logoblog

Cari

Gili Kondo Yang Indah

Gili Kondo Yang Indah

Pasir putih halus, air laut yang biru dan jernih, serta keindahan bawah laut adalah ciri khas dari sebuah obyek wisata yang

Wisata Alam

KM JONG CELEBES
Oleh KM JONG CELEBES
31 Mei, 2016 05:04:21
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 15730 Kali

Pasir putih halus, air laut yang biru dan jernih, serta keindahan bawah laut adalah ciri khas dari sebuah obyek wisata yang bernama Gili Kondo. Gili Kondo terletak di Desa Padak Guar, Kecamatan Semabalia, Kabupaten Lombok Timur, Propensi Nusa Tenggara Barat.

Secara geografis, lokasi wisata ini berdekatan dengan Gili Bidara yang letaknya pada bagian timur. Pada bagian barat berbatasan dengan laut Sumbawa, sedangkan di sebelah selatan berbatasan dengan Kampung Penida, begitupun juga pada bagian utara berbatasan dengan Kampung Pedagan.

Nama asli dari Gili Kondo adalah Gili bagik. Gili Kondo yang sebenarnya adalah sebuah gili yang terletak di bagian timur dari Gili Bagik dan berdekatan dengan Gili Kenanga. Karena di Gili Bagik ini ditemukan beberapa pohon yang bentuknya seperti burung kondo, sehingga masyarakat sekitar yang ada di desa Padak Guar menyebutnya sebagai Gili Kondo.

Luas wilayah kawasan wisata ini adalah kurang lebih 4 (empat) hektar. Para pengunjung dapat berjalan mengelilingi luas welayah ini dengan menyusuri tepi pantai di atas pasir putih. Di kawasan ini tak ada penduduk  menetap, kecuali petugas wisata dan beberapa pedagang yang terkadang menginap  di rumah-rumah kecil yang terbuat dari bambu dan beratap dedaunan.

Kondisi cuaca di kawasan ini cukup panas, meskipun sejumlah pepohonan yang tumbuh pada bagian pertengahan di kawasan ini. Agar lebih teduh dan sejuk pada pengunjung, pihak pengelelola wisata telah menanam sejumlah pepohonan dan aneka jenis tanaman bunga yang diatur pada bagian tertentu.

Mengenai fasiltas bagi pengunjung atau wisatawan masih sangat sederhana. Hanya ada beberapa villa atau penginapan yang bahannya dari bambu dan dedaunan.

Sejumlah tempat duduk yang beratap daun telah dibangun oleh pihak pengelola wisata. Café sederhana telah disiapkan kepada para pengunjung, namun hanya menyediakan makanan tradisional dan minuman air panas dan dingin, beserta dengan aneka makanan ringan. Kamar mandi dan toilet yang sangat sederhana turut menjadi fasiltas di tempat ini. Sedangkan untuk komsumsi air bersih, seperti air tawar di kamar mandi sangat terbatas, itupun hanya diambil dari perkampungan seberang yang diangkut melalui perahu. Kebutuhan listrik untuk barang eletronik belum ada, pada waktu malam pun pengunjung yang menginap di tempat ini hanya mempergunakan lampu penerang tradisional yang bahan bakarnya dari minyak tanah.

Bagi pengunjung yang gemar menyelam di bawah laut, mereka dapat melakukan penyelaman untuk melihat kondisi pesona biota laut dan berbagai jenis batu karang. Peralatan menyelam seperti “snowkling” telah disediakan oleh pihak pengelola wisata. Fasilitas untuk kegiatan “daiving” pun juga telah disediakan oleh pihak pengelola, termasuk perahu dan dipandu oleh petugas wisata yang ada di sini.

 

Baca Juga :


Keunikan obyek wisata yang berbentuk bulat ini adalah memilki pantai yang bersih, pasir putih yang memanjang terbentang luas dan airnya bersih, bening dan tenang , sangat memikat hati para pengunjung untuk merendam tubuhnya di pantai ini. Keindahan batu karang di dasar laut dengan berbagai bentuk yang jumlahnya sekitar lebih dari 200 jenis dapat dinikmati dengan mempergunakan “snowkling” atau dengan “daiving”. Lebih dari 200 spesies  atau jenis ikan dengan aneka warna dan bentuk tampil menari-nari  nan mempesona di bawah laut. Aneka jenis dan warna trumbu karang yang masih alami nampak menawan. Sungguh indah dan menanbjukkan. inilah surga di bawah laut yang ramai dikunjungi oleh orang dari berbagai daerah, bahkan wisatawan manca negara pun tak ketinggalan untuk menikmati pesona alam bahari di Gili ini.

Selain aneka jenis ikan dan trumbu karang yang memepesona di alam bahari Gili Kondo, berbagai biota laut lainnya juga dapat ditemukan, seperti tumbuhan laut, misalnya akar bahari, cemara laut, tumbuhan akar buaya, bahkan kuda laut, penyu, ubur-ubur dengan beraneka jenis yang terpadu dengan biasan cahaya matahari, hingga siapapun yang menyempatkan diri untuk melihat pemandangan alam laut di kawasan ini, seolah-olah lupa untuk naik ke darat.

Agar kelestarian Gili Kondo terjaga, masyarakat  bekerja sama dengan kelompok anak muda untuk bergotong royong melakukan pembersihan di kawasan ini pada setiap bulannya dan menanam sejumlah pohon di daratan gili ini, bahkan setiap pengunjung diharapkan membawa satu pohon untuk menanam di daratan Gili ini kalau kelak nantinya kembali di tempat ini.

Untuk menemukan lokasi wisata ini, pihak pengelola wisata telah menyiapkan sejumlah perahu di seberang, yaitu di Padak Guar. Para pengunjung dapat mempergunakan alat transportasi laut ini dengan hanya membeli tiket penyeberangan antar jemput yaitu sekitar Rp. 30.000 per orang. Perjalanan di atas laut dapat ditempuh selama kurang lebih 30 menit. Bagi pengunjung yang memakai kendaraan pribadi, dapat memarkir kendaraannya di areal parkiran yang telah disiapkan di tepi pantai Padak Guar atau di tempat penyeberangan yang dijaga oleh petugas parkir. () -03

 



 
KM JONG CELEBES

KM JONG CELEBES

Andi Mulyan Datu Tjondong Dari Kabupaten Soppeng (Sul-Sel) -, tinggal di Selong/Mataram , fb: - Aron Zaan, No. Hp. 085333838169, pendikan Si (sastra perancis -UNHAS),pendidikan : S2 Sosiologi,ngabdi di UNU NTB MATARAM< UGR LOTIM<

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan