senyuman dan kesadaran mereka akan potensi alam yang mereka miliki. Dari kunjungan itu akan gairahkan langkah mereka untuk menyambut pengunjung dengan kemampuan mereka. Hingga akhinya mereka berpikir Ekowisata Kerujuk adalah pekerjaan mereka.

Itulah sekilas promosi tentang Ekowista Kerujuk yang saya tulis untuk membantu masyarakat kerujuk agar lebih sejahtera dan lebih bersahabat dengan alamnya. () -03



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan