logoblog

Cari

Wisata Temponan di Praba

Wisata Temponan di Praba

Air terjun di Lombok merupakan salah satu andalan pariwisata yang cukup banyak menyedot wisatawan dimana Air terjun Kerta Gangga dan Senaru

Wisata Alam

KM. Lingsar
Oleh KM. Lingsar
26 Mei, 2015 21:27:59
Wisata Alam
Komentar: 1
Dibaca: 41177 Kali

Air terjun di Lombok merupakan salah satu andalan pariwisata yang cukup banyak menyedot wisatawan dimana Air terjun Kerta Gangga dan Senaru di Lombok Utara merupakan 2 air terjun yang sangat femiliar bagi para penggemar wisata air terjun. Di Lombok Utara memang terdapat banyak air terjun yang indah dan terkenal.

Lombok Barat juga memiliki air terjun yang tidak kalah indah yang belum diketahui oleh banyak orang. Salah satunya adalah air terjun Praba atau Prabe logat bahas setempat.

Air terjun Praba oleh masyarakat setempat disebut dengan Temponan. Temponan merupakan bahasa Sasak yang berarti air terjun.  Temponan atau air terjun Praba berada di dusun Praba desa Batu Mekar Kecamatan Lingsar Kabupaten Lombok Barat.

Untuk sampai ke sana dibutuhkan waktu cukup lama, dari Dusun Praba hingga air terjun, kita harus berjalan kaki selama 2 hinga 3 jam, jalannya cukup bagus dengan lebar sekitar satu meter Sepanjang perjalanan Anda akan menemukan berbagai macam buah-buahan seperti pisang, pepaya, manggis, kakao, durian, mangga, rambutan, dan lain-lain.

Air terjun ini belum dikelola sama sekali, sehingga tidak ada fasilitas apapun. Bahkan penunjuk arah pun tidak ada. Oleh karena itu pengunjung harus sering bertanya pada masyarakat setempat untuk mengetahui arah menuju air terjun Praba,

Untuk mempermudah menemukan air terjun Praba, Desa Karang Bayan yang merupakan sentera  penghasil durian dan desa adat bias dijadikan patokan. Setelah berada di Desa Karang Bayan maka selanjutnya menuju desa Batu Mekar, di Desa Batu Mekar seluruh masyarakat desa tersebut mengenal air terjun Praba atau Timponan.

Bagi yang membawa kendaraan bisa menitipnya di rumah warga dusun Praba.Sama seperti dusun-dusun lainya di Lombok Barat, warga Punikan maupun Praba masih sangat menjujung tinggi nilai saling tolong-menolong. Oleh karena itu, warga sering menolak uang jasa parkir yang diberikan..

Satu jam lebih perjalan terdapat satu-satunya warung di dalam hutan. Penjualnya berasal dari dusun Punikan. Pedagang menjual makanan ringan, rokok, dan es. Es dijual dengan harga tiga kali lipat harga normal. Akan tetapi, bibi di warung ini akan memberikan dengan suka rela jika Anda meminta air minum.

Pada hari-hari libur biasa para jalur ini ramai dikunjungi oleh para crosser yang menjajal trek menuju air terjun. Tidak aneh jika menemukan sepeda motor lalu lalang karena masyarakat sekitar pun pergi ke kebun menggunakan sepeda motor, sebelum sampai kesana terdapat dua beruga, berugak pertama dan kedua.

 

Baca Juga :


Setelah melewati berugaq kedua maka jalur terakhir yang menanjak akan cukup menguras sisa tenaga. Berhati-hatilah karena disana banyak terdapat binatang kecil yang mirip lintah yang bisa menghisap darah. Oleh karenanya disarankan untuk memakai anti lintah dengan cara melumuri tangan dan kaki dengan garam.

Setelah melewati tanjakan terakhir ini, suara air terjun sudah bisa terdengar, namun sebelumnya harus melewati trek menurun yang cukup terjal kira-kira selama sepuluh menit, walaupun sesampainya dan rasa lelah masih sangat terasa seketika itu melihat pemandangan yang sangat menawan.

Kelelahan karena trekking selama tiga jam akan terbayar lunas oleh pesona air terjun Praba. Ketinggiannya kira-kira tiga puluh meter dengan luas kolam sekitar lima meter persegi, kolamya sekitar lutut hingga setinggi badan orang dewasa.

Kolamnya dipenuhi batu kali sebesar genggaman tangan orang dewasa hingga sebesar kepala manusia. Sisi kolam dikelilingi bebatuan besar. Debit airnya cukup besar dan menghasilkan hembusan angin yang kencang. Hembusan angin basah yang dihasilkan air terjun ini membuat suhu menjadi sangat dingin.

Hal ini menyebabkan pengunjung jarang bertahan lebih dari satu jam. Sangat sulit bisa menikmati terjunan air secara langsung karena hembusan anginnya sangat kencang. Paling-paling pengunjung hanya bisa berada satu meter dari terjunan air.

Menikmati keelokan air terjun Praba tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun karena belum di kelola baik swasta maupun pemerintahan Desa dan Kecamatan, jadi membawa rombongan sebanyak mungkin tidak perlu membawa uang cukup membawa bekal yang cukup untuk menambah tenaga agar menaklukkan medan yang extrim. [] - 05



 
KM. Lingsar

KM. Lingsar

Desa Duman, Lingsar - Lombok Barat http://www.dumannis.blogspot.com ihromil islam, okta hadi, siswadi, anjaswadi No Hp. 081917920272

Artikel Terkait

1 KOMENTAR

  1. KM Nggusu Waru

    KM Nggusu Waru

    31 Mei, 2015

    luar biasa panorama air terjun nya pak.. luar biasa artikel bapak ini. salam dr kampung


 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright © 2008-2019 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan