logoblog

Cari

Tutup Iklan

Danau Asin Pulau Satonda

Danau Asin Pulau Satonda

Pulau Satonda, pulau surga seluas 2600 hektar ini terletak di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Keindahannya sungguh luar biasa, di bagian tengah

Wisata Alam

Danau Asin Pulau Satonda

Danau Asin Pulau Satonda

Zulkifli
Oleh Zulkifli
26 Desember, 2014 06:06:42
Wisata Alam
Komentar: 0
Dibaca: 3651 Kali

Pulau Satonda, pulau surga seluas 2600 hektar ini terletak di Kecamatan Pekat Kabupaten Dompu. Keindahannya sungguh luar biasa, di bagian tengah pulau terhampar luas danau asin yang masih asri.

Kendati kawasannya cukup tandus namun sejumlah spesies khas hutan berada di pulau yang tak berpenghuni ini. Misalnya saja menjangan, babi hutan, monyet dan berbagai jenis burung ada disini. Belum lagi pinggir laut  Pulau Satonda, terhampar luas terumbu karang dengan ikan-ikannya begitu indah dan sangat digemari oleh wisatawan mancanegara untuk menyelam.

Namun sayang, pulau yang bisa ditempuh dengan menggunakan perahu nelayan selama 30 menit dari Desa Kedindi Kecamatan Pekat ini lebih dinikmati oleh para pengusaha tour and travel dari Bali. Bayangkan saja, para pengusaha tour and travel dari Bali memanfaatkan Pulau Satonda sebagai salah satu paket wisata yang dijual kepada para turis manca negara.  Pulau Satonda diijadikan tempat transit dari Bali menuju Pulau Komodo NTT. “Rata-rata yang datang kesini itu adalah turis asing yang dibawa dari Bali. Mereka singgah sementara sebelum ke Komodo,” ujar staf Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Baharuddin beberapa waktu lalu.

Dalam sehari kata dia, tidak kurang dari 30 wisatawann manca negara dari Bali berkunjung ke Pulau Satonda. Mereka melakukan aktivitas selam di lepas pantai yang berpasir putih ditambah dengan menikmati keindahan danau di pulau surga ini. “Kalau wisatawan lokal itu jarang karena harus pakai perahu kesini  butuh waktu dan biaya, pada saat musim libur sekoloh saja baru ada,” lanjutnya.

Baca Juga :


Untuk menikmati keindahan di pulau utara Pulau Sumbawa ini, wisatawan dikenakan tarif yang bervariasi oleh BKSDA. Untuk wisatawan manca negara dikenakan tarif Rp 50.000 per orang, sementara untuk wisatawan lokal hanya Rp 2.000. Semua uang ini tidak ditransfer ke dalam kas daerah, melainkan lansung ditransfer ke pusat menjadi Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Sehingga di daerah pun tidak mendapat apa-apa, termasuk juga masyarakat sekitar.[] - 01



 

Artikel Terkait

0 KOMENTAR

Belum ada komentar.
Berikan Komentar Bermanfaat Meski Satu Kalimat
 
 

TULIS KOMENTAR

Silahkan Login terlebih dahulu untuk mengisi komentar.
 
Copyright 2008 - 2017 | kampung-media.com. All rights reserved.
 
Tutup Iklan