logoblog

Cari

Tutup Iklan

Wisata Air Belerang Kokok Putik

Wisata Air Belerang Kokok Putik

KM. Sukamulia – Kokok Putik atau dalam bahasa Bayan disebut Lokoq Putiq merupakan salah satu sungai yang airnya bersumber dari Danau

Wisata Alam

KM. Sukamulia
Oleh KM. Sukamulia
08 November, 2015 22:39:50
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 21745 Kali

KM. Sukamulia – Kokok Putik atau dalam bahasa Bayan disebut Lokoq Putiq merupakan salah satu sungai yang airnya bersumber dari Danau Sagara Anak Gunung Rinjani. Air sungai ini memang betul-betul mengalir dari Danau Sagara Anak dan bermuara di Pantai Elong-Elong yang berada di wilayah administratif Dusun Kokok Putik Desa Bilok Petung Kecamatan Sembalun. Di sepanjang aliran sungai ini banyak ditemukan air terjun, dan telaga-telaga kecil yang digunakan sebagai tempat berendam oleh para pengunjung. Air Kokok Putik memiliki kandungan mineral belerang yang cukup tinggi sehingga banyak pengunjung yang sengaja datang untuk tujuan wisata mandi air belerang.

Perlu diketahui bahwa beberapa air terjun yang ditemukan di sekitar ailan Kokok Putik adalah Air Terjun Mayung Putik, Air Terjun Mangkusakti, Air Terjun Mengkodek, Air Terjun Madu, dan Air Terjun Umar Maya, Air Terjun Urif dan masih banyak air terjun yang belum dipublikasikan keberadaannya. Selain memiliki air terjun yang banyak, Kokok Putik juga menyimpan destinasi wisata alam lainnya. Suasana alam Kokok Putik yang masih asri dan alami membuat banyak orang yang terpikat untuk berkunjung dengan tujuan menikmati destinasi wisata yang ditawarkan oleh sungai tersebut. Perlu diketahui bahwa Kokok Putik terletak dibagian timur Kabupaten Lombok Utara dan sekaligus menjadi batas alam wilayah administrative Kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Kondisi ini yang kemudian menyebabkan Kokok Putik banyak dilalui oleh wisatawan, baik yang berasal dari dalam maupun luar negeri, terutama wisatawan yang hendak berkunjung ke Danau Sagara Anak melalui jalur Senaru ataupun jalur Sembalun dan objek-objek wisata alam lainnya yang berada di wilayah Kecamatan Bayan dan Kecamatan Sembalun.

Kokok Putik berjarak 70 km dari kota Kabupaten Lombok Utara dan sekitar 120 km dari kota Kabupaten Lombok timur dengan jarak tempuh sekitar 2,5 jam atau dapat ditempuh dalam waktu satu hari perjalanan kaki, sedangakan jarak dengan sekitar 172 km dari ibu kota Provinsi Nusa Tenggara Barat (Mataram).

Suasana alam Kokok Putik masih tampak asri karena hutannya berada di bawah perlindungan pemerintah dan dijadikan sebagai bagian dari wilayah Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR). Di sepanjang Kokok Putik banyak ditumbuhi oleh pohon-pohon besar, semak-semak dan tanaman obat-obatan. Disamping itu, Kokok Putik juga banyak menyimpan misteri alam yang membuat orang terheran-heran bagi mereka yang telah menjumpai pengalaman mistis tersebut dan bahkan banyak orang yang mempercayai bahwa Kokok Putik merupakan tempat persinggahan para wali. Hal itulah yang kemudian membuat Kokok Putik dijadikan sebagai tempat peristirahatan bagi wisatawan yang menuju Danau Segara Anak yang melalui jalur Sembalun ataupun jalur Torean dan Senaru.

Setiap harinya, Kokok Putik selalu ramai disinggahi oleh pejalan yang berlalu lalang melalui jalur Sembalun – Bayan, sebab Kokok Putik merupakan jalur utama yang menghubungkan kabupaten Lombok Timur dan Lombok Utara. Setiap hari minggu dan hari-hari libur sekolah, sungai ini selalu ramai dikunjungi oleh wisatawan. Susana alam yang sejuk membuat pengunjung merasa nyaman untuk menikmati pitur alam sekitar dan pitur Gunung Rinjani dari sekitar jembatan Kokok Putik.

Jika anda melakukan perjalanan melalui rute Sembalun – Bayan maka jangan lupa untuk mampir di Kokok Putik. di Kokok Putik anda dapat beristirahat sambil menikmati pitur alam sekitar. Di jembatan Kokok Putik anda dapat menikmati istirahat sambil menikmati kopi hangat yang tersedia di warung yang ada di bagian ujung jembatan Kokok Putik.

Bagi pejalan yang kebetulan ketemu dengan waktu shalat, maka ia bisa beristirahat untuk melaksanakan ibadah shalat di mushalla yang ada di sekitar Kokok Putik sebab pada bagian ujung utara Jembatan Kokok Putik terdapat sebuah mushallan yang bentuk arsitekturnya sangat unik. Mushalla tersebut berukuran, 3 x 3 meter dengan ukuran tinggi 3 meter. Bentuk arsitektur mushalla tersebut mengadopsi bentuk arsitektur tradisional yang dipadukan dengan bentuk arsitektur modern. Di mushalla ini juga disediakan perlengkapan shalat, baik perlengkapan shalat untuk wanita ataupun laki-laki. Mushalla tersebut didirikan pada ahir tahun 2014. Selain digunakan sebagai tempat shalat, mushalla tersebut juga digunakan sebagai tempat beristirahat sambil menikmati pemandangan aliran sungai sepanjang tahun tidak pernah kering.

Oya, di sebelah mushalla kecil tersebut juga terdapat sebuah berugak permanen yang sengaja dibuat sebagai tempat peristirahatan para pejalan yang berlalu lalang melalui jalur Kokok Putik – Bayan. Di berugak tersebut anda dapat beristirahat sambil menikmati segarnya udara pegunungan yang berhembus di sekitar aliran Kokok Putik. Dari berugak tersebut, anda juga dapat menikmati indahnya pemandangan alam yang berupa hamparan batu cadas yang berjejer rapi di sepanjang hilir sungai. Beristirahat dan berwisata di sekitar Kokok Putik sungguh akan memberikan anda pengalaman wisata yang tiada terkira sebab dari hilir Kokok Putik anda dapat menyaksikan indahnya gundukan Gunung Rinjani yang berdampingan mesra dengan gundukan Gunung Sangkareang. Ga percaya ?,,, singgah saja di Kokok Putik, heeheeee.

Selain mushalla, di sekitar Kokok Putik juga terdapat batu besar yang bisa digunakan sebagai tempat melaksanakan shalat. Batu tersebut disebut batu pesalatan sebab relif bagian atas batu tampak rata dan cukup untuk tempat shalat 4 orang. Di bawah batu besar tersebut terdapat telaga yang diterbentuk oleh terjunan air yang mengalir melalui sela-sela batu besar tersebut. Pencinta Kampung Media yang budiman, perlu diketahui bahwa Batu Pesalatan tersebut memiliki cerita tersendiri. Konon, Batu Pesalatan tersebut adalah tempat petilasan Dewi Rinjani dan di atas batu itulah Doyan Neda, Tameng Muter dan Sigar Penjalin terahir kali berhaluan. Di atas Batu Pesalatan itu pula Doyan Neda, Tameng Muter dan Sigar Penjalin berpisah dan berpencar guna mendirikan keranjaan di sekitar wilayah Lombok. Mereka bertiga-lah yang konon menjadi pendiri cikal bakal kedatuan Bayan, Selaparang, dan Pejanggik.

 

Baca Juga :


Terkait dengan hal tersebut, dalam Babad Lombok dikisahkan bahwa Kokok Putik merupakan Kokok yang pertama kali dijadikan sebagai tempat mandinya 5 orang puteri yang berasal dari Kerajaan Majapahit dan kerajaan lainnya yang disembunyikan oleh seorang Raksasa. Kelima orang puteri tersebut berhasil diselamatkan oleh Raden Doyan Neda setelah membunuh Raksasa. Kelima Puteri tersebut dijadikan sebagai isteri oleh Raden Doyan Neda bersama 2 orang saudara sepertapaannya (Sigar Penyalin dan Tameng Muter) dan 2 orang patihnya. Karena lamanya puteri tersebut disekap oleh Raksasa di dalam gua sehingga puteri tersebut kelihatan kotor, jelek dan bau maka Raden Doyan Neda menyuruh ke 5 Puteri tersebut mandi di sungai. Setelah kelima orang puteri tersebut mandi maka mereka terlihat putih dan cantik rupawan. Melihat hal itu maka Doyan Neda berserta saudara dan dua orang pepatihnya ikut mandi di sungai tersebut sehingga mereka juga kelihatan putih, gagah dan tanpan sehingga Raden Doyan Neda menyebutnya sungai itu dengan nama Kokok Puteq artinya (sunga tempat dia mandi sehingga kelihatan putih bersih).

Pencinta dan warga Kampung Media yang budiman, itulah sebabnya sungai tersebut dikenal dengan nama Kokok Putik dan nama itu digunakan hingga saat ini. Dengan demikian, selain piturnya yang indah, ternyata Kokok Putik juga menyimpan legenda yang sungguh luar biasa dan bahkan bisa dikatakan bahwa Kokok Putik adalah salah satu saksi sejarah tentang keberadaan tokoh sejarah (Doyan Neda, Tameng Muter dan Sigar Penyalin) yang merupakan cikal bakal atau pendiri kedatuan-kedatuan besar yang ada di bumi Lombok, yaitu kedatuan Selaparang, Bayan dan Pejanggik.

Hemmm, warga dan pencinta Kampung Media yang kami cintai, ada mitos  yang mengatakan bahwa barang siapa yang pernah mandi di Kokok Putik maka cahaya atau tubuhnya akan keluar sehingga ia akan kelihatan tampan/cantik dan menjadi awet muda. Nah, demikianlah mitologi yang terkait dengan keberadaan Kokok Putik. Mito itu pula yang kemudian menyebabkan banyak orang yang mengunjungi Kokok Putik dengan tujuan untuk mandi dan berobat. Yah… konon, jika seseorang mandi di Kokok Putik maka tubuhnya akan bugar dan tidak akan angkit oleh penyakit kulit. Hal itu bisa saja terjadi sebab air yang mengalir di Kokok Putik merupakan air yang kandungan mineral belerangnya tinggi dan secara medis mineral belerang memang berfungsi untuk menyembuhkan penyakit rematik dan berbagai macam penyakit kulit.

Jika anda ingin membuktikan mitos tersebut maka berkunjungah ke Kokok Putik dan nikmati destinasi wisata Air Belerang Kokok Putik. Perlu pembaca ketahui bahwa di sekitar jembatan Kokok Putik juga terdapat beberapa tempat mandi yang asyk. Setidaknya ada 3 titik pemandian yang ada di aliran sungai yang bearada di sekitar Jembatan Kokok Putik. Tempat pemandian tersebut berbentuk telaga yang cukup besar, misanyan saja pemandian yang ada di sebelah utara jembatan. Telaga tersebut cukup besar dan dalam sehingga para pengunjung dapat memanjakan badan dengan mandi air belerang di tempat tersebut. Oya, pada musim panas (Juni – Desember) air Kokok Putih terlihat jernih dan airnya yang terkumpul membentuk telaga akan berwarna hejai kebiru-biruan, layaknya air Danau Sagara Anak. Dengan demikian, jika anda berkunjung ke Kokok Putik maka anda dapat menyaksiakan Danau Sagara Anak kecil, untuk itu jangan biarkan diri anda penasaran atas hal itu, heheheeeeee.

Perlu pula penulis sampaikan bahwa selain menyimpan legenda Doyan Neda, Kokok Putik juga dipercayai sebagai tempat persinggahan Dewi Rinjani. Banyak tokoh mistis yang menceritakan bahwa batu delpak yang sekarang dijadikan sebagai tempat shalat yang berada di sebelah selatan Jembatan Kokok Putik merupakan petilasan/tempat peristirahatan Dewi Rinjani. Oleh sebab itulah, para penganut tarekat dan pencinta dunia mistis kerap melakukan semedi di atas batu delpak tersebut. Heheee, ada-ada saja kawan. Namun demikian, hal itu-lah yang menyebabkan Kokok Putik terkenal.

Warga dan pencinta Kampung Media yang budiman, demikianlah segelumit informasi mengenai Wisata Air Belerang Kokok Putik. Semoga informasi ini bermanfaat bagi para pembaca. Atas kunjungannya kami haturkan terimakasih dan atas kekurangan dan salah kata yang terdapat dalam artikel ini maka penulis mohon maaf yang setinggi-tingginya. Salam dari Kampung.

_By. Asri The Gila_ [] - 05



 
KM. Sukamulia

KM. Sukamulia

Nama : Asri, S. Pd TTL : Sukamulia, 02 Januari 1985 Jenis Kelamin: Laki-laki Agama : Islam Pekerjaan : Swasta Alamat, Dusun Sukamulia Desa Pohgading Timur Kec. Pringgabaya No HP : 082340048776 Aku Menulis Sebagai Bukti Bahwa Aku Pernah Ada di Dunia

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2018 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan